Home Biodiversitas Keanekaragaman Hayati, Ketahanan Pangan dan Deforestasi Mulai Teratasi di Flores

Keanekaragaman Hayati, Ketahanan Pangan dan Deforestasi Mulai Teratasi di Flores

Keanekaragaman Hayati Ketahanan Pangan dan Deforestasi

Agrozine.id – Dalam beberapa tahun terakhir Yayasan Kehati melakukan program revitalisasi sorgum di Flores bersama mitra seperti Yaspensel dan Jaringan Gereja Katolik. Kearifan lokal yang sudah lama ditinggalkan oleh masyarakat di Flores kini mulai dimunculkan kembali. Keanekaragaman hayati, ketahanan pangan dan deforestasi yang menjadi masalah hingga saat ini sedikit demi sedikit mulai bisa diatasi.

Sorgum menjadi salah satu penganan pokok yang tengah gandrung di pulau yang berada di Indonesia Timur itu. Sorgum adalah tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan, sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandum, jagung, padi, dan jelai. Sorgum merupakan makanan pokok penting di Asia Selatan dan Afrika sub-sahara.

Saat ini ladang sorgum telah tumbuh di berbagai penjuru Flores dan beberapa pulau sekitarnya seperti Adonara, Lembata dan Solor. Masyarakat kembali berlomba-lomba menanam sorgum sebagai salah satu makanan pengganti nasi di Flores.

Keanekaragaman Hayati Ketahanan Pangan dan Deforestasi

Program budidaya sorgum ini pun mendapat sambutan baik dari berbagai pemangku kepentingan. Selain dari jaringan gereja, program ini pun mendapat sambutan baik dari pemerintah kabupaten dan Kementerian Pertanian. Benih-benih sorgum mulai didistribusikan, dikembangkan dan ditelusuri untuk meningkatkan produktivitas. Alat pertanian untuk mendukung kegiatan pasca panen pun mulai didistribusikan untuk menunjang kelangsungan keanekaragaman hayati, ketahanan pangan dan deforestasi.

Baca Juga: Kenapa Sapi Holstein Berukuran Besar? Cek Faktanya Berikut Ini!

Berbagai inisiatif dan ide telah diluncurkan untuk mengembalikan kejayaan sorgum sebagai pangan alternatif dan menjadi bagian penting dari konsumsi masyarakat. Pengolahan sorgum menjadi berbagai produk olahan juga terus dikembangkan dan proses pemasarannya pun mulai digencarkan. Salah satu contohnya adalah dengan penyediaan olahan produk sorgum di sekolah-sekolah sebagai upaya untuk mengenalkan sorgum sebagai sumber pangan dini kepada anak-anak.

Meski belum menujukkan hasil yang signifikan, namun perjalanan masih panjang untuk keanekaragaman hayati, ketahanan pangan dan deforestasi. Program budidaya sorgum ini setidaknya sudah memiliki tempat di hati masyarakat dan mulai memberikan kontribusi yang cukup berarti bagi ketahanan pangan masyarakat setempat dan mulai juga terlihat berpengaruh pada peningkatan pendapatan petani.

Baca Juga: Tanaman Hias Indoor Yang Instagramable, Apa Saja?

Program revitalisasi sorgum di Flores ini menjadi salah satu program yang dilakukan Kehati dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Hal ini juga sejalan dengan misi yang diemban Kehati yaitu untuk mengarusutamakan pelestarian dan pemanfaatan keanekeragaraman hayati secara berkelanjutan untuk mencegah keanekaragaman hayati, ketahanan pangan dan deforestasi kembali menjadi masalah yang memerlukan penanganan serius. Sekaligus juga upaya ini sebagai cara untuk mensyukuri keberagaman hayati di Indonesia bukan hanya tentang keberagaman jenis flora dan fauna tetapi juga dilihat dari keanekaragaman ekosistem Indonesia termasuk hutan yang terangkai indah di Nusantara. (ira)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here