Home Kampus Kolaborasi Dosen UB Kembangkan ISAMS, Sistem Monitoring Pertanian Cerdas

Kolaborasi Dosen UB Kembangkan ISAMS, Sistem Monitoring Pertanian Cerdas

Kolaborasi Dosen UB KEmbangkan Sistem Pertanian Cerdas Menggunakan Smartphone

Agrozine.id – Kolaborasi antara dua dosen Teknik Elektro Univeritas Brawijaya (UB) yakni Eka Maulana, ST., MT., M.Eng. dan Waru Djuriatno, ST., MT. dengan Tri Wahyu Nugroho, SP. MSi. dari Fakultas Pertanian, serta Dr. Herman Suryokumoro dari Fakultas Hukum berhasil mengembangkan sistem monitoring pertanian cerdas terpadu yang kemudian disebut dengan ISAMS.

ISAMS (Integrated Smart Agriculture Monitoring System) ini menerapkan teknologi elektronik dan internet untuk proses pemantauan secara langsung kondisi lahan tanam yang mengacu pada pertanian presisi (precission agriculture).

Baca juga: Kementan Dorong Petani Terapkan Pola Integrated Farming Untuk Ketahanan Pangan

Sistem ISAMS dapat diterapkan pada berbagai jenis pertanian seperti tanaman obat (gingseng, purwaceng, jenis akar rimpang), tanaman hias (hokyantea, serut, santigi, tanaman bunga), sayuran (bawang, slada, sawi, bayam), buah (melon, apel, strowberi, jeruk), tanaman pangan (padi, jagung, gandum), dan tanaman holtikultura lainnya.

ISAMS dapat diterapkan juga pada lahan terbuka (sawah, kebun, ladang), sistem greenhouse dengan tanah ataupun dengan sistem pertanian urban farming (hidroponik, aeroponik, aquaponik).

“Sistem ini arahnya untuk precission agryculture dan bukan sekedar untuk tanaman pangan, tapi lebih ke arah tanaman obat,” ucap salah satu anggota tim, Eka Maulana.

Baca juga: Perlunya Membangun Sistem Pengelolaan Air Digital untuk Pertanian

Pertanian presisi (precission agriculture) adalah sistem pertanian dengan memanfaatkan teknik merekam parameter lahan tanam yang tepat untuk bertani lebih efisien dan berkelanjutan serta mengurangi masalah pemborosan sumber daya.

“Secara sains kelembaban tanah, kelembaban udara, suhu, intensitas cahaya dan kondisi linkungan sekitar dapat direkam. ISAMS dapat digunakan untuk memantau parameter tersebut dari smartphone lewat internet,” tambah Tri Wahyu Nugroho.

Ia melanjutkan, ISAMS telah diuji dilapangan dengan tingkat pengukuran yang presisi dan real time berdasarkan kondisi di lapangan secara langsung.

Data hasil pengukuran ISAMS dapat dipantau langsung melalui layanan web bersasarkan node dan data masing-masing sensor pada lahan pertanian di Dau dan Cangar.

“Salah satu kelebihannya tidak hanya petani, data pantuan ini juga dapat diakses oleh konsumen atau pihak lain sebagai bahan. Tapi utamanya bagi petani data ini sangat bagus untuk mengambil keputusan,” lanjutnya.

Parameter yang diukur dalam sistem pertanian tersebut dapat disesuaikan dengan jenis media tanam, jenis tanaman atau jangka waktu panen. Selain itu, pola pengukuran dan pengiriman data dapat diatur sesuai dengan protokol komunikasi data yang diinginkan sesuai kapasitas memori.

Baca juga: The Greendomo Project: Pertanian Lokal Berkelanjutan Spanyol

Tidak hanya dapat digunakan pada lahan yang luas saja, ISAMS juga sangat cocok digunakan pada lahan dan sumber air yang minim. Dengan memantau kondisi parameter tanah, kebutuhan air dapat dioptimasi berdasarkan jenis tanaman dan tingkat kelembaban tanah.

Satu alat monitoring ISAMS dapat mencakup area sekitar sepuluh meter persegi, sehingga dengan jumlah lahan yang tersedia dapat dibagi dengan luasan jangkauan untuk menentukan jumalah alat ISAMS yang dapat diterapkan secara masif.

Sistem monitoring pertanian cerdas terpadu ini sudah diuji coba pada lahan pertanian kebun melon. Dengan alat ini telah menghasilkan 1,5ton pada lahan 300 meter persegi dalam kurun waktu tiga bulan. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here