Home Biodiversitas Keunikan Ayam Hutan, Leluhur Ayam Masa Kini #1

Keunikan Ayam Hutan, Leluhur Ayam Masa Kini #1

Sepasang Ayam Hutan Merah

Agrozine.id – Pernahkah kamu jalan-jalan ke daerah yang masih terjaga keasriannya dan masih banyak pepohonan, kemudian kamu melihat seekor ayam, kamu dekati ayam itu, tapi tiba-tiba dengan gesitnya ayam itu melompat dan kemudian terbang jauh? Ya, itu memang bukan ayam biasa, itu adalah salah satu keunikan dari ayam hutan.

Ayam hutan adalah nama umum bagi jenis-jenis ayam liar yang hidup di hutan. Ayam ini merupakan leluhur dari ayam kampung. Bentuk tubuh dan perilakunya mirip dengan ayam-ayam kampung peliharaan. Bedanya, ayam hutan mampu terbang cukup jauh, sedangkan ayam kampung peliharaan tidak.

Keunikan ayam hutan jantan adalah memiliki bulu yang berwarna-warni dan indah, berbeda dengan ayam betinanya yang cenderung berwarna monoton dan kusam. Keindahan bulu ayam jantan tersebut berguna untuk memikat betina saat masa kawin.

Ukuran tubuh ayam hutan cenderung lebih kecil dibandingkan dengan ayam lainnya, gerakannya lebih gesit dibanding ayam pada umumnya. Hal itu dikarenakan keunikan sifat ayam hutan yang masih asli, sesuai dengan habitat hidupnya di alam liar.

Ada empat spesies ayam hutan yang menyebar mulai dari India, Sri Lanka, sampai ke Asia Tenggara termasuk Kepulauan Nusantara. Keempat spesies itu adalah:

Ayam Hutan Merah (Gallus gallus)

Muka ayam ini berwarna merah dengan iris mata berwarna cokelat. Jengger di kepala ayam hutan merah bergerigi dan bergelambir dengan warna yang juga merah. Ayam jantannya memiliki ukuran panjang badan sekitar 78 centimeter. Ayam betinanya mempunyai badan yang lebih kecil, sekitar 46 centimeter panjangnya.

Bulu-bulu ayam hutan merah pada bagian leher, tengkuk, serta mantel berbentuk panjang meruncing dengan warna kuning cokelat keemasan.  Bulu pada punggung bercorak hijau hitam, dan warna bulu pada bagian dasar gelap mengkilap. Jumlah bulu ekor antara 14 sampai 16 helai, warnanya hijau metalik. Pada bulu ekor bagian tengah ukurannya lebih panjang serta melengkung ke bawah.

Kaki ayam hutan merah bercorak kelabu dan mempunyai satu taji pada tiap-tiap kaki ayam jantan. Sebaliknya, pada ayam betina kakinya tidak bertaji, warna bulunya dominan cokelat tua kekuningan dengan garis serta bintik hitam.

Ayam hutan merah tersebar luas di hutan tropis serta hutan dataran rendah daratan Asia, mulai dari Himalaya, Cina selatan, Asia Tenggara, termasuk Sumatera dan Jawa. Ayam hutan merah menyukai bagian hutan yang relatif tertutup.

Ayam yang hidup secara berkelompok ini biasanya terdiri dari satu jantan dan beberapa betina. Di pagi dan sore hari, mereka berkeliaran mencari makan di hutan, semacam biji- bijian, pucuk rumput, dedaunan, serangga, serta hewan-hewan kecil lainnya.

Ayam betina bertelur sebanyak 5 sampai 6 butir dengan warna cokelat muda pucat ataupun kemerahan. Telur menetas sehabis menempuh masa pengeraman kurang lebih 21 hari.

Ayam hutan merah diyakini sebagai leluhur ayam yang banyak kita pelihara saat ini. Riset dari LIPI menunjang dugaan tersebut. Bersumber pada riset DNA, ayam yang ada di dalam negeri ialah generasi dari ayam hutan merah. Ditemukan pula fakta bahwa Indonesia merupakan satu dari tiga wilayah pusat domestikasi ayam pertama kali di dunia, selain  di Tiongkok dan India.

Ayam Hutan Sailan/Sri Lanka (Gallus lafayetii)

Ayam hutan sailan/sri lanka ialah ayam endemik yang banyak tersebar di kawasan Sri Lanka. Panjang badan ayam jantan sekitar 72 cm, sedangkan ayam betina panjangnya sekitar 35 cm.  Berat ayam jantan antara 790–1140 g, sedangkan betinanya sekitar 510–645 g. Kulit muka dan pial ayam ini berwarna merah terang. Keunikan ayam hutan ini jenggernya berwarna merah dengan bagian tengahnya berwarna kuning.

Ayam jantannya memiliki bulu tubuh berwarna merah atau jingga, sementara sayap dan ekornya berwarna dari ungu ke hitam. Bulu surainya berwarna keemasan dan memanjang turun dari kepala ke tulang belakang.  Betinanya berbulu kusam berwarna cokelat dengan corak putih di bagian dada serta perut bagian bawah. Ini salah satu keunikan ayam hutan sailan betina, yang berguna untuk membantu kamuflase saat bersarang.

Bersambung ke :

“Keunikan Ayam Hutan, Sang Leluhur Ayam Masa Kini #2”

(Sumber Foto: mbladust-demo.blogspot.com)

(content partnership IG @amani.jungle, tiktok amani.jungle)

Tonton video menarik ini:

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here