Home Perikanan Kolaborasi WWF Indonesia dengan MSC Dorong Percepatan FIP Kepiting Bakau di KEI...

Kolaborasi WWF Indonesia dengan MSC Dorong Percepatan FIP Kepiting Bakau di KEI Melalui Serangkaian Pelatihan

Agrozine.id – Yayasan WWF Indonesia dan MSC (Marine Stewardship Council) menjalin kolaborasi untuk mengadakan serangkaian pelatihan kepada para pihak yang terlibat dalam FIP (Program Perbaikan Perikanan) di Langur, Maluku Tenggara. FIP adalah program inisiasi menuju praktik perikanan yang berkelanjutan. Kolaborasi antara WWF Indonesia dengan MSC ini adalah untuk mendorong percepatan FIP kepiting Bakau di kepulauan KEI.

Baca Juga: KUB Pantai Rejo Menginisiasi Konservasi Penyu di Banyuwangi

Dalam rangkaian pelatihan yang diadakan, sebanyak 25 perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Maluk Tenggara, Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Universitas Pattimura, Kelompok Nelayan KUB Wear Manun dan pengepul hadir dalam kegiatan pelatihan yang dilakukan selama dua hari tersebut.

Nicodemus Ubro, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara mengatakan bahwa kegiatan ini penting untuk diketahui bukan saja oleh aparatur, tetapi juga para pelaku usaha termasuk nelayan maupun pengepul sehingga upaya perbaikan perikanan bisa dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga ke hilir. ” Selain itu juga menambah pengetahuan kita terkait standarisasi maupun ketelusuran produk”, ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, MSC membekali peserta dengan dua jenis pelatihan yaitu pengembangan kapasitas MSC tingkat 1 dan standar rantai pengawasan chain of custodi (CoC).

FIP kepiting bakau adalah sebuah kolaborasi perbaikan perikanan antara nelayan dan bertujuan untuk meningkatkan peran pemerintah dan para pihak sebagai pemangku kepentingan di daerah yang memiliki pemahaman mendalam akan standar keberlanjutan MSC.

Baca Juga: Mengenal Spesies Penyu yang Ada di Perairan Indonesia, Apa Saja?

Di hari kedua pelatihan, peserta mendalami standar rantai pengawasan MSC, 3 versi rantai pengawasan dan persiapan audit. Dengan adanya sertifikasi CoC memberikan jaminan bahwa produk dengan ekolabel MSC berasal dari perikanan yang bersertifikat dan dapat dilacak melalui rantai supplynya ke sumber sertifikasi.

“Kolaborasi dan dukungan yang diberikan oleh para pihak dan pemangku kepentingan ini tentunya dapat menjadi modal yang bagus serta energi yang positif dalam implementasi FIP kepiting bakau di kepulauan KEI”, ujar Andreas Ohoiulun selaku Project Executant WWF IBAS.

Kolaborasi untuk mendorong percepatan FIP kepiting bakau di kepulauan KEI ini juga membantu para nelayan dan pengepul untuk lebih memahami tentang standarisasi ekolabel MSC dan dikatakan Ketua KUB Wear Manun, Yohanis Songbis, KUB Wear Manun siap berpartisipasi menuju ekolabel MSC. (ira)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here