Home Kampus Konferensi Internasional Unpad Bersama Anggota SAMS Bahas IoT di Bidang Perlebahan

Konferensi Internasional Unpad Bersama Anggota SAMS Bahas IoT di Bidang Perlebahan

IoT di bidang perlebahan

Agrozine.id – Menjelang akhir rangkaian Konsorsium riset internasional “Smart Apiculture Management Services (SAMS), Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama anggota SAMS menggelar konferensi internasional yang digelar secara virtual 25-26 November lalu. Konferensi bertajuk “Information, Communication, and Technology in Apiculture” ini diikuti oleh peserta dari 23 negara. Acara tersebut tidak hanya memaparkan berbagai temuan proyek SAMS sejak tahun 2018, tetapi juga menjadi ajang diskusi terkait penerapan teknologi IoT di bidang apikultur atau perlebahan.

Hari pertama konferensi internasional tersebut dibuka dengan pembahasan mengenai proyek SAMS oleh Project Manager Stefanie Schaedlich. Stefanie menjelaskan, proyek SAMS didanai oleh Uni Eropa dan memiliki 8 anggota institusi dari 5 negara di 3 benua.

Lebih lanjut, Stefanie mengatakan tujuan dari proyek SAMS ini adalah untuk mengembangkan monitoring sistem koloni lebah sehingga membantu peternak lebah dalam mengurus, mengawasi kesehatan dan tingkat produktivitas koloni lebahnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan deskripsi monitoring sistem SAMS Yang dikembangkan oleh tim dari Universitas Kassel serta bagaimana implementasinya di beberapa negara seprti di Jerman, Ethiopia, dan termasuk Indonesia.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan mengenai pengawasan kesehatan lebah oleh Zoologist Dr. Linde Morawetz serta ahli perlebahan Markus Barmann. Hari pertama konferensi kemudian ditutup dengan pembahasaan berbagai keaneakaragam temuan yang didapat tim konsorsium dari 3 benua.

Baca juga: Mengenal Lebah Klanceng: Jenis dan Manfaatnya

Salah satu peneliti dari Unpad, Anas Bunyamin, M.Si., juga berkesempatan memaparkan hasil temuan selama mengerjakan proyek SAMS. Temuan tersebut didapatkan dari sudut pandang peternak lebah maupun calon peternak lebah yang diberikan materi peningkatan kapasitas pada beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan.

Lalu, hari kedua konferensi diisi dengan pembahasan materi mengenai “Bee Data” dan “Bee Policies” di Indonesia, Ethiopia, dan Eropa, konsep SAMS Business, pengenalan mitra SAMS dan penandatanganan secara virtual Declaration of Intent Partnership SAMS.

Pembahasan “Bee Data” disampaikan oleh anggota konsorsium dari Latvia University of Life Sciences and Technologies serta beberapa narasumber ahli lainnya dari BeeKing dan BeeXML. Pada sesi ini membahas mengenai cara penyimpanan dan pemrosesan data alat monitoring lebah SAMS, kebutuhan data peternak lebah dan juga standardisasi bee data.

Baca juga: Dosen IPB University Ajari Petani Kopi Budidaya Lebah Tanpa Sengat

Sesi pembahasan “Bee Policies” disampaikan oleh Nur Al Faizah & Taufik Ginanjar Danuwidjaja sebagai perwakilan dari tim SAMS Indonesia, Negash Bekana dari Ethiopian Apiculture Board, dan Thomas M. Klotz seorang science politician yang berkecimpung dalam dunia perlebahan. Materi yang disampaikan sesi ini memperlihatkan bagaimana kematangan dan kesiapan suatu negara dalam perlebahan sangat berpengaruh pada praktek dan kebijakan yang berlaku dalam suatu negara.

Potensi yang besar dalam perlebahan perlu didukung dengan kebijakan dan kesadaran publik yang memadai untuk dapat memajukan dunia perlebahan. Dari situlah, Unpad Bersama anggota SIMS berencana akan mempublikasikan semua hasil riset terkait IoT di bidang perlebahan. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here