Home Biodiversitas Kuda Sumbawa, Satwa Istimewa dari Pulau Sumbawa

Kuda Sumbawa, Satwa Istimewa dari Pulau Sumbawa

Sumber foto: www.indonesia.travel

Agrozine – Bila kamu berkunjung ke Pulau Sumbawa – Indonesia, satwa trengginas ini akan menjadi ‘primadona’ yang akan melekat dalam ingatan. Ya, satwa ini adalah Kuda Sumbawa, yang lekat dengan budaya masyarakat Sumbawa. Selain memiliki postur tubuh yang gagah, kuda ini juga terkenal dapat memproduksi susu yang kaya manfaat bagi kesehatan.

Menurut sebuah sumber, Kuda ini adalah jenis kuda poni yang merupakan keturunan dari kuda Mongolia dan kuda Cina Kuno. Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), nama “Kuda Sumbawa” juga dipakai sebagai nama internasional untuk jenis kuda ini.

Kuda Sumbawa sangat mirip dengan kuda Sumba atau Sandalwood Pony, ras yang berasal dari persilangan kuda poni asli dengan kuda-kuda keturunan Arab. Mungkin ada yang belum tahu dan bertanya, “Sumbawa dan Sumba memangnya pulau yang berbeda?”. Ya, memang berbeda. Pulau Sumbawa berada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat, sedangkan Pulau Sumba berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ada dugaan bahwa kuda ini diperkenalkan ke pulau Sumbawa oleh orang Jawa dari Kerajaan Majapahit, yang menaklukkan pulau itu pada abad ke-14. Sultan Bima dan Sumbawa Barat dianggap memiliki banyak kuda. Perdagangan kuda di Sumbawa berkembang sepanjang sejarah, dengan persaingan ketat antara peternak dari Sumba, yang mengekspor poni sandel, dan dari Sumbawa. Ada juga persaingan dari peternak Timor dan Sabu.

Kuda ini digunakan masyarakat untuk mengangkut beban, berkuda, dan pekerjaan penarikan ringan. Kuda-kuda ini kuat dan banyak ditunggangi oleh pria dalam permainan lempar tombak. Anak laki-laki juga mengendarai kuda ini tanpa pelana dalam kompetisi tari tradisional. Kuda-kuda ini akan mengikuti pola seperti yang diinstruksikan. Kaki kuda  dihias dengan lonceng yang berpadu seirama dengan permainan genderang.

Kuda ini merupakan salah satu rumpun kuda lokal Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 2917/kpts/OT.140/6/2011 Kuda Sumbawa merupakan salah satu rumpun kuda lokal Indonesia yang berbeda dengan rumpun kuda lain yang ada di Indonesia.

Kuda Sumbawa terkenal cepat, gesit, atletis, dengan daya tahan tinggi. Tubuh dari kuda ini tergolong tidak begitu besar, namun memiliki daya tahan tubuh yang cukup kebal terhadap penyakit.

Ciri-ciri khas dari kuda Sumbawa, yaitu memiliki ekor panjang dan bulu surai yang lebat. Kuda ini memiliki kepala yang berat dengan leher yang pendek dan kekar. Kuda ini memiliki hidung dan mulut yang relatif besar. Bentuk tubuh kuda ini kompak dan relatif kecil dengan punggung rata, sedangkan pada tipe kuda pacunya punggung agak cekung.  Kakinya kuat dengan persendian yang baik dan kuku yang kecil dan bagus. Kaki belakangnya lebih tinggi. Kebanyakan kuda ini tingginya tidak melebihi 127 cm dan tinggi rata-rata sekitar 122 cm. Bobot tubuh jantannya lebih-kurang 213 kg, sedangkan bobot betinanya cenderung lebih berat dibandingkan bobot jantan yaitu sekitar 281 kg.

Kuda ini mampu memproduksi susu 1 – 2 liter/ekor/hari. Susu dari kuda Sumbawa memiliki kandungan nutrisi dan obat. Menurut Navtalia et al dalam Buletin Veteriner Udayana menjelaskan bahwa beberapa manfaat kesehatan dari mengonsumsi susu kuda ini adalah dapat menyembuhkan bronchitis, paru-paru basah, tifus, menurunkan kolesterol dan hipertensi. Selain itu, susu kuda ini dapat menghambat pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis (bakteri penyebab penyakit tuberkulosa) dan bakteri patogen perusak bahan pangan. Susu yang dipasaran dikenal dengan nama “susu kuda liar” ini memiliki aktivitas anti mikroba yang paling baik saat diujikan terhadap beberapa bakteri uji, dengan pembanding susu sapi dan susu kuda jenis lain.

Berdasarkan penelitian, ditemukan suatu senyawa dalam susu kuda Sumbawa yang disebut ‘galaktoferin’ yang mempunyai aktivitas antimikroba yang sangat baik. Oleh karena itu, banyak penelitian berkembang untuk memanfaatkan susu kuda Sumbawa ini sebagai bahan pengawet alami.

Kandungan susu kuda Sumbawa hampir sama seperti susu sapi atau susu kambing. Namun, kandungan protein susu kuda ini lebih sedikit dibandingkan dengan susu sapi sehingga cocok untuk bayi atau orang yang intoleransi laktosa. Susu kuda liar menghasilkan kalori yang lebih sedikit dibanding susu sapi.

Kuda Sumbawa dapat berlari dengan kecepatan sekitar 650 – 800 meter/menit. Melihat karakteristik kuda ini, tak heran jika masyarakat setempat memanfaatkan satwa ini sebagai kuda pacu dan dijadikan sebagai tontonan yang mendatangkan kemeriahan. Pada masyarakat Sumbawa, pacuan kuda lebih dikenal dengan nama “main jaran”, sebagaimana pada masyarakat Jawa, “jaran” juga diartikan sebagi kuda. Main jaran yang dilakukan masyarakat Sumbawa diselenggarakan di sirkuit yang biasa disebut sebagai “kerato” yang dilengkapi bangku penonton.

Tradisi main jaran dilakukan sebulan sekali. Uniknya, kuda-kuda pacuan di sini dikendalikan oleh anak-anak berusia sekitar 10-12 tahun. Satu pertandingan main jaran menampilkan empat orang anak yang siap beradu kencang dengan kudanya. Kemudian, pemenang diadu lagi dengan pemenang yang lain hingga menyisakan satu orang pemenang. Tradisi main jaran kini bukan sekadar aktivitas hiburan. Main jaran sudah berkembang menjadi salah satu cabang olahraga yang diperlombakan pada Pekan Olahraga Nasional.

Demikianlah informasi tentang Kuda Sumbawa. Semoga bermanfaat, terus semangat belajar, selamat berbudidaya, dan semoga sukses! (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here