Home Peternakan Kandang Inovasi IPB University Berbasis Internet of Things

Kandang Inovasi IPB University Berbasis Internet of Things

Smart Kandang (Sumber: svmbs.ipb.ac.id)

Agrozine.id – IPB University telah melahirkan berbagai inovasi tepat guna lewat program Kedaireka Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI ini. Salah satunya adalah kandang inovasi yang disebut “Smart Kandang 4.0” berbasis Internet of Things (IoT).

Sebanyak 14 mahasiswa IPB University ikut andil bersama para tim inovator dan mitra industri menciptakan inovasi tersebut. Dengan program Kedaireka ini, para mahasiswa mendapat kesempatan untuk belajar di luar kampus, bersentuhan langsung dengan dunia industri.

Kandang inovasi Smart Kandang dicetuskan oleh dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Dr Ridi Arif dan Prof drh Fadjar Satrija. Keduanya menggandeng Zara Propertifarm dan Komunitas Pendidik Nusa Peternak sebagai mitra IPB University mengembangkan Smart Kandang 4.0 berbasis Teknologi IoT untuk manajemen produksi ayam broiler yang efisien. Kegiatan ini merupakan kerjasama IPB University dan PT Zara Propertifarm Indonesia melalui skema penganggaran “Matching Fund Kedaireka”. Pendanaan Matching Fund Kedaireka sangat bermanfaat bagi pengembangan inovasi. Smart Kandang contohnya, yang dapat digunakan oleh berbagai perusahaan di Indonesia.

Kandang inovasi ini fokus pada teknologi inovatif bernama Internet of Things (IoT) untuk pengelolaan ayam pedaging dengan sistem kandang tertutup. Dengan memanfaatkan teknologi IoT, pengelolaan ayam broiler bisa menjadi lebih efisien dan efektif. Penerapan teknologi ini mencakup sistem pemantauan dan otomatisasi secara real-time.

Smart kandang tentunya sangat bermanfaat. Selain dapat ditiru dan digunakan oleh peternak rakyat agar dapat bersaing, smart kandang juga dapat digunakan oleh mahasiswa untuk belajar terkait peternakan ayam yang sudah berbasis IoT.  Inovasi kandang ini merupakan solusi tepat untuk mendukung tercapainya peningkatan kesejahteraan peternak ayam broiler skala peternakan rakyat dan tercapainya kedaulatan pangan dalam penyediaan protein hewani.

Inovasi kandang ini diterapkan IPB University di kandang modern yang dikelola Sekolah Vokasi IPB. Kandang Modern (Modern Closed House) merupakan salah satu teaching factory (TEFA) dari Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menjadi implementasi kebijakan Kampus Merdeka Vokasi. Closed house merupakan salah satu fasilitas yang dimiliki Sekolah Vokasi IPB Sukabumi, berupa kandang modern dengan sistem tertutup yang disematkan teknologi di dalamnya. Kandang modern ini bisa menampung hingga 50.000 ekor ayam.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, mengatakan fasilitas Closed House di Sekolah Vokasi IPB Sukabumi adalah salah satu yang terbaik di Indonesia karena telah menerapkan teknologi 4.0, internet dan teknologi tata udara. Selain itu, Closed House di IPB ini dapat menjadi percontohan bagi pendidikan vokasi di kampus lainnya.

Menurut Wikan, Kemendikbudristek sangat mengapresiasi sekali implementasi teaching factory dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dalam bentuk Closed House. Setelah lulus nanti, mahasiswa bisa jadi pengusaha peternakan yang dekat dengan pasar. Model ini diharapkan dapat diimplementasikan ke sekolah vokasi agar terjadi link and match dengan industri sejak mulai kurikulum awal hingga distribusi.

Modern Closed House Sekolah Vokasi IPB bersama dengan Kemendikbudristek dan PT. Charoen Pokhand Indonesia pada panen raya ayam kedua menghasilkan 42.700 ekor ayam . Masa produksi 35 hari dan bobot ayam rata-rata 2,4 kilogram per ekornya.

Menurut Rektor IPB, Arif Satria, TEFA Modern Closed House ini menjadi contoh yang sangat baik bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk belajar peternakan modern yang dikelola secara profesional dan menguntungkan. Pengembangan peternakan ini dimaksudkan untuk menciptakan suasana industri di dalam kampus karena akan semakin mengakrabkan mahasiswa dengan industri. Upaya ini mendorong peningkatan kompetensi mahasiswa agar siap memasuki dunia industri.

Senada dengan itu, Kepala Unit Bisnis Kemitraan PT. Charoen Pokphand Indonesia, Yosef Arisanto,  mengatakan, dengan adanya Closed House ini membuat proses ternak menjadi lebih efisien. Kecepatan tumbuh semakin lebih singkat, cost untuk menghasilkan bobot satu kilogram lebih rendah, serta produktivitas akan semakin meningkat.

Dekan Sekolah Vokasi IPB, Arief Daryanto, mengatakan kandang modern ini dilengkapi dengan Digital Mobile Surveillance System (DMSS). Dengan adanya DMSS, kandang dapat dikelola dan dimonitor dari rumah melalui ponsel pintar (smartphone).  Nantinya kandang juga akan dilengkapi dengan berbagai sensor canggih seperti untuk mengukur kadar amoniak, pertumbuhan berat badan, dan sebagainya. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here