Home Perikanan Konsep Akuakultur Perkotaan Untuk Budidaya Udang

Konsep Akuakultur Perkotaan Untuk Budidaya Udang

Agrozine.id – Jika selama ini kita sering mendengar istilah vertikultur yang digunakan sebagai istilah pertanian perkotaan di lahan sempit, kali ini kegiatan akuakultur juga bisa dilakukan dengan cara yang hampir sama. John Diener, pengusaha yang berbasis di Singapura memiliki komitmen untuk kembangkan konsep akuakultur perkotaan pada budidaya udang. Tak hanya itu, ikan bandeng juga rumput laut juga bisa dilakukan dengan cara ini.

Berawal dari berbagai penelitian yang telah dilakukan John Diener dalam satu dekade terakhir terkait sejumlah usaha akuakultur, startup agritech ia ingin mengembangkan budidaya akuakultur dengan cara yang unik.

“Saya punya banyak pengalaman dalam ilmu data akuakultur dan saya ingin mengetahui apa yang akan terjadi jika seluruhnya kembali ke konsep akuakultur”, ujarnya. Melalui berbagai penelitian yang sudah dilakukannya, John Diener yakin bahwa konsep pertanian vertikal yang menggunakan teknologi mutakhir akan cocok untuk diterapkan di perkotaan.

Digambarkan Diener, pengembangan sistem ini bertumpu pada tiga pilar yaitu biologis, mekanis dan digital. Dari sisi biologis berkaitan dengan inverstigasi sistem integratde multitrophis (IMTA) paling produktir dengan udang vaname sebagai spesies utamanya.

Baca juga : Cara Budiday udang Vaname

Terdapat rencana bisnis yang telah dikembangkan seputar budidaya udang seperti produksi dalam kepadatan tinggi. Di bagian bawah IMTA akan dibuat anggur laut atau yang disebut juga umibudo di Jepang yang berpotensi sebagai makanan lezat dan selanjutnya juga direncanakan akan menambahkan ikan bandeng sebagai komoditas budidayanya.

Teknologi termasuk dalam pilar kedua untuk mengembangkan sistem budidaya lima tingat yang dilengkapi dengan perangkat otonom modular untuk mengoptimalkan faktor-faktor seperti pengukuran kualitas air. Adapun pilar ketiga berkaitan dengan sisi digital operasi.

“Kami mengivestasikan waktu dan upaya untuk mengembangkan teknologi canggih untuk mengelola pemberian pakan dan mempelajari perilaku udang sehingga tahu kapan harus memberi makan dan mengukur biomassa dalam sistem. Jadi kami tahu berapa banyak yang harus diberi makan”, jelas John Diener.

Setelah 4 tahun mematangkan konsep, Diener meluncurkan perusahaannya sendiri yang disebut Akualogix,setelah menemukan lokasi yang cocok untk fasilitas di sebuah gedung yang dimiliki oleh Marine Aquaculture Centre di pulau St John di Singapura.

Menurut John Diener, hal ini akan sempurna untuk memperluas ke fasilitas skala internasional. Awalnya menggunakan dana sendiri, kini John Diener dan salah satu pendiri perusahaan sedang mencari cara untuk mendapatkan pendanaan pra seri A untuk membangun unit produksi dengan skala yang lebih besar. Saat ini peternakannya memiliki kapasitas 500-600 kg udang per satu siklus.

Setelah fasilitas percontohannya memenuhi standar, Diener berkeinginan untuk membangun jaringan pertanian menggunakan desain dan peralatan Akualogix, membangun kemitraan di berbagai negara terutama di Asia.

John Diener juga ingin mengembangkan pakan unik berkelanjutan yang dirancang khusus untuk memproduksi udang di fasilitas RAS. Namun mengingat teknologi yang digunakan, konsep ini akan memakan biaya yang lebih banyak jika dibandingkan dengan budidaya udang secara konvensional.

Baca juga : Mengenal Teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS)

Fasilitas percontohan yang dimiliki John Diener mampu menampung 30.000 udang dan 1000 ikan nila. Dalam sistem pembesaran dua tahap, ia bertujuan untuk membawa bibit langsung dari tahan akhir pembibitan hingga panen dalam waktu 60 hari hingga mencapai tingkat kelangsungan hidup hingga 90 persen. Namun diakui John Diener, penerapan konsepnya dengan desain sistem yang masih berkembang akan ada masalah lain yang menyebabkan kemunduran.

Ini adalah awal yang tidak menguntungkan, tetapi merupakan pengingat yang berguna tentang pentingnya biosekuriti.

“Kami memutuskan untuk menerapkan paket biosekuriti lengkap setelah beroperasi secara komersial, yang akan mencakup tempat penetasan kami sendiri untuk mencegah masuknya patogen,” katanya.

Jika fasilitas percontohan terbukti produktif, dan investasi datang, John Diener kemudian bertujuan untuk meluncurkan konsep akuakultur perkotaan budidaya udang tersebut di beberapa kota pesisir terpadat di Asia. (ira)

 

Tonton video menarik ini :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here