Home Kampus Keanekaragaman Simplisia Nabati dan Produk Obat Tradisional yang Diperdagangkan di Kabupaten Bojonegoro...

Keanekaragaman Simplisia Nabati dan Produk Obat Tradisional yang Diperdagangkan di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur

Simplisia Nabati

Agrozine.id – Produk obat tradisional Bojonegoro. Tumbuhan bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan termasuk menjadi obat. Bagian tumbuhan yang dikeringkan dan dikonsumsi sebagai obat disebut simplisia. Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu yang memiliki beragam simpilisia nabati dan produk obat tradisional.

Hal tersebut menjadi latar belakang Rina Nur Cahyani melakukan penelitian tentang Keanekaragaman simplisia nabati  yang diperdagangkan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Dengan konsep back to nature, pengobatan herbal menggunakan simplisia dan produk obat tradisional semakin diminati, sehingga banyak jenis simplisia yang diperdagangkan di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro.

Simplisia Nabati

Melalui penelitiannya tentang produk obat tradisional bojonegoro Rina melihat langsung kondisi pasar, dan berbagai jenis produk dan keanekaragaman simplisia dan obat tradisional yang diperdagangkan di pasar tradisional Kabupaten Bojonegoro dan mewawancarai secara langsung pedagang di pasar tersebut.

Proses pengumpulan data dilakukan oleh perempuan asal Bojonegoro ini selama satu bulan dengan melakukan wawancara dan observasi langsung di beberapa pasar tradisional di Bojonegoro.

Hampir semua bagian tumbuhan yang dijadikan simplisia mulai dari daun, batang, akar, kulit, bunga, biji dan buah. Melalui penelitiannya soal produk obat tradisional bojonegoro, Rina menemukan keanekaragaman simplisia nabati yang paling banyak diperdagangkan di pasar tradisional Bojonegoro adalah dalam bentuk daun.

Sedangkan tumbuhan obat paling banyak ditemukan berasal dari famili Zingiberaceae (jahe-jahean) yang dipercaya bisa mengobati berbagai jenis penyakit seperti masuk angin, dan meningkatkan imun tubuh. Selain itu jahe-jahen dibutuhkan sebagai bumbu masak sehingga banyak diperjualbelikan di pasar.

Diakui Rina proses identifikasi jenis simplisia menjadi kendala dalam penelitiannya. Pasalnya banyaknya jenis simplisia akar, biji ataupun kulit buah yang tidak memiliki label sehingga sulit untuk diidentifikasi. Selain itu beberapa pedagang yang ditemui tidak bersedia untuk menjadi narasumber, juga menjadi kendala yang dialami Rina dalam menyelesaikan penelitiannya.

Baca juga : 6 Produk Turunan Sawit Asal Riau Mampu Bersaing di Pasar Global

Dari semua jenis tumbuhan obat maupun simplisia nabati yang ditemukan Rina di pasar, beberapa diantaranya adalah jenis tumbuhan langka. Sehingga melalui adanya penelitian yang sudah dilakukannya, Rina berharap bisa memberikan informasi penting terkait dengan status kelangkaan tumbuhan tersebut yang menjadi data dalam penelitiannya tentang produk obat tradisional bojonegoro.

Baca Juga : Ekspor Serabut Kelapa ke China Terus Mengalami Peningkatan

“Perlu adanya penelitian secara berkala mengenai keanekaragaman simplisia nabati dan tumbuhan obat tradisional ini supaya bisa diketahui oleh dinas terkait seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian untuk meningkatkan mutu simplisia. Untuk tumbuhan obat yang termasuk dalam jenis langka mungkin bisa dilakukan upaya pencegahan supaya tidak semuanya punah dengan budidaya sistem TOGA (Tumbuhan Obat Keluarga)”, pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here