Home Populer KLHK Pantau Perubahan Hutan Nasional Melalui SIMONTANA

KLHK Pantau Perubahan Hutan Nasional Melalui SIMONTANA

SIMONTANA

Agrozine.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pantau perubahan hutan nasional dengan mengembangkan teknologi Sistem Monitoring Hutan Nasional (SIMONTANA) atau disebut juga dengan National Forest Monitoring System (NFMS).

Sistem pemantauan hutan nasional ini dikelola langsung oleh Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK. Pada tahun 2020 lalu, SIMONTANA masuk ke dalam 99 besar atau Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Baca juga: Walhi Dorong Penguatan Perlindungan Ekosistem Hutan Batang Toru

SIMONTANA adalah sistem yang dibangun KLHK untuk menyediakan data dan informasi sumberdaya hutan berbasis spasial yang andal, terkini, dan terpercaya secara transparan dalam pengurusan hutan nasional. Sistem ini memberikan informasi tentang sumber daya hutan terutama penutupan hutan dan perubahannya dalam bentuk deforestasi, reforestasi dan degradasi hutan.

SIMONTANA menyediakan data untuk berbagai kebutuhan, termasuk mendukung penyusunan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Indonesia per provinsi, di mana data penutupan hutan menjadi salah satu indikatornya.

Selain itu, SIMONTANA juga menyediakan data utama untuk penentuan lahan kritis, juga untuk kepentingan penyempurnaan tata kelola hutan.

Data-data didapatkan dari berbagai pihak seperti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasioanl (LAPAN) selaku penyedia data citra satelit dan Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai penyedia data dasar, dan juga Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK di daerah, yaitu BPKH (Balai Pemantapan Kawasan Hutan) untuk proses penafsiran dan pengecekan lapangan.

Dengan adanya teknologi SIMONTANA ini, masyarakat luas dapat memantau hutan di seluruh Indonesia sehingga dapat diketahui dinamika kondisi hutan saat ini dengan cepat dan akurat.

Belinda Arunarwati Margono, staf teknis Dit IPSDH Direktorat Jenderal Planologi KLHK, mengatakan bahwa pihak yang ingin mendapatkan akses data secara detail wajib mengikuti aturan main yang telah disiapkan oleh timnya.

Tim juga menyiapkan pakta integritas, karena adanya resiko peretasan dan perubahan data oleh pihak tertentu, imbuhnya.

SIMONTANA menjadi salah satu sistem pemantauan hutan nasional yang stabil, konsisten dan berlangsung cukup lama yaitu sudah lebih dari 20 tahun.

Baca juga: Pengelolaan Perhutanan Sosial Hingga ke Tingkat Desa

Saat ini, selain untuk kepentingan hutan nasional, SIMONTANA juga bisa digunakan sebagai pendukung utama sistem MRV REDD+ sektor lahan dan implementasi pembayaran berbasis hasil (Result-Based Payment) REDD+. Selain itu, SIMONTANA juga digunakan sebagai media pelaporan inventarisasi Gas Rumah Kaca, pelaporan dalam Forest Resource Assesment – FAO, penyusunan Forest Reference Emission Level (FREL) dan kebutuhan internasional lainnya. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here