Home Biodiversitas Mengenal Hewan Babi, Ternyata Suka Tidur Di Tempat Bersih

Mengenal Hewan Babi, Ternyata Suka Tidur Di Tempat Bersih

livescience.com

Agrozine.id – Rupa hewan ini sudah sangat familiar, dari anak kecil hingga dewasa tahu hewan yang satu ini. Babi dalam film-film kartun digambarkan sebagai hewan yang lucu dan terlihat menggemaskan. Namun, bagaimanakah sesungguhnya kehidupan hewan babi? Mungkin belum banyak yang tahu. Langsung disimak saja ya ulasannya berikut ini.

Hewan dari famili Suidae ini memang terkenal rakus. Apa saja yang ditemuinya dimakan, baik itu buah-buahan, umbi-umbian, tikus, cacing, bangkai hingga akar pun dimakannya. Meskipun demikian, babi tidak bisa sepenuhnya dianggap sebagai hama. Sebab, secara ekologis babi hutan berperan penting dalam mata rantai makanan sebagai mangsa bagi “Predator” tingkat tinggi seperti macan tutul dan ular pithon.

Babi adalah sejenis hewan ungulata (hewan berkuku) yang bermoncong panjang dan berasal dari kawasan Eurasia. Babi yang di pelihara pada jaman nenek moyang berasal dari dua jenis babi liar, yaitu Sus vitatus dan Sus scrofa.

Bukti arkeologi menunjukkan bahwa babi didomestikasi dari babi hutan di wilayah Timur Dekat di alam liar. Babi dipelihara oleh manusia diperkirakan sudah sejak 11.400 tahun yang lalu di Siprus. Terdapat pula domestikasi di China yang terjadi sekitar 8.000 tahun yang lalu.

Di wilayah Timur Dekat, peternakan babi terus menyebar selama beberapa milenium berikutnya. Namun, peternakan ini berkurang secara bertahap selama Zaman Perunggu karena populasi pedesaan berfokus pada ternak lain penghasil komoditas. Babi Asia diperkenalkan ke Eropa selama abad ke-18 dan awal abad ke-19. Babi peliharaan adalah salah satu mamalia besar paling banyak di bumi.

Ukuran dan bobot babi hutan sangat bervariasi, tergantung pada jenis, pola makan, dan habitatnya. Babi di alam liar dapat memiliki berat antara 130 kg hingga 300 kg. Babi peliharaan dibiakkan untuk menjadi lebih besar dan jauh lebih berat daripada babi liar.

Meskipun berukuran besar, babi ternyata mampu berlari lebih cepat dari macan tutul. Babi juga memiliki senjata berupa gading. Gading dapat tumbuh lebih panjang dari 7 cm dan merupakan senjata tajam yang menakutkan bagi lawannya. Di alam liar, babi dapat hidup hingga 20 tahun atau lebih lama.

Babi terkenal suka mencari makanan dan akan membalikkan tanah dengan moncongnya. Ini adalah perilaku alami yang penting dan sangat bermanfaat bagi ekosistem mereka. Babi menggunakan moncongnya yang kuat untuk menggali tanah mencari akar dan umbi sehingga menggemburkan tanah yang memudahkan  bagi tanaman baru untuk tumbuh.  Mereka juga memakan daun, buah dan bunga. Kadang-kadang mereka memakan hewan pengerat dan reptil kecil serta serangga dan sebagian besar apa pun yang mereka temui. Makanan babi bisa sangat bervariasi karena mereka sering mencari makan sejauh ratusan kilometer persegi di habitat aslinya.

Babi di alam liar menghabiskan waktu berkubang di lumpur, yang menjaga babi tetap dingin dalam cuaca hangat. Babi memiliki fungsi kelenjar keringat yang terbatas sehingga hanya sedikit berkeringat. Oleh karena itu, berkubang sangat penting untuk mengatur suhu tubuhnya. Saat mengering, lumpur mendinginkan permukaan kulit babi. Lumpur juga membentuk penghalang pelindung dari lalat dan parasit lain yang menggigit babi.

Meskipun babi menyukai mandi lumpur, tetapi babi adalah hewan yang sangat bersih dan sangat khusus dalam memelihara “rumah” mereka. Hewan ini menjaga area toilet mereka jauh dari tempat tinggal dan makan mereka, bahkan anak babi yang baru lahir melakukannya. Baik di alam liar maupun di penangkaran, babi menata dan merapikan area sarangnya untuk memastikan ruang tidurnya bersih dan nyaman.

Babi secara alami hidup dalam kelompok kecil, yang terdiri dari 3 atau 4 induk babi dan anak-anaknya. Anak babi yang jantan pergi ketika telah dewasa untuk mencari pasangannya.

Babi liar biasanya melahirkan setahun sekali di musim semi ketika makanan berlimpah dan dapat melahirkan antara 5 hingga 14 anak. Sebelum melahirkan, induk babi menunjukkan naluri alaminya dengan melalui proses bersarang. Dia akan mengumpulkan dedaunan, jerami, dan rumput untuk membangun sarang yang nyaman dan aman bagi anak-anaknya. Anak babi yang baru lahir tinggal dalam sarang selama sekitar 10 hari dan terus meminum susu induknya selama sekitar 3 bulan sebelum disapih.

Babi termasuk salah satu mamalia yang paling cerdas, konon lebih pintar dan mudah dipelihara dibandingkan dengan anjing dan kucing. Kecerdasan dan kemampuan beradaptasi babi membuatnya mampu berkembang di berbagai habitat, termasuk padang rumput, lahan basah, hutan, dan sabana. Penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan hewan ini sama dengan kecerdasan rata-rata anak berusia 3 tahun. Babi berkomunikasi dengan sistem dengusan dan cicitan yang kompleks. Hewan ini menggunakan nada dan durasi untuk menandakan makna yang berbeda, mulai dari peringatan tentang bahaya, mengekspresikan kasih sayang, hingga menginformasikan adanya makanan. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here