Home Pertanian Kiat Kementan Memproduksi Benih Kloning

Kiat Kementan Memproduksi Benih Kloning

Agrozine.id – Benih yang baik akan menghasilkan produksi yang bagus pula. Kementerian pertanian melalui Balai Besar Pengembangan dan Pengujian Mutu Benih dan Hortikultura (BBPPMB-TPH) terus mengawal segala hal yang berkaitan dengan proses industri pertanian. Salah satu langkah yang dilakukan oleh Kementan adalah memproduksi benih kloning melalui kultur jaringan. Dalam kegiatan tersebut, terdapat 8 laboratorium  yang digunakan dalam memproduksi benih melalui teknik kloning ini.

Cara produksi benih kloning ini bisa menghasilkan benih unggul dan memiliki sifat unggul sama seperti induknya. Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) menjelaskan bahwa Balithi memiliki penangkar-penangkar binaan yang mendapat rekomendasi untuk memperbanyak benih sumber bersertifikat klas Foundation Seed Seed FS atau label putih.

Balithi adalah salah satu laboratorium yang memproduksi benih melalui teknologi kloning atau kultur jaringan. Dengan sistem kultur jaringan akan menghasilkan anakan atau benih yang memiliki sifat yang sama dengan indukan.

Kepala Bidang Informasi dan Jaringan Laboratorium ,Tri Martini Patria menilai hal ini penting dan diharapkan secepatnya menetapkan metode sertifikasi yang efisien dan akurat untuk benih-benih hasil teknologi kloning tersebut.

Dikatakan Tri Martini penting juga untuk mendiseminasikan pengembangan metode yang bisa diterapkan laboratorium lingkup Balai Pengawasan Benih Bersertifikat (BPSB) sehingga benih turunan yang dihasilkan bisa berlabel.

“Kultr jaringan untuk tanaman pangan biasa dilakukan untuk konservasi dan koleksi plasma nutfah atau sumber daya genetik”, jelas Tri Martini.

Diskusi mengenai kloning benih ini dilakukan di aula Balithi diikuti oleh para peneliti, teknisi litkayasa dan PBT. Dalam diskusi tersebut dijelaskan secara rinci semenjak evalusai sumber benih sampai dengan pengujian laboratorium. Salah satu peneliti senior Balithi yaitu Prof Budi Marwoto mengatakan bahwa sumber benih harus jelas sehingga kepastian mutu genetik benih terjamin. Selain itu pemeriksaan lapangan produksi benih dilakukan dengan aturan yang jelas, disesuaikan dengan fase-fase pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Tak hanya pengawasan selama proses pembenihan atau pembibitan, masa panen dan pasca panen juga dilakukan pengawasan sedemikian rupa sehingga benih yang dihasilkan tidak tercampur dengan varietas lain. Pemeriksaan gudang penyimpanan benih dan pengujian laboratorium juga perlu dilakukan dalam proses produksi benih kloning oleh Kementan ini. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here