Home Perkebunan Kenali Manfaat Tanaman Porang yang Bernilai Jual Tinggi

Kenali Manfaat Tanaman Porang yang Bernilai Jual Tinggi

Agarozine.id–Tanaman porang bernilai jual tinggi, banyak orang yang membicarakan dan bertanya. Ini tak lepas dari Paidi yang berhasil menjadi miliuner berkat tanaman porang yang biasa ia panen lebih cepat, 7 bulan setelah tanam. Tak ayal, paidi bisa mencicipi keuntungan dari kebutuhan ekspor 750 per tahun. Ok, kali ini kita akan kenali manfaat tanaman porang itu untuk apa sih dan kenapa bernilai jual tinggi.

Sejatinya, porang di hutan dan pertanian konvensional membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk mencapai masa panen. Ini terjadi karena porang harus hidup di bawah naungan pohon besar yang secara tidak langsung juga menyerap nutrisi.

Semakin tertarik dengan pembahasan tanaman porang bernilai jual tinggi? Tim Agrozine.id sudah mempersiapkan informasi yang menguak nilai ekonomis tanaman porang.



Mengenal Tanaman Porang
Tanaman porang porang bernilai jual tinggi karena manfaatnya sangat banyak. Setidaknya, ada 10 manfaat tanaman porang untuk kesehatan. Porang sangat bermanfaat untuk mengatasi sembelit, diet sehat, percepatan penyembuhan, diabetes, peradangan di tubuh, kolesterol, resiko jantung, stroke, kulit, kanker usus, dan membuang racun. Sebagian besar manfaat ini berasal dari kandungan glucomannan di dalam porang.

Tanaman porang bisa tumbuh baik di berbagai jenis tanah dan ketinggian. Porang dapat berakar dengan baik mulai dari ketinggian 0–700 mdpl. Kamu bisa melakukan budidaya porang di lahan dekat hutan lahan tertutup atau persawahan lahan terbuka.

Jepang, China, Vietnam, Australia, dan negara- negara tetangga Indonesia membutuhkan porang. Jumlah kebutuhan per tahun sekitar 750 ton dan nilai ekspor sekitar lebih dari 11 miliar rupiah pada 2018.

Penggunaan porang
Porang seringkali digunakan untuk kebutuhan makanan dan komestik. Industri-industri besar di berbagai negara sangat membutuhkan porang sebagai bahan baku utama mereka. Porang bisa berguna sebagai bahan baku tepung, kosmetik, lem, komponen pesawat terbang, penjernih air, dan masih banyak lagi.

Negara-negara seperti Jepang, Tiongkok, Australia, dan negara-negara tetangga Indonesia telah mengakui kualitas umbi ini dan membuat tanaman porang bernilai jual tinggi.

Harga jual
Tanaman porang bernilai jual tinggi karena kebutuhan dunia masih lebih tinggi daripada produksi. Selain itu, pertanian konvensional porang dengan sistem tumpang sari masih banyak. Menurut Paidi, sejatinya 1 hektar tanaman porang pertanian konvensional hanya bisa menghasilkan 7 ton dan masa panen sekitar 3 tahun.

Namun, untuk pertanian di lahan terbuka Paidi mengakui bisa menghasilkan porang sekitar 70 ton dan waktu panen lebih singkat sekitar 7 bulan. Harga porang yang sudah dikeringkan atau chips porang sekitar 27 ribu per kilogram dan tepung porang sekitar 600 ribu perkilogram.


Ternyata memang benar tanaman porang bernilai jual tinggi. Paidi petani porang dengan teknik khususnya bisa memanen dalam 7 bulan sudah menjadi miliuner. Berawal dari pemulung, saat ini dia sudah mempunyai perusahaan di bidang porang. Tertarik ingin mengikuti kisah sukses Paidi? (Dan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here