Home Peternakan Kambing Gembrong, Satwa Langka dari Pulau Bali

Kambing Gembrong, Satwa Langka dari Pulau Bali

Kambing Gembrong, Kambing Berbulu Lebat dari Bali (Foto: youtube.com/@gbfindonesia5658)

Agrozine – Kambing Gembrong adalah salah satu harta karun ternak dari Pulau Dewata, Bali. Dikenal dengan ciri khas bulunya yang panjang dan lebat, kambing ini tidak hanya unik, tetapi juga memiliki sejarah dan nilai budaya yang tinggi. Kambing berbulu lebat ini dikenal sebagai hewan yang jinak dan mudah beradaptasi. Mereka juga tahan terhadap penyakit dan hama. Yuk Sobat Agro, kenali lebih jauh kambing unik ini.

Asal Usul

  • Kambing Gembrong merupakan hasil persilangan antara Kambing Kashmir dan Kambing Turki yang dibawa ke Bali sebagai hadiah untuk bangsawan.
  • Populasinya terpusat di Kabupaten Karangasem, Bali Timur.

Ciri Khas

  • Dinamakan “Gembrong” karena bulunya yang lebat, menyerupai rambut gimbal, terutama pada bagian kepala dan leher.Bulu ini menutupi sebagian, bahkan seluruh wajahnya.
  • Bulu panjang ini umumnya lebih terlihat pada jantan, sedangkan betina cenderung lebih rapi.
  • Warna bulu beragam, dengan dominasi putih, cokelat, dan hitam.
  • Tanduk kambing jantan lebih panjang dan melengkung, sedangkan betina pendek dan lurus.
  • Kambing ini memiliki ukuran sedang.Tinggi badan jantan 60-70 cm, betina 50-60 cm. Bobot jantan 40-50 kg, betina 30-40 kg.

Manfaat dan Keunikan

  • Kambing ini dipelihara untuk diambil daging dan susunya.
  • Dagingnya dikenal berkualitas tinggi, lebih empuk,dan rendah kolesterol dibandingkan kambing lokal lainnya.
  • Susunya kaya akan protein dan lemak, diolah menjadi yoghurt, keju, dan produk olahan susu lainnya.
  • Bulunya yang lebat dapat dimanfaatkan untuk membuat wol dan produk tekstil lainnya.
  • Kambing ini memiliki nilai budaya dan spiritual bagi masyarakat Bali.
  • Sering digunakan dalam upacara adat dan keagamaan.
  • Keunikannya menjadikannya daya tarik wisata di Bali.

Status dan Upaya Pelestarian

Kambing Gembrong dikategorikan sebagai satwa langka oleh Balai Penelitian Ternak (BPT) Denpasar. Populasinya diperkirakan hanya sekitar 200 ekor, dengan tren yang terus menurun. Faktor utama penurunan populasi adalah perkawinan silang dengan kambing lokal lain dan alih fungsi lahan. Upaya pelestarian dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk BPT Denpasar, komunitas pecinta kambing Gembrong, dan pemerintah daerah. Upaya tersebut meliputi:

  • Pendataan dan pemantauan populasi.
  • Pembibitan dan inseminasi buatan untuk meningkatkan reproduksi.
  • Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang nilai dan kelestarian kambing ini.

Kambing Gembrong adalah aset berharga bagi Bali, bukan hanya sebagai ternak, tetapi juga sebagai bagian dari budaya dan tradisi. Upaya pelestarian perlu terus dilakukan agar kambing unik ini tidak punah dan generasi mendatang dapat terus menikmatinya.

Demikian informasi tentang kambing gembrong. Semoga bermanfaat, tetap semangat belajar, selamat berbudidaya, dan semoga sukses! (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini: 

https://www.youtube.com/watch?v=GuG19rEM4XQ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here