Home Perikanan Parameter Kualitas Air untuk Memastikan Kelancaran Sistem Resirkulasi Akuakultur (RAS)

Parameter Kualitas Air untuk Memastikan Kelancaran Sistem Resirkulasi Akuakultur (RAS)

Agrozine.id – Sistem Resirkulasi Akuakultur (RAS) telah dirancang dan diperasikan sejak tiga dekade terakhir dan baru-baru ini sistem baru di Panama telah berhasil mengembangkan nila dan udang dengan sistem RAS.

Berikut ini akan dibahas parameter apa saja yang mempengaruhi kualitas air untuk memastikan kelancaran sistem RAS tersebut dalam proses budidaya.

 

1. Analisis Kualitas Air

Dasar-dasar pengolahan kualitas air dalam RAS sangat berpengaruh untuk mendorong pertumbuhan dan mencegah penyakit pada hewan budidaya. Analisis rutin kualitas air biasanya meliputi pengukuran oksigen terlarut berturut-turut pada siang dan malam hari dan pengukuran kadar oksigen yang dilakukan setiap minggu atau setiap hari tergantung pemberian pakan.

Salah satu aturan penting yang perlu diperhatikan ketika membahas Sistem Resirkulasi Akuakultur adalah akumulasi nitrogen serta persyaratan aerasi yang didasarkan pada jumlah pakan yang ditempatkan dalam RAS dan bukan biomassa yang dipanen.

Untuk menghindari masalah yang sering terjadi pada kualitas air dalam RAS bisa dilakukan dengan cara termudah yaitu mengganti air dengan rutin dan membuang limbah. Untuk menjaga kualitas air disarankan untuk mengganti air kolam atau tangki sebanyak 10 persen per tangki/kolam yang digunakan.

2. Suhu

Variabel yang paling mudah dipahami dan dimanipulasi dalam sistem RAS adalah suhu. Suhu idela untuk setiap hewan budidaya dianggap sebagai faktor yang menghasilkan pertumbuhan tercepat sekaligus menjadikan lingkungan budidaya sehat. Semakin mendekati suhu ideal untuk hewan yang dibudidayakan, sistem RAS dapat menjadi lebih produktif dan ekonomis.

3. Oksigen dan Karbon Dioksida

Terdapat berbagai sistem aerasi yang dapat diguankan untuk memasok oksigen dalam sistem Sistem Resirkulasi Akuakultur, tergantung dengan ukuran dan spesies hewan budidaya. Ada tiga fungsi penting aerator yaitu meningkatkan oksigen terlarut, mencampur air kultur dan menyebarkan karbon dioksida dari air ke atmosfer.

4. Deteksi Bahaya Karbon Oksida

Karbon dioksida merupakan respirasi dari  hewan target yang diberi makan dengan RAS tetapi juga bakteri dan fitoplankton yang tumbuh di air dan di permukaan apapun. Jumlah total karbon dioksida yang dihasilkan oleh alga dan bakteri biasanya lebih tinggi daripada hewan budidaya.

Batas karbon dioksida untuk ikan dan udang adalah 15-20 mg/L. Dalam sistem RAS yang memiliki turbulensi rendah, seperti sistem yang menggunakan udara terdifusi, konsentrasi karbon dioksida dapat menciptakan kondisi bahaya dengan menurunkan pH ke tingkat yang merugikan yang biasanya dibawah 7.

5. Nitrogen Beracun

Dalam pengelolaan sistem Sistem Resirkulasi Akuakultur, kadar nitrogen beracun merupakan salah satu yang memerlukan perhatian besar. Produk limbah yang dihasilkan dari metabolisme nitrogen atau pemecahan protein adalah amonia yang memiliki dua bentuk dalam air yaitu bentuk tidak terikat (NH3) yang beracun dan bentuk yang terionisasi (NH4+) yang tidak beracun.

Hubungan pH dan amonia merupakan konsep terpenting kedua yang harus dipahami dalam produksi akuakultur. Saat pH meningkat, persentase amonia yang tidak terikat akan meningkat dengan hasil yang terkadang dramatis.

6. Limbah Padat di Air Budidaya

Limbah padat yang terakumulasi dalam sistem akuakultur dapat bermanfaat dalam hal menyediakan nutrisi dalam kasus detritivora seperti udang dan nila, namun padatan juga dapat menjadi masalah bagi spesies yang lebih sensitif seperti trout dan salmon. Sekitar 50% dari semua pakan yang dikirm ke RAS berakhir sebagai limbah padat dalam air atau kolam budidaya.

Memahami kualitas air dalam Sistem Resirkulasi Akuakultur membutuhkan penguasaan penggunaan sejumlah variabel tertentu agar dapat dipertahankan dalam kisaran yang menghasilkan jumlah pertumbuhan tertinggi dan lingkungan terbaik untuk mencegah penyakit. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here