Home Biodiversitas KKP Sosialisasikan Perlindungan dan Pelestarian Dugong Di Kalimantan

KKP Sosialisasikan Perlindungan dan Pelestarian Dugong Di Kalimantan

perlindungan dan pelestarian dugong

Agrozine.id – Tahukah kamu? Dugong atau yang lebih dikenal dengan nama duyung merupakan salah satu mamalia laut yang reproduksinya sangat lambat. Sehingga, perlu dilakukan perlindungan dan pelestarian dugong agar keberadaannya di alam tetap terjaga.

Oleh sebab itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam perlindungan dan pelestarian dugong. Salah satunya yaitu melalui sosisalisasi yang dilakukan oleh Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL).

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah, BKSDA Kalimantan Tengah Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun, Satwas PSDKP Kabupaten Kotawaringin Barat, Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Barat, Penyuluh Perikanan Kabupaten Kotawaringin Barat, Kepala Desa Teluk Bogam, dan para kelompok masyarakat.

Selain itu, sosialisasi dilakukan perlindungan dan pelestarian dugong juga sebelumnya dilakukan di Pulau Cempedak, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat pada Selasa Januari lalu.

Tidak hanya dugong saja, kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan di Desa Teluk Bogam, Kotawaringin Barat tersebut juga dilakukan untuk jenis ikan yang dilindungi lainnya, khususnya yang ada di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

“Dugong merupakan penyeimbang ekosistem laut dan menjadi satu-satunya mamalia laut yang makan lamun. Reproduksinya yang lambat, membuat dugong perlu waktu 10 tahun untuk menjadi dewasa dan 14 bulan untuk melahirkan satu individu baru,” urai Getreda M. Hehanussa, Kepala BPSPL Pontianak, dikutip dari siaran pers KKP.

Lebih lanjut, ia menguraikan, dugong termasuk sebagai penjelajah lambat yang berenang di bawah 10 km/jam. Dugong juga sering muncul di permukaan dan hanya dapat bertahan di dalam air selama 12 menit. Jadi, sudah sepatutnya kita bersama-sama melindungi dan melestarikannya.

Getreda mengatakan, sebagai bentuk penguatan data konservasi dugong pada tahun 2021 ini, BPSPL Pontianak bekerjasama dengan masyarakat akan melakukan pencatatan kemunculan dugong secara detail meliputi tanggal, waktu, koordinat lokasi, detail lokasi, gambaran umum lokasi, jumlah, deskripsi dan dokumentasi.

Pencatatan dugong ini dilakukan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Pencatatan diperlukan untuk mengetahui pola kemunculan dugong dan untuk membuat kebijakan pemerintah dalam konservasi dugong. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here