Home Kampus Keragaman Morfologi Tanaman Penghasil Gaharu di Sragen

Keragaman Morfologi Tanaman Penghasil Gaharu di Sragen

tanaman penghasil gaharu

Agrozine.id – Gaharu  merupakan  zat aromatik  yang terbentuk  akibat respon pertahanan diri suatu tanaman terhadap serangan patogen. Zat aromatik pada gaharu banyak dimanfaatkan sebagai obat-obatan, kosmetik, dan parfum. Di Indonesia ada beberapa jenis tanaman penghasil gaharu yang prospektif untuk dibudidayakan yaitu dari genus Aquilaria dan genus Gyrinops.

Setiap penghasil  gaharu memiliki keragaman morfologi yang menjadi salah satu penanda awal sekaligus pembeda antar jenis tanaman penghasil gaharu.

Melalui penelitian yang dilakukan oleh Arifa Dewi Devakhy dengan judul “Identifikasi  Keragaman Morfologi Tanaman Penghasil Gaharu di Kecamatan Kedawung, Sragen, Jawa Tengah” dapat diketahui bagaimana keragaman morfologi dan dampak perlukaan fisik terhadap perubahan morfologi tanaman tersebut.

“Jadi sekarang ini terjadi penurunan populasi tanaman penghasil gaharu di alam yang mengakibatkan tanaman penghasil gaharu ditetapkan sebagai tanaman langka yang masuk dalam kriteria Apendix  II CITES,” ungkap Arifa tentang tanaman pengahasil gaharu.

Sehingga, berbagai usaha perbanyakan dan budidaya tanaman penghasil gaharu mulai dilakukan di berbagai daerah untuk mencegah kepunahan.

Ttanaman gaharu di berbagai daerah non-endemik dibuat dengan mendatangkan langsung tanaman induk dari daerah asalnya. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan keturunan yang baik seperti indukan di alam.

Salah satu  contoh pertanaman  gaharu  di daerah  non-endemik  terdapat  di lahan milik SMK N 1 Kedawung, Sragen. Lokasi ini merupakan salah satu contoh lahan budidaya tanaman penghasil gaharu atas kerjasama antara INSTIPER Yogyakarta dengan Dinas Perkebunan Sragen.

Variasi  morfologi  tanaman penghasil gaharu di lahan milik SMK N 1 Kedawung dapat diketahui  melalui  pengelompokkan  dan deskripsi  berdasarkan perbandingan variasi morfologi (kenampakan yang menonjol) yang diperoleh dari lapangan antara lain yaitu permukaan kulit batang, bentuk daun, dan wama batang.

Selain di lapangan, pengamatan terhadap spesimen herbarium dilakukan pula di laboratorium Pemuliaan Pohon Sub Lab Dendrologi Fakultas Kehutanan UGM.

Selanjutnya dilakukan pengelompokan setiap obyek ke dalam satu atau lebih kelompok sesuai dengan karakteristiknya. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan kesamaan antar anggota satu kelas dan meminimalkan kesamaan antar kelas.

Derajat kesamaan berdasarkan variasi morfologi tanaman penghasil gaharu dapat diketahui menggunakan software NCSS 11. Hasil analisis ini disajikan dalam bentuk dendrogram.

Dari hasil penelitian ditunjukkan variasi morfologi pada bagian vegetatif dari sejumlah 1.828 tanaman penghasil gaharu di lahan milik SMKN 1 Kedawung, Sragen, Jawa Tengah, meliputi percabangan, wama dan keadaan permukaan batang, bentuk daun dan ujung daun serta bentuk buah.

Lalu, berdasarkan analisis dendrogram untuk tanaman penghasil gaharu, karakter yang membagi populasi menjadi kelompok besar yaitu inokulasi dan tidak diinokulasi, struktur percabangan, dan ada tidaknya bunga. Perbedaan morfologi yang ditemukan  dipengaruhi  oleh adanya faktor perlakuan yang diberikan yaitu inokulasi dan keadaan lingkungan. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here