Home Pertanian Kemitraan Konservasi Kelompok Tani Hutan Malasari Lestari dan Taman Nasional Gunung Halimun...

Kemitraan Konservasi Kelompok Tani Hutan Malasari Lestari dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Agrozine.id – Berada di Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor, Jawa Barat Desa Wisata Malasari merupakan bagian dari Wilayah II Pengelolaan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Saat ini secara resmi Kelompok Tani Hutan Konservasi Malasari Lestari menjalin kemitraan konservasi dengan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Tani Hutan Konservasi Malasari Lestari

Kelompok Tani Hutan Konservasi Malasari Lestari mendapat izin pengelolaan lahan di dalam kawasan taman nasional yang selama 25 tahun dan akan melalui proses perpanjangan dalam 10 tahun sekali oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Ditemui di rumahnya, Abah Gede sapaan akrab pria bernama lengkap Endang Sukendar  selaku Ketua Kelompok Tani Hutan Malasari Lestari mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada setiap pihak yang sudah terlibat dalam proses pengajuan kemitraan konservasi antara Desa Malasari dengan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Dirjen KSDAE, Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, pihak ketiga yang terlibat juga kepada para petani yang bersama-sama mewjudkan terbentuknya kemitraan konservasi tersebut.

Baca Juga : Evaluasi Anggaran Program Ekowisata di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Penyerahan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak dengan Kelompok Tani Hutan Malasari Lestari yang dilaksanakan pada (27/10/2020) lalu sekaligus menjadi pengesahan kemitraan konservasi yang terjalin antara Kelompok Tani Hutan Desa Wisata Malasari dengan Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Kelompok Tani Hutan Malasari Lestari diberikan izin untuk menggarap lahan seluas 40,52 hektar yang masih termasuk ke dalam zona pengelolaan taman nasional. Di lahan tersebut para petani membudidayakan berbagai jenis tanaman hortikultura, padi lokal, dan rempah seperti jahe dan kapulaga.

Tani Hutan Konservasi Malasari Lestari
Panen jahe merah Kelompok Tani Hutan Malasari Lestari

Desa Wisata Malasari memiliki keunikan dimana perkampungan yang ada di dalamnya tersebar sehingga bisa ditanami berbagai jenis tanaman berdasarkan kesesuaian lahan. Keunikan lain dari desa ini adalah istilah 1001 undakan yang menjelaskan lokasi sawah terasering Desa Malasari.

Menurut Abah Gede, istilah tersebut sudah ada secara turun-temurun sejak tahun 40-an dan digunakan hingga saat ini dengan komoditas padi lokal yang ditanami di sawah. Tak hanya itu Kelompok Tani Hutan Malasari Lestari juga menanam komoditas jahe merah dimana hasil panennya sudah ditampung oleh sebuah perusahaan jamu.

Baca Juga : Alfredo Septiano: Bangga Menjadi PEH Taman Nasional Siberut

Namun dari segi permodalan, dikatakan Abah bahwa kelompok tani nya masih membutuhkan bantuan dari pemerintah atau pihak ketiga, pasalnya selama ini permodalan yang digunakan oleh para petani masih swadaya sendiri.

Baca Juga : Faperta USU: Pemanfaatan Eco Enzyme sebagai Pupuk Organik dan Desinfektan

“Pemasaran untuk jahe merah dan lengkuas tidak ada masalah. Tapi kalau permodalan sementara ini kami masih swadaya sendiri. Karena itu kami dari Kelompok Tani Hutan Malasari Lestari sangat mengharapkan bimbingan dan bantuan dari pihak-pihak terkait dalam hal permodalan”, ungkap Abah. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here