Home Peternakan Kementan Mempercepat Vaksinasi PMK Jelang Ramadhan

Kementan Mempercepat Vaksinasi PMK Jelang Ramadhan

Vaksinasi Hewan Ternak Diperlukan untuk Pencegahan (Sumber foto: steponthebox.com)

Agrozine.id – Penyakit mulut dan kuku (PMK) adalah penyakit hewan menular yang disebabkan oleh virus Foot-and-Mouth Disease Virus (FMDV) yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, domba, kambing, dan babi.

Gejala hewan yang terjangkit penyakit PMK, yaitu lepuh pada mulut dan kuku, air liur berlebihan, demam, nafsu makan menurun, kesulitan berjalan, dan kematian pada anak hewan. Dampaknya penurunan produksi susu dan daging, kematian hewan, dan kerugian ekonomi bagi peternak.

Pencegahan penyakit PMK, yaitu dengan vaksinasi hewan, biosecurity (pembatasan pergerakan hewan, sanitasi peternakan), dan pemotongan hewan yang terinfeksi.

Pada tahun 2022, PMK kembali merebak di Indonesia setelah bebas selama 38 tahun. Oleh karena itu, untuk mencegah munculnya kembali merebaknya PMK jelang ramadhan, Kementerian Pertanian Indonesia melakukan percepatan vaksinasi PMK di 8 kabupaten pada 5 provinsi dalam 2 (dua) pekan terakhir ini, yaitu:

  • Kabupaten Indragiri Hulu di Riau
  • Kabupaten Sukabumi di Jawa Barat
  • Kabupaten Barru di Sulawesi Selatan
  • Kabupaten Lombok Tengah & Lombok Timur di Nusa Tenggara Barat
  • Kabupaten Pati, Rembang, dan Wonogiri di Jawa Tengah

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah, mengungkapkan bahwa percepatan vaksinasi ini dilakukan di daerah padat ternak, daerah produsen ternak, dan juga tinggi lalu lintas ternaknya. Menurutnya, vaksinasi tidak hanya dilakukan daerah-daerah tersebut, tetapi juga dilaksanakan di wilayah lain yang tertular PMK. Ia juga mengungkapkan bahwa dalam program percepatan vaksinasi ini, pihaknya meminta Dinas Kabupaten menyiapkan tim vaksinator di setiap lokasi target untuk memetakan target wilayah vaksinasi, hewan dan jumlah ternak yang akan divaksin, sampai merencanakan kegiatan edukasi ke peternak.

Ia pun berharap, dari kegiatan ini Dinas dan tim vaksinator serta semua pihak yang dilibatkan untuk berkomitmen bersama dalam memacu vaksinasi PMK di Lapangan.

Luuk Schoonman, Ketua Tim Pusat Darurat FAO ECTAD di Indonesia mengatakan bahwa FAO ECTAD akan terus mendukung program pemerintah dalam pengendalian PMK. Pihaknya dengan dukungan pemerintah Australia telah mengalokasikan anggaran khusus untuk hal tersebut, termasuk dukungan percepatan vaksinasi.

Direktur Kesehatan Hewan, Nuryani Zainuddin, menyampaikan bahwa hingga saat ini kasus PMK masih terus dilaporkan dari beberapa provinsi. Munculnya kasus PMK menandakan bahwa virus masih terus bersirkulasi sehingga potensi penularan penyakit ini tetap mungkin terjadi. Menurutnya, PMK ini disebabkan oleh virus yang sampai saat ini belum ada pengobatan yang efektif sehingga langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah pencegahan dengan vaksinasi secara periodik, yaitu setiap 6 bulan.

Nuryani juga memaparkan bahwa hasil pemetaan untuk kegiatan percepatan yang dilakukan dalam 5 hari tersebut, total target vaksinasi diperkirakan mencapai 73.247 ekor dengan target jenis hewan sapi, kambing, dan domba. Ia juga mengungkapkan bahwa timnya terjun langsung ke lapangan dalam optimalisasi percepatan vaksinasi untuk pendampingan dan pemantauan pelaksanaan vaksinasi. Kegiatan percepatan vaksinasi direncanakan akan terus dilakukan secara bertahap di wilayah potensial hingga menjelang hari raya Idul Adha. Hal tersebut penting menurutnya, mengingat 1-3 bulan menjelang hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, lalu lintas ternak sapi, kambing, domba akan tinggi.

Nuryani tidak ingin ada lonjakan kasus PMK yang dapat menyebabkan kerugian bagi peternak akibat ternak sakit menjelang masa panen dihari raya. Oleh karena itu, penting untuk terus mengkampanyekan vaksinasi dan mendorong Dinas bersama tim vaksinatornya untuk terus meningkatkan capaian vaksinasinya. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here