Home Hortikultura Keladi Tengkorak, Tanaman Asal Kalimantan yang Menawan

Keladi Tengkorak, Tanaman Asal Kalimantan yang Menawan

Tanaman Keladi Tengkorak (Foto: plantsinsights.com)

Agrozine – Tanaman keladi tengkorak yang bernama ilmiah Alocasia cuprea ini juga dikenal sebagai Jewel Alocasia atau Mythic Red Secret, adalah tanaman hias yang memukau dengan daunnya yang berwarna tembaga berkilauan. Tanaman ini berasal dari Kalimantan, Indonesia, dan merupakan salah satu jenis alocasia yang lebih langka dalam budidaya. Yuk Sobat Agro, kenali lebih jauh Alocasia yang satu ini.

Ciri-ciri Keladi Tengkorak

  • Daun: Daya tarik utama keladi tengkorak adalah daunnya yang besar dan berbentuk hati, dengan panjang hingga 60 cm (24 inci). Daunnya berwarna hijau tua dengan semburat tembaga yang berkilauan, dan urat daunnya berwarna merah muda atau putih. Tekstur daunnya halus dan seperti beludru.
  • Ukuran: Alocasia ini dapat tumbuh hingga ketinggian 1 meter (3 kaki) di dalam ruangan.
  • Pertumbuhan:Keladi ini adalah tanaman yang tumbuh lambat dan dapat memakan waktu beberapa tahun untuk mencapai ukuran penuhnya.

Perkembangbiakan

Keladi tengkorak dapat diperbanyak dengan membagi rimpang atau setek batang. Berikut penjelasannya:

Membagi Rimpang

Cara ini paling baik dilakukan di musim semi atau awal musim panas saat tanaman sedang aktif tumbuh.

  1. Angkat tanaman dari potnya dengan hati-hati.
  2. Gunakan pisau tajam yang disterilkan untuk membagi rimpang menjadibeberapa bagian, pastikan setiap bagian memiliki setidaknya satu tunas atau akar.
  3. Biarkan potongan rimpang mengering selama beberapa jam sebelum ditanam di pot terpisah dengan tanah pot yang porous dan kaya akan bahan organik.
  4. Siram pot dengan air secukupnya dan jaga agar tanah tetap lembap,tetapi tidak basah.
  5. Tempatkan pot di tempat yang hangat dan terang, hindari sinar matahari langsung.

Stek Batang

Cara ini dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun, tetapi paling baik dilakukan di musim semi atau awal musim panas.

  1. Pilih batang yang sehat dengan beberapa daun.
  2. Potong batang tepat di bawah simpul daun dengan pisau tajam yang disterilkan.
  3. Hilangkandaun bagian bawah dari batang yang akan dimasukkan ke dalam tanah.
  4. Celupkan ujung batang yang dipotong ke dalam hormon rooting(opsional).
  5. Tanam batang dalam pot dengan tanah pot yang porous dan kaya akan bahan organik.

Perawatan

  • Cahaya: Keladi tengkorak membutuhkan cahaya terang dan tidak langsung. Hindari sinar matahari langsung karena dapat membakar daunnya.
  • Penyiraman: Siram tanaman saat bagian atas tanah terasa kering. Air berlebihan dapat menyebabkan busuk akar.
  • Kelembapan: Keladi ini menyukai kelembapan tinggi. Kamu dapat meningkatkan kelembapan di sekitar tanaman dengan menggunakan pelembab ruangan atau menempatkannya di atas nampan kerikil basah.
  • Suhu: Keladi tengkoraklebih menyukai suhu hangat, idealnya antara 65-80 derajat Fahrenheit (18-27 derajat Celcius).
  • Tanah: Gunakan campuran pot yang porous dan berdrainase baik.
  • Pupuk: Pupuk tanaman ini sebulan sekali selama musim tanam dengan pupuk tanaman hias yang seimbang.
Tips:
  • Bersihkan daun keladi tengkorak secara teratur dengan kain lembap untuk menghilangkan debu dan kotoran.
  • Repot tanaman inisetiap tahun atau dua tahun saat potnya mulai terasa penuh.
  • Keladi tengkorak beracun bagi manusia dan hewan peliharaan jika tertelan. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Keladi tengkorak adalah tanaman yang mencolok dan dapat menjadi tambahan yang indah untuk dekorasi rumahmu. Jika kamu mencari tanaman hias yang unik dan menarik, tanaman ini adalah pilihan yang tepat. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

https://www.youtube.com/watch?v=m4koZW83lvY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here