Home Populer Jenis-Jenis Mangrove Beserta Ciri dan Manfaatnya

Jenis-Jenis Mangrove Beserta Ciri dan Manfaatnya

jenis mangrove rhizophora

Agrozine.id – Hutan mangrove merupakan ekosistem peralihan antara ekosistem perairan dan ekosistem daratan. Hutan mangrove tumbuh di sepanjang pesisir pantai, muara sungai, bahkan ada yang tumbuh di rawa gambut. Komunitas dan pertumbuhan hutan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor alam, misalnya jenis tanah, salinitas, pasang surut, serta hempasan gelombang. Pasang surut air laut tersebut dapat membentuk zonasi hutan dengan jenis-jenis mangrove yang beraneka ragam.

Pada ekosistem mangrove dikenal jenis-jenis tumbuhan yang dinamakan dengan mangrove sejati (mayor dan minor) dan mangrove ikutan.   Mangrove sejati mayor adalah tumbuhan yang tumbuh pada pasang surut dan membentuk tegakan murni. Lalu, mangrove sejati minor adalah bukan komponen penting dari mangrove biasanya di daerah tepi dan jarang membentuk tegakan. Sedangkan, mangrove ikutan adalah tumbuhan yang tidak pernah tumbuh di komunitas mangrove sejati dan biasanya tumbuh bergabung dengan tumbuhan daratan.

Berikut ini akan kami kenalkan jenis-jenis mangrove sejati yang biasa tumbuh di Indonesia.

  • Avicennia

File:Avicennia officinalis.jpg - Wikimedia CommonsAvicennia atau di Indonesia dikenal dengan nama api-api biasa tumbuh di zonasi paling depan dekat dengan laut. Avicennia memiliki ciri-ciri yaitu daunnya berbentuk bulat telur terbalik dengan ujung meruncing. Sistem perakaran yang dimiliki yaitu akar nafas tegak yang berbentuk pensil. Memiliki bunga berwarna kuning-jingga yang bergerombol di ujung tandan. Selain itu, Avicennia juga memiliki buah berbentuk bulat dengan permukaan buah terdapat rambut halus.

Pemanfaatan daun Avicennia biasanya untuk pakan ternak, selain itu bisa juga untuk mengatasi kulit tubuh yang terbakar. Kemudian untuk kayunya dapat dijadikan sebagai bahan kertas yang berkualitas.

Di Indonesia dikenal 5 jenis api api, yaitu A. alba, A. eucalyptifolia, A. lanata, A. marina, dan A. officinalis.    

  • Sonneratia

Perepat - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebasSonneratia dikenal umum dengan nama pedada. Jenis ini menyukai tanah yang bercampur lumpur dan pasir. Sering ditemukan di lokasi pesisir yang terlindung dari hempasan gelombang.

Sama seperti Avicennia, jenis Sonneratia ini juga memiliki sistem perakaran yaitu akar nafas yang berbentuk kerucut tumpul yang muncul ke permukaan. Daunnya berbentuk bulat telur terbalik dengan ujung membulat. Sonneratia memiliki bunga berbentuk seperti lonceng yang bagian luarnya berwarna hijau dan dalamnya merah. Kemudian buahnya seperti bola dengan ujung bertangkai dan bagian dasarnya terbungkus kelopak bunga.

Buah Sonneratia dapat dikonsumsi. Sedangkan, batang kayunya dijadikan sebagai bahan pembuatan perahu maupun sebagai bahan bakar.

Di Indonesia umum dijumpai 3 jenis, yaitu S. alba, S. caseolaris, dan S. ovata.

  • Rhizophora

Rhizophora mucronata or apiculata leaves and fruits | FlickrJenis Rhizopora biasa tumbuh di areal tanah berlumpur yang digenangi oleh pasang surut sedang. Di Indonesia,mangrove ini memiliki nama lokal bakau minyak.

Rhizopora memiliki perakaran yang khas hingga mencapai ketinggian 5 meter, dan kadang-kadang memiliki akar udara yang keluar dari cabang. Bentuk daunnya elips dengan ujung meruncing. Bunga Rhizopora ada di ketiak daun dan memiliki kelopak berwarna kuning kecoklatan. Buahnya kasar berbentuk bulat memanjang.

Kayu mangrove jenis ini dimanfaatkan untuk bahan bangunan, kayu bakar, dan arang. Sedangkan akarnya dapat dijadikan sebagai jangkar.  Di Indonesia sering dijumpai 3 jenis dari Rhizophora di ekosistem mangrove di Indonesia, yaitu R. apiculata, R. mucronata, dan R. stylosa.

  • Bruguiera

Blog Magzrover | Blog Pembaca MANGROVEMAGZ : Alternatif ...Mangrove jenis bruguiera ini  tumbuh pada areal yang digenangi pasang tinggi. Di Indonesia dikenal dengan nama bogem, butong, butun. Bruguiera memiliki ciri khas yaitu memiliki akar lutut atau papan/banir. Daunnya berbentuk bulat telur terbalik dengan ujung agak tumpul. Ketika masih muda daunnya berwarna merah muda. Bunga Bruguiera menggantung dan bergerombol  berukuran besar. Bentuk buah Bruguiera seperti buah delima yaitu berbentuk piramid dan berukuran lebih besar.

Di Indonesia dikenal 6 jenis tanaman ini, yaitu B. cylindryca, B. exaristata, B. gymnorrhiza, B. haenessii, B. parviflora, dan B. sexangula.

  • Ceriops

Mangrove: Ceriops decandraCeriops membentuk belukar yang rapat pada pinggir daratan dari hutan pasang surut dan/atau pada areal yang tergenang oleh pasang tinggi. Ceriops memiliki akar tunjang kecil berbentuk seperti pensil. Daunnya berwarna hijau mengkilap berbentuk bulat telur terbalik dengan ujung membulat. Lalu, bunga mengelompok di ujung tandan dan terletak di ketiak daun. Kemudian, bentuk buahnya memanjang dengan tabung kelopak yang melengkung.

Pemanfaatan kayu Ceriops bisa digunakan untuk bahan bangunan, bahan peralatan rumah tangga, dan bahan bakar. Di Indonesia terdapat 2 jenis yaitu C. decandra dan C. tagal.

Sejauh ini di Indonesia tercatat setidaknya 202 jenis tumbuhan mangrove, dimana 43 spesies diantaranya merupakan mangrove sejati. Jenis-jenis vegetasi mangrove ini memiliki toleransi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan ekosistem mangrove yang spesifik.

Adanya hutan mangrove ini dapat memberikan banyak manfaat yang penting bagi kehidupan manusia. Selain kita dapat memanfaatkan secara langsung produk dari vegetasi mangrove untuk kayu bakar, bahan bangunan, obat-obatan, hingga bahan pangan, mangrove juga berfungsi sebagai penyerap dan penjerap CO2 sebagai zat emisi.

Demikianlah informasi mengenai jenis-jenis mangrove beserta ciri-ciri dan manfaatnya. Semoga dapat menambah pengetahuan kamu ya.  (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here