Home Agrowisata Kebun Raya Cibinong, Pusat Konservasi Tumbuhan Indonesia (1)

Kebun Raya Cibinong, Pusat Konservasi Tumbuhan Indonesia (1)

www.brin.go.id

Agrozine – Selama ini mungkin kamu hanya tahu satu saja kebun raya di Bogor, yaitu Kebun Raya Bogor yang ada di Kota Bogor. Padahal, ada satu lagi loh kebun raya di Bogor, yaitu di Cibinong, Kabupaten Bogor. Artikel kali ini akan mengenalkan kamu pada Kebun Raya Cibinong. Baru tahu ya…? Maklum, kebun raya ini memang belum lama dibuka untuk umum.

Cibinong tak hanya dikenal sebagai kota industri, diantaranya terdapat pabrik semen terbesar di Asia Tenggara. Namun, siapa sangka, kini di ibu kota Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat ini hadir pula pusat konservasi tumbuh-tumbuhan, yaitu Kebun Raya Cibinong atau  Cibinong Science Center Botanical Garden. Letaknya di Cibinong Science Center, sebuah kawasan seluas 189 hektare milik Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Kebun Raya Cibinong adalah satu di antara enam kebun botani yang dikelola oleh LIPI, bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. Sedangkan lima kebun raya lainnya terdiri dari Kebun Raya Bogor (KRB) dan Cibodas di Jawa Barat, Bedugul (Bali), Purwodadi (Jawa Timur). Terakhir adalah Kebun Botani Puspitek Serpong yang menyatu dengan kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Banten.

Lokasi tepatnya ada di Jalan Raya Jakarta-Bogor, KM.46, Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pengelola dan Pemkab Bogor juga telah membangun jalan lingkar sepanjang 5 kilometer sebagai akses pengunjung untuk menuju ke Kebun Raya Cibinong ini. Kebun Raya Cibinong ini jaraknya hanya lima menit berkendara dari pusat pemerintahan Kabupaten Bogor.

Kebun Raya Cibinong (KRC) bisa dikunjungi wisatawan setiap hari, mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Harga tiket masuk Kebun Raya Cibinong mulai dari Rp 15.000  saat hari biasa, dan mulai dari Rp 25.000 saat akhir pekan.

Khusus pengunjung yang membawa kendaraan ke Kebun Raya Cibinong akan dikenakan tarif parkir sesuai jenis kendaraan. Rp 3.000 untuk parkir sepeda, Rp 5.000 untuk parkir motor, Rp 10.000 untuk parkir mobil, dan Rp 50.000 untuk parkir bus.

Sejak dipersiapkan 18 tahun lalu, baru 32 ha dari total luas lahan yang termanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tumbuhan endemik Nusantara. Lambatnya pengembangan Kebun Raya Cibinong disebabkan karena sulitnya memindahkan tanaman dari kawasan dataran tinggi ke dataran rendah. Memindahkan tanaman atau pohon-pohon dari dataran tinggi dengan kondisi lahan basah harus ada modifikasi.

Kebun Raya Cibinong difungsikan sebagai tempat koleksi, pemeliharaan, penangkaran berbagai jenis tumbuhan. Hal ini bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan habitat baru serta pelestarian jenis tumbuhan secara ex-situ di Indonesia. Kebun botani ini juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengunjung bisa langsung melihat aktivitas para peneliti LIPI yang sedang melakukan penelitian di lokasi kebun botani.

Kebun raya  Cibinong juga difungsikan sebagai sarana healing atau rekreasi sehat. Selain akan disiapkan fasilitas rumah kaca (greenhouse) raksasa, juga telah dibangun Danau Ecopark LIPI, sebuah kolam penampung air seluas 23 ha yang dikenal sebagai Danau Dora. Hulu danau ini luasnya mencapai 2 ha, memanjang ke bagian utara sekitar 700 meter dengan lebar bervariasi antara 10-50 meter. Rumput hijau menghiasi sudut-sudut daratan berundak sekitar danau, melengkapi indahnya tumbuhan teratai di tengah danau.

Di tepian danau dibangun lintasan pejalan kaki berbahan kayu, melengkung hingga ke tengah danau. Bentuk melengkung dari lintasan kayu itu seperti model rambut berponi dari tokoh Dora dalam film kartun anak-anak “Dora The Explorer”. Oleh karena itu para pengunjung menamainya sebagai Danau Dora.

Meskipun KRC sama-sama menyandang status sebagai kebun botani, konsepnya berbeda dengan KRB. Jika di KRB tumbuh-tumbuhan yang ada ditata berdasarkan famili, maka di Cibinong dikelompokkan berdasarkan region pulau-pulau besar di Indonesia. Ada tujuh bioregion Indonesia, yaitu Sumatra, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara (Kepulauan Sunda Kecil), Maluku, dan Papua. Vegetasi merupakan salah satu penciri utama suatu bioregion.  Beragam spesies pohon penyusun vegetasi dari tujuh bioregion telah ditanam sebagai koleksi hidup KRC.

Saat ini, koleksi tumbuhan yang dimiliki KRC dikhususkan untuk tumbuhan tropis Indonesia, yaitu flora yang hidup di dataran rendah atau maksimal 500 meter di atas permukaan laut. Jumlah koleksi tumbuhannya sendiri yang dimiliki sebanyak 1.147 spesimen, yang terdiri atas 86 famili, 328 marga, dan 733 jenis.

Ekoregion adalah wilayah geografis yang memiliki kesamaan ciri iklim, tanah, air, flora, dan fauna asli, serta pola interaksi manusia dengan alam yang menggambarkan integritas sistem alam dan lingkungan hidup. Ekoregion diwujudkan dengan membuat replika hutan khas untuk setiap bioregion-nya. Misalnya, Bioregion Kalimantan diwakili dengan replika hutan Dipterocarpaceae, Nusa Tenggara diwakili dengan replika savana, Jawa-Bali dengan replika hutan dataran rendah, dan Sumatra diwakili dengan hutan non Dipterocarpaceae.

Salah satu tipe ekoregion hutan dataran rendah di Jawa Barat ada di Cagar Alam Dungus Iwul di Kabupaten Bogor. Ekoregion ini dihadirkan replikanya di KRC, yaitu di blok Bioregion Jawa-Bali, dengan menampilkan vegetasi yang didominasi oleh pohon iwul (Orania sylvicola (Griff.) H. E. Moore), yaitu jenis palem asli Indonesia yang keberadaannya mulai langka.

Bersambung Ke Artikel Selanjutnya: “Kebun Raya Cibinong, Pusat Konservasi Tumbuhan Indonesia (2)”.

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini: 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here