Home Kampus Ketahanan Pangan Melalui Optimalisasi Lahan Gambut Saat Pandemi. Mungkinkah?

Ketahanan Pangan Melalui Optimalisasi Lahan Gambut Saat Pandemi. Mungkinkah?

Agrozine.id – Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang memiliki potensi besar dalam produksi komoditi pertanian. Sektor pertanian menjadi pilar ketahanan pangan nasional yang harus dioptimalkan terlebih saat menghadapi pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia saat ini.

Seiring dengan munculnya ancaman gelombang kedua pandemi Covid-19 ini, Indonesia dihadapkan pada isu krisis pangan. Seperti yang disampaikan oleh Organisasi Pangan Dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO) bahwa akan ada ancaman kelangkaan pangan di masa pandemi Covid-19. Menanggapi peringatan dari FAO, Presiden Jokowi telah memerintahkan jajarannya untuk terus mengontrol ketersediaan bahan pokok hingga ke daerah-daerah.

Sejak dua tahun terakhir produktivitas beras di Indonesia semakin menurun. Diperkirakan kondisi ini akan terus berlanjut. Menurut Guru Besar Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Hermanto Siregar, di Indonesia produksi komoditas pangan masih ada, namun tidak seoptimal seperti biasa. Ia menyarankan agar lahan-lahan persawahan yang belum ditanami harus segera ditanami agar produksi pangan yang menurun dapat dimitigasi.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengatasi krisis pangan, salah satunya yaitu dengan pengembangan lahan pertanian baru. Saat ini, yang menjadi sasaran utama dalam perluasan lahan pertanian adalah lahan marginal gambut.

Lahan gambut ini memiliki karakteristik fisik, biologi, dan kimia yang khas dan berbeda dari tanah mineral. Karakteristik tersebut merupakan faktor yang menentukan tingkat produktivitas tanaman yang diusahakan pada lahan gambut. Selain sebagai lahan budidaya, keberadaan lahan gambut memiliki berbagai manfaat lain, yaitu sebagai pengendali perubahan iklim global, pengatur siklus hidrologi, sebagai sarana konservasi keanekaragaman hayati.

Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk melaksanakan program optimalisasi lahan gambut sebagai lahan pertanian produktif di Kalimantan Tengah. Usai rapat terbatas bersama presiden melalui video conference pada 5 Mei 2020, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan telah menyiapkan bibit varietas Inbrida Padi Rawa (Inpara) yang dapat tumbuh di lahan gambut beserta insfrastruktur yang mendukung pembukaan sawah baru di lahan gambut. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartato menambahkan, akan ada 200.000 Ha lahan gambut yang akan dialihfungsikan menjadi areal persawahan. Hal itu merupakan upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Prof. Dwi Andreas Santosa “ komponen penting dalam ketahanan pangan adalah kedaulatan petani atas pangan atau food sovereignity. Kedaulatan pangan merupakan konsep pemenuhan atas pangan yang berkualitas gizi baik dan sesuai secara budaya, diproduksi dengan sistem pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Artinya, kedaulatan pangan sangat menjunjung tinggi prinsip diversifikasi pangan sesuai dengan budaya lokal yang ada” disampaikan dalam diskusi online yang dilaksanakan Badan Restorasi Gambut pada 20 April 2020.

Lantas yang menjadi pertanyaannya, apakah optimalisasi lahan gambut menjadi lahan pertanian dapat memperkuat ketahanan pangan nasional saat ini?

Menurut saya jawabannya adalah iya. Melihat situasi di Indonesia saat ini yang sedang menghadapi pandemi Covid-19 pastinya membawa dampak terhadap ketahanan pangan. Ketahanan pangan di Indonesia dapat diperkuat salah satunya melalui usaha budidaya pertanian pada lahan gambut yang potensial. Asalkan dalam pemanfaatan lahan gambut menjadi lahan budidaya pertanian harus direncanakan secara matang. Mulai dari penggunaan teknologi yang tepat, melibatkan dan memperdayakan masyarakat setempat, serta implementasi kaidah-kaidah konservasi lahan. Selain itu, lahan gambut yang digunakan harus merupakan lahan budidaya yang pemanfaatannya memang ditujukan untuk produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut tidak lain bertujuan agar pemanfaatan sumberdaya alam dapat lestari dan berkelanjutan.

Selanjutnya, langkah yang diambil pemerintah untuk mengatasi ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan lahan gambut untuk dijadikan lahan pertanian ini perlu diawasi secara ketat. Agar dalam pemanfaatannya tidak berdampak buruk terhadap lingkungan.

ditulis oleh Rane Lida, Redaksi Agrozine.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here