Home Peternakan Kandungan Madu Apis mellifera Bermanfaat Sebagai Obat Anti-Osteoporosis

Kandungan Madu Apis mellifera Bermanfaat Sebagai Obat Anti-Osteoporosis

Lebah madu jenis Apis mellifera

Agrozine.id – Lebah madu jenis Apis mellifera spp. dipercaya memiliki banyak manfaat, terutama untuk kesehatan. Di Indonesia sendiri, sudah banyak yang melakukan budidaya lebah madu yang menyengat ini. Kandungan zat aktif pada madu Apis Apis mellifera spp ternyata bermanfaat untuk perbaikan tulang.

Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Dian Agustin Wahjuningrum, drg., SpKG(K), salah satu dosen dari Universitas Airlangga, Surabaya. “Madu mengandung α-Cyclodextrin yang memiliki efek prebiotik menurunkan aktivitas penyerapan jaringan tulang,” jelasnya.

Baca juga: Mengenal Lebah Klanceng: Jenis dan Manfaatnya

Penelitian yang dilakukan dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga itu telah diujikan pada hewan tikus yang diambil indung telurnya sebagai model menopouse. Sehingga terjadi penurunan esterogen secara drastis dan memicu osteoporosis.

Dari hasil penelitian, diketahui suplemen madu Apis mellifera dapat menghambat penurunan ketebalan tulang kortikal dan memperbaiki kerusakan tulang. Sehingga tulang tidak mudah patah.

“Pemberian madu 2g/Kg berat badan terbukti mampu mencegah penurunan densitas tulang dan meningkatkan kekuatan tulang sehingga tidak mudah patah atau retak,” katanya.

Lebah madu menghasilkan beberapa produk yang memiliki kegunaan. Hasil produknya antara lain madu, royal jelly, tepung sari atau polen, lem lebah atau propolis, malam lebah atau beeswax, dan racun lebah atau beevenom. Kandungan aktif pada madu Apis terdiri dari polyphenolic compound lebih dari 150 substansi termasuk phenolic acid, flavonoids, flavonols, catechins, dan derivate cinnamic acid.

Flavonoid merupakan senyawa kimia yang bersifat antibakteri, antifungal, antiviral, antioksidan dan anti inflamasi. Flavonoid juga memiliki peran dalam melindungi tulang melalui mekanisme, diantaranya aktivasi antioksidan, agen anti inflamasi yang berkorelasi pada cedera tulang, agen pro-osteoblastik, antiosteoklastogenesis, melalui tindakan osteoimunologi. Polifenol dan saponin juga berpengaruh pada aktivasi osteoblas yang mengarah ke perbaikan tulang.

Baca juga: Intip Cara Budidaya Lebah Madu, Prospek Ternak yang Menjanjikan

Tulang manusia sebagai bagian dari sistem gerak adalah jaringan yang kaku dan kuat, dengan salah satu fungsi menopang tubuh. Namun, bila mendapat tekanan dari luar yang melebihi kekuatannya, tulang dapat patah. Kondisi ini yang kemudian disebut dengan fraktur atau patah tulang.

Dengan adanya penelitian yang dilakukan Dr. Dian, hal ini membuka peluang pemanfaatan madu Apis mellifera sebagai agent perbaikan tulang. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here