Home Biodiversitas Lebah, Serangga Pengemban Tugas Mulia di Bumi

Lebah, Serangga Pengemban Tugas Mulia di Bumi

gardeningknowhow.com

Agrozine.id – Serangga yang satu ini memang luar biasa. Tahukah kamu seberapa penting peran lebah di alam ini? Jawabannya, sangat penting. Sebab, lebah berfungsi penting sebagai serangga penyerbuk utama pada tumbuh-tumbuhan. Kesukaannya akan nektar dan serbuk sari membantu penyerbukan silang tumbuhan. Lebah juga menjadi penyedia madu yang memiliki khasiat luar biasa bagi kesehatan manusia. Selain madu, lebah juga menghasilkan lilin lebah, royal jelly, dan propolis.

Semua lebah masuk dalam suku atau famili Apoidae berordo Hymenoptera (serangga bersayap selaput). Jumlahnya di dunia terdapat kira-kira 20.000 spesies lebah dan dapat ditemukan di setiap benua, kecuali Antartika.

Tubuh lebah terdiri atas tiga bagian yaitu kepala, dada, dan perut. Pada bagian kepala terdapat sepasang mata majemuk sebagai alat penglihatan yang mampu melihat bentuk dan warna benda. Mata lebah mampu membedakan warna ultraviolet, biru, hijau muda, dan kuning. Pada bagian kepala juga terdapat antena yang berfungsi sebagai indera perasa dan peraba. Antena sangat penting bagi lebah madu sehubungan dengan pencarian pakan dan komunikasi, khususnya dalam menginterpretasikan tarian lebah yang dilakukan oleh lebah yang telah mendapat pakan. Lebah memiliki tipe alat mulut penggigit-pengisap yang berfungsi sebagai gigi, digunakan untuk membuat sarang dan pertahanan diri, dan terdapat glossa pada bagian tengah untuk mengisap cairan makanan dan memberi makan larva.

Dada lebah merupakan bagian tubuh yang penting sebagai tempat melekatnya alat gerak (organ penggerak), yaitu sayap dan kaki. Lebah memiliki dua pasang sayap, sayap depan lebih lebar daripada sayap belakang. Lebah dapat terbang pada jarak yang sangat jauh menggunakan sayap, gerakan sayap dibantu otot-otot dada sehingga sayap bergerak ke atas dan ke bawah. Lebah mempunyai tiga pasang kaki. Polen dikumpulkan oleh lebah dengan menggunakan rambut-rambut yang ada pada kakinya kemudian dimasukkan ke dalam alat mulutnya.

Pada bagian perut lebah madu betina terdapat sengat, tetapi pada lebah jantan dan ratu tidak ada. Sengat tersebut merupakan bentuk perubahan dari alat peletak telur.

Lebah serangga yang tinggal di gua-gua dalam hutan, termasuk di tebing-tebingnya. Lebah juga membuat sarangnya di atas bukit, di pohon kayu dan pada atap rumah. Sarangnya dibangun dari propolis (perekat dari getah pohon) dan malam yang diproduksi oleh kelenjar lebah betina yang masih muda.

Lebah merupakan serangga yang dikenal karena hidup berkelompok meskipun tidak semua lebah bersifat demikian. Serangga betina memiliki peran penting dalam kelompok lebah penghasil madu. Perilaku lebah sangat ditentukan oleh perilaku lebah betina. Beberapa lebah betina spesies tertentu hidup sendiri (soliter) dan sebagian lainnya dikenal memiliki perilaku sosial.

Lebah soliter membangun sendiri sarangnya dan mencari makan untuk keturunannya tanpa bantuan lebah lain dan biasanya mati atau meninggalkan sarang pada saat keturunannya belum dewasa. Beberapa spesies lebah soliter memberi makan dan merawat anaknya tanpa memberikan cadangan makanan bagi anaknya.

Pada tahap lebih tinggi, lebah hidup berkelompok dan saling berbagi tugas sesuai dengan bentuk fisik masing-masing. Dalam Satu kelompok lebah yang disebut disebut koloni, terdapat tiga “kasta”, yaitu:

Lebah Ratu 

Lebah ratu berjenis kelamin betina dan merupakan induk semua lebah dalam satu koloni. Hanya ada satu ekor lebah ratu dalam satu koloni. Lebah ratu mengawal semua kegiatan lebah betina dan lebah jantan. Komposisi kromosomnya diploid sehingga dapat menghasilkan keturunan. Badannya lebih besar karena sejak masih dalam bentuk larva diberi makan susu lebah (royal jelly) yang kaya akan vitamin dan gizi. Tugas utama ratu lebah adalah bertelur dan perkawinan ratu lebah ini hanya sekali seumur hidup. Perkawinan dilakukan dengan cara ratu lebah terbang tinggi di angkasa saat cuaca cerah, lalu dikejar oleh lebah-lebah jantan. Pejantan yang bisa mengejarnya berhak mengawini sang ratu lebah. Pejantan itu tidak lama akan mati karena testisnya lepas dan tertanam pada ovarium ratu lebah. Lebah ratu mampu bertelur sekitar 2.000 butir sehari.

Lebah Betina 

Lebah betina adalah lebah pekerja. Jumlahnya bisa mencapai puluhan ribu, sekitar 30.000 ekor lebah, bahkan lebah bibit unggul bisa mencapai sampai 60.000 ekor lebah betina. Tugas lebah ini mengumpulkan serbuk sari dan nektar (sari bunga). Madu merupakan hasil olahan nektar yang dimuntahkan kembali dari dalam tubuh lebah dan disimpan dalam sarang lebah untuk makanan cadangan. Madu ini juga digunakan untuk makanan larva dan pupa. Ada juga lebah betina yang bertugas membersihkan sarang serta merawat telur dan anak-anak lebah. Lebah pekerja betina dari larva hingga akhir hidupnya memakan madu. Harapan hidup lebah pekerja ialah tiga bulan atau lebih sedikit.

Ketika usia ratu lebah sudah tua dan kesuburan reproduksinya telah berkurang, secara naluri lebah betina akan meremajakan koloni baru dan mencari telur yang terbaik sebagai calon ratu lebah. Setelah telur terbaik itu menetas menjadi larva, larva tersebut akan diberi makan susu lebah (royal jelly). Sarang untuk calon ratu lebah ini paling besar dan paling menonjol.

Lebah betina bisa bertelur dan telurnya dapat menetas. Jika koloni lebah kehilangan ratunya, secara alami sesuai naluri, lebah betina akan bertelur dan yang lahir dari telur lebah pekerja ini semuanya berjenis kelamin jantan karena dari telur yang tak terbuahi. Lebah pekerja betina tidak pernah dikawini oleh lebah jantan.

Lebah Jantan 

Lebah jantan bertugas mengawini lebah ratu muda jika akan membentuk koloni baru. Jumlah lebah jantan ini hanya ratusan. Lebah jantan merupakan lebah dari telur tak terbuahi yang diberi makanan nektar dan madu biasa.

Jika madu dalam sarang diambil, lebah akan marah. Kemarahannya bisa disebabkan karena terganggu dan terkejut, bisa juga karena sifat agresif kelompok lebah itu. Oleh karena itu, budidaya peternakan lebah madu dipilih dari koloni yang jinak dan tidak agresif. Madu dari hasil peternakan lebah ini biasanya untuk tujuan komersial.

Lebah adalah serangga yang menjalani metamorfosis lengkap  sehingga terdapat empat tahap bentuk kehidupan, yaitu Telur, Larva (bentuk ulat), Pupa (kepompong), dan Imago (lebah dewasa). Lebah pekerja akan memberi larva makanan berupa serbuk sari, nektar, serta madu. Sebagian nektar yang dikumpulkan oleh lebah pekerja disimpan sebagai madu. Setelah beberapa hari, larva berganti menjadi pupa dan seterusnya menjadi anak lebah.

Manusia memanfaatkan madu sebagai makanan dan obat. Pemeliharaan lebah untuk diambil madunya telah dilakukan manusia sejak lama. Ilmu tentang lebah dan pemeliharaannya dikenal sebagai apiari. Madu yang dihasilkan lebah disukai juga oleh banyak hewan, khususnya beruang.

Beberapa jenis lebah memiliki sengat yang sebetulnya bersifat fatal bagi dirinya jika digunakan. Ketika ia terusik dan menyengat, sengat dan kantong kelenjarnya akan terlepas dan tertancap pada sasaran. Hal ini mematikan sang lebah. Sengat ini dimanfaatkan manusia dalam pengobatan serupa akupunktur yang dinamakan terapi lebah (apitherapy).

Peternakan lebah modern menghasilkan racun lebah yang keluar dari sengat lebah pekerja tanpa kematian lebah. Mereka melakukannya dengan memasang semacam jebakan di pintu masuk sarang lebah. Jebakan ini dipasang arus listrik yang cukup untuk mengejutkan lebah, lebah yang terkejut akan mengeluarkan racun dari sengatnya dan hasilnya ditampung untuk ramuan obat-obatan.

Demikianlah kehidupan lebah, serangga yang unik pengemban tugas mulia di alam ini. Semoga bisa memotivasi kamu untuk turut serta melestarikan keberadaan lebah di alam ini. (das)

Yuk, tonton video menarik ini:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here