Home Hortikultura Jenis-Jenis Kedelai dan Hasil Olahannya

Jenis-Jenis Kedelai dan Hasil Olahannya

discover.hubpages.com

Agrozine – Kedelai di Indonesia merupakan jenis kacang-kacangan yang paling banyak dikonsumsi dan  merupakan sumber protein nabati terpenting. Jenis kacang-kacangan ini seakan telah menjadi sumber pangan pokok bagi masyarakat kita. Hasil olahan kedelai telah menjadi panganan sehari-hari di negeri ini.

Kali ini, Agrozine akan memperkenalkan kamu pada jenis-jenis kedelai. Ada empat jenis kedelai yang tersedia di pasaran, yaitu:

Kedelai Putih

Jenis kedelai ini memiliki warna putih gading. Beberapa kultivar kedelai putih budidaya di Indonesia, di antaranya adalah ‘Ringgit’, ‘Orba’, ‘Lokon’, ‘Davros’, dan ‘Wilis’. Kebutuhan Indonesia tinggi akan kedelai putih sebagai bahan pembuat tempe sehingga harus mengimpornya. Kedelai putih bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah daripada di Jepang dan Cina. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih.

Kedelai putih yang merupakan bahan baku utama tempe dinilai sebagian petani memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan jenis komoditi kedelai lainnya seperti kedelai hitam. Kedelai putih perawatannya mudah dan lebih mudah dijual di pasaran karena banyak dibutuhkan untuk bahan paku industri tempe rumahan.

Kedelai Hitam

Kedelai hitam adalah jenis kedelai yang memiliki kulit ari berwana hitam, meski bagian dalam atau biji kedelainya tetap berwarna putih. kedelai hitam sebagai bahan pembuat kecap dan tauco. Kedelai ini telah menjadi bahan makanan populer di Jepang dan Tiongkok selama ratusan tahun. Varietas kedelai hitam secara khusus ditanam di banyak negara Asia, terutama Tiongkok dan Korea.

Di Indonesia kedelai hitam belum dikenal luas. Mungkin karena warnanya yang hitam, membuat kedelai  ini kurang menarik untuk dikonsumsi. Padahal, jika dikonsumsi secara rutin, selain baik bagi kesehatan, juga bermanfaat bagi kesehatan kulit. Pasalnya, kedelai hitam memiliki kandungan antioksidan yang lebih tinggi dibanding kedelai lain. Kedelai hitam juga berbeda dengan kedelai kuning, dengan keberadaan senyawa antosianin yang memberi warna hitam pada kulit bijinya. Warna yang lebih gelap yang melapisi kulit kedelai dikaitkan dengan kandungan flavonoid yang lebih tinggi, begitu juga dengan aktivitas antioksidan yang lebih baik.

Kedelai Kuning

Kedelai kuning. Jenis kedelai ini memiliki warna kuning pucat. Ukurannya lebih kecil dibandingkan kedelai putih dan lebih besar dari kedelai hitam. Bijinya memiliki kulit ari bening. Kandungan dalam kedelai kuning hampir sama dengan kedelai hitam.

Edamame

‘Edamame’ adalah kultivar kedelai berbiji besar berwarna hijau yang belum lama dikenal di Indonesia dan berasal dari Jepang. Edamame berukuran paling besar di antara jenis kedelai lainnya. Di Jepang, negara asal kedelai ini, edamame termasuk tanaman tropis dan dijadikan sebagai sayuran serta camilan kesehatan. Begitu juga di Amerika, kedelai ini dikategorikan sebagai healthy food. Selain mengandung tinggi isoflavon yang merupakan zat pencegah kanker, edamame juga tinggi vitamin K. Edamame lebih mudah dicerna daripada kedelai biasa, karena Edamame memiliki kadar Trypisin-Inhibitor yang lebih rendah dan lebih menyehatkan. Edamame di panen saat umur tanaman masih muda.

Pemanfaatan utama kedelai adalah dari bijinya. Biji kedelai kaya protein dan lemak serta beberapa bahan gizi penting lain, misalnya vitamin (asam fitat) dan lesitin. Kandungan protein kedelai cukup tinggi, yaitu 37% – 42%. Kedelai tidak langsung dikonsumsi, tetapi terlebih dahulu diolah. 88% kedelai di Indonesia dikonsumsi untuk tahu dan tempe, 10% untuk pangan olahan lainnya serta, 2% untuk benih.

Kedelai bisa diolah menjadi berbagai macam olahan makanan, seperti kecap, tempe, dan tahu. Kecap manis adalah hasil fermentasi kedelai hitam yang sudah ditambah gula merah. Warnanya hitam pekat dan kental. Kecap manis banyak digunakan untuk memasak atau sebagai bumbu olesan.

Hasil fermentasi kedelai lainnya adalah tempe. Biji kedelai yang sudah direbus, ditambahkan ragi tempe. Kandungan kacang kedelai meningkat ketika dikonsumsi dalam bentuk tempe.

Selain tempe, tahu merupakan olahan kedelai yang dibuat dari sari kedelai. Tahu yang dijual di pasaran bermacam-macam, tergantung teknik produksinya. Misalnya, tahu cina bertekstur lebih lembut karena kandungan airnya banyak, sedangkan tahu bandung lebih padat karena kandungan airnya lebih sedikit.

Kedelai merupakan tumbuhan serbaguna. Karena akarnya memiliki bintil pengikat nitrogen bebas, kedelai merupakan tanaman dengan kadar protein tinggi sehingga tanamannya digunakan sebagai pupuk hijau dan pakan ternak.

Selain diolah menjadi kecap, tahu, dan tempe, olahan bijinya dapat dibuat menjadi tauco, susu kedelai, tepung kedelai, nata de soya, dan minyak kedelai. Minyak kedelai dipakai sebagai bahan membuat sabun, plastik, kosmetik, resin, tinta, krayon, pelarut, dan biodiesel.

Demikianlah informasi tentang jenis-jenis kedelai dan hasil olahannya. Semoga bermanfaat, selamat belajar, selamat berbudidaya, dan semoga sukses! (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini: 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here