Home Hortikultura Jeruk Bali, Buah Jeruk Terbesar Sumber Vitamin C dan Kalsium

Jeruk Bali, Buah Jeruk Terbesar Sumber Vitamin C dan Kalsium

Buah Jeruk Bali (Sumber foto: www.stylecraze.com)

Agrozine – Sudah pernah mencoba segarnya buah jeruk besar ini? Jeruk bali atau pomelo (Citrus maxima) merupakan tanaman jeruk yang menghasilkan buah terbesar. Konon, jeruk ini pertama kali ditemukan di pulau Bali, Indonesia. Oleh karena itu, jeruk ini dikenal dengan nama “Jeruk Bali”.

Secara umum, tanaman ini memiliki tangkai daun bersayap, ukuran buah yang besar, dan bunga yang harum. Jeruk bali berbentuk bulat dengan bagian atas hampir meruncing dan bagian bawah mendatar. Beberapa jeruk bali bisa mencapai diameter hingga 30 cm dengan bobot buah bisa mencapai 1–2 kg.

Salah satu ciri khas buah jeruk bali adalah kulitnya yang tebal dan berpori-pori. Kulit yang tebal ini membantu melindungi buah dari kerusakan dan mempertahankan kelembapannya. Kulitnya memiliki variasi warna yang mencakup hijau, kuning, hingga oranye. Warna kulit jeruk bali akan berubah menjadi oranye saat buah matang sepenuhnya.

Daging buahnya berbulir dengan warna merah-oranye dan rasanya cenderung terasa manis bercampur asam dan sedikit getir. Jeruk bali memiliki bulir yang lebih besar dibandingkan spesies jeruk lainnya. Tekstur daging buahnya halus dan kandungan air dalam dagingnya banyak. Daging buahnya sangat rapat satu sama lain. Umumnya, jumlah biji pada jeruk bali sedikit, bahkan ada yang tidak berbiji sama sekali.

Jeruk bali dapat dibudidayakan dengan biji, pencangkokan, maupun stek. Namun, perbanyakan dengan biji tidak dianjurkan. Perbanyakan melalui biji akan menghasilkan tanaman yang berduri. Sedangkan jika diperbanyak secara vegetatif akan menghasilkan tanaman yang tidak berduri.

Budidaya jeruk bali dilakukan di beberapa wilayah Indonesia, terutama di Bali, Jawa, dan Sumatera. Kultivar unggulan jeruk bali Indonesia, yaitu Nambangan, Srinyonya, Magetan, dan Madu/Bageng (tanpa biji). Tiga kultivar yang pertama ditanam di sentra produksi jeruk bali di daerah Kabupaten Magetan dan Kabupaten Madiun, sedangkan kultivar Madu ditanam di daerah Bageng, Kabupaten Pati.

Pohon Jeruk Bali (Sumber foto: bs.plantnet.org)

Jeruk bali kaya akan vitamin dan nutrisi yang baik untuk kesehatan. Berikut ini kandungan nutrisi yang ada di dalam jeruk bali.

  • Serat
  • Niacin (vitamin B3),
  • Riboflavin (vitamin B2)
  • Tiamin (vitamin B1)
  • Folat
  • Pyridoxine (vitamin B6)
  • Vitamin C
  • Karbohidrat kompleks
  • Gula
  • Protein
  • Kalium
  • Fosfor
  • Tembaga
  • Zat besi
  • Kalsium
  • Magnesium
  • Mangan
  • Seng
  • Flavonoid
  • Lycopene

Vitamin C merupakan kandungan utama dalam jeruk bali. Dalam sepiring jeruk bali (sekitar 100 gram), mengandung 60 mg vitamin C. Mineral yang paling melimpah adalah kalsium diikuti oleh fosfor dan natrium. Oleh karena itu, mengonsumsi jeruk bali secara teratur dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kesehatan.

Buah jeruk bali dapat disajikan dalam berbagai hidangan. Buahnya bisa dimakan segar, dijadikan jus, atau digunakan sebagai bahan dalam salad, saus, atau makanan penutup.

Kulit buah jeruk bali yang aromatik juga bisa digunakan sebagai bumbu rempah dalam masakan tradisional. Bagian dalam kulit buah jeruk bali yang berwarna putih dapat dijadikan makanan, seperti manisan. Selain itu, bagian tersebut juga dapat dibuat menjadi alkohol dan gula tetes, serta dapat juga diekstrak kandungan pektin di dalamnya.

Demikianlah informasi tentang jeruk bali. Semoga bermanfaat, tetap semangat belajar, selamat berbudidaya, dan semoga sukses! (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini: 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here