Home Perikanan Dosen IPB University Bicara Tentang Kesehatan Ekonomi Perikanan

Dosen IPB University Bicara Tentang Kesehatan Ekonomi Perikanan

Agrozine.id – Di tahun 2021, tantangan pembangunan perikanan adalah menciptakan iklim usaha yang berbasis size and tracebility dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan keadilan. Dalam konteks pembangunan perikanan tetap harus dirancang aspek keberlanjutan untuk wujudkan ekonomi hijau. Hal ini juga akan sejalan dengan pertumbuhan kesehatan ekonomi perikanan.

Seorang peneliti senior di Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Laut (PKSPL) sekaligus Kepala Pusat Kajian Bencana (PSB) IPB University, Dr Yonvitner mengatakan pergeseran pengelolaan perikanan dan kelautan di fase kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo menunjukkan sistem pemerintahan yang tidak sehat. Bukan hanya dari segi birokrasi, tapi juga dari segi ekonomi.

Ia mencatat setidaknya ada tiga karakteristik penting yang menunjukkan ekosistem ekonomi perikanan yang kurang sehat selama ini. Yang pertama adalah gangguan kebijakan, kedua kesehatan ekosistem dan ketiga adalah tentang pemerataan keadilan usaha perikanan yang tidak sehat.

Baca Juga: Innovasea Kenalkan Teknologi Perikanan Sistem Aerasi dan Oksigen Otomatis

Dikatakan Dr Yonvitner bahwa gangguan kebijakan dalam sistem pemerintahan tersebut seolah menyiratkan ketidakmampuan KKP untuk merancang sistem tata kelola yang baik, seimbang dan berdaya saing kuat. Oleh karena itu, kebijakan yang ada harus ditinjau kembali agar investor tertarik dengan investasi perikanan dan kelautan, khususnya untuk kapal diatas 500 GT. Mekanisme pay-per-go dapat diubah dengan mekanisme pay at laning port untuk memastikan ketertelusuran volume dan nilai hasil tangkapan yang dapat meningkatkan pertumbuhan kesehatan ekonomi perikanan.

harus ditinjau kembali agar investor tertarik dengan investasi perikanan dan kelautan, khususnya untuk kapal di atas 500 GT. Mekanisme pay-per-go dapat diubah dengan mekanisme pay-at-landing port untuk memastikan ketertelusuran volume dan nilai hasil tangkapan.

Selain itu. Dr Yon juga menambahkan bahwa kesehatan ekosistem yang dimulai sejak berdirinya KKP merupakan perspektif kesehatan ekonomi masa depan perikanan Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Echosounder: Alat Pendeteksi Ikan dan Kedalaman Laut

“Ekosistem yang sehat dan nyata akan berdampak pada ekonomi yang sehat, berdaya saing, merata dan berkelanjutan. Keadilan tidak hanya tentang ekonomi untuk mencapai kesejahteraan, tapi keadilan dalam tanggung jawab untuk menjaga ekosistem tetap sehat. Karena itu ekonomi hijau di bidang perikanan menekankan akan optimalisasi berkelanjutan juga keadilan yang berkelanjutan”, tambah Dr Yon.

Dikatakannya juga bahwa di era pembangunan perikanan tahun 2021 harus dimulai dengan perspektif pembangunan ekonomi yang sehat.

“Kebijakan yang sehat akan mendorong terciptanya ekosistem yang sehat. Sebanyak 1,8 juta hektar mangrove dan 1625 hektar terumbu karang harus segera direstorasi. Kebijakan dan ekosistem yang sehat akan menciptakan investasi yang sehat. Stok terukur, daya dukung yang baik dan kawasan yang sudah terdefenisi dengan baik akan menjadi daya tarik wisata”, kata Dr Yon.

Baca Juga: KKP: Masa Depan Budidaya Ikan Hias Laut Melalui RAS (Recirculating Aquculture System)

Selanjutnya dalam menciptakan kesehatan ekonomi perikanan, aspek SDM tidak boeh dilupakan. Sumber daya manusia yang sehat akan mampu menyusun sistem kebijakan, mengelola ekosistem dan merancang investasi yang terukur. Kesehatan ekosistem juga mencakup kesehatan tata kelola kelembagaan yang multi pemangku kebijakan. Rancangan pembangunan perikanan berbasis WPP merupakan platform untuk menciptakan iklim kerjasama yang sinergis.

“Ketika data, ekosistem dan kebijakan sehat didukung dengan ekosistem yang baik, maka otomatis pada akan mudah disiapkan dan kesehatan ekonomi perikanan akan tercapau. Permintaan produk bersertifikat dan standar lingkungan akan mudah terwujud jika semuanya sehat. Dengan sendirinya, produk dan komoditas perikanan Indonesia akan memiliki daya saing yang mampu mengangkat sektor perikanan ke jenjang yang lebih tinggi”, ujar Dr Yon. (ira)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here