Home Kampus Lebih Dekat dengan Hendra Gunawan, ASN Kementerian LHK dan Country Head Orangutan...

Lebih Dekat dengan Hendra Gunawan, ASN Kementerian LHK dan Country Head Orangutan Foundation

Agrozine.id -Disaat banyak orang enggan untuk bekerja di bidang kehutanan karena anggapan bahwa bekerja dan menggeluti bidang tersebut adalah pekerjaan yang melelahkan, pria ini justru menetapkan pilihan hidupnya untuk bekerja sebagai ASN di Kementerian LHK. Kali ini kita akan mengenal lebih dekat sosok Hendra Gunawan Country Head di Orangutan Foundation.

Hendra  Gunawan adalah lulusan Agribisnis IPB University. Pria kelahiran Cianjur, 18 November 1979 ini mengawali karirnya di bidang kehutanan setelah pada tahun 2002 ia lulus seleksi CPNS dan ditempatkan di Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat. Saat pertama kali bekerja jauh di pedalaman Kalimantan, ia mengaku mendapat banyak tantangan. Belum lagi ia bekerja di pedalaman Kalimantan yang jauh dari kampung halamannya di Jawa Barat.

Namun melalui pekerjaannya di Taman Nasional Gunung Palung, sedikit demi sedikit Hendra mulai memiliki kecintaan terhadap hutan dan lingkungan terutama dalam bidang konservasi. Melalui berbagai kegiatan dan kampanye yang ia pelajari diaplikasikannya dalam mengedukasi masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional tempatnya bekerja saat itu.

Terjun langsung ke lapangan pada era reformasi tahun 2002 diakui Hendra ia melihat langsung kondisi hutan Indonesia terutama di Kalimantan saat itu, dimana penebangan liar, perburuan dan perusakan lingkungan masih menjadi hal yang biasa. Masyarakat bahkan berani melawan aparat pada yang berusaha untuk mencegah perusakan hutan pada saat itu. Barulah di tahun 2004 ia melihat mulai ada ketegasan pemerintah dalam menanggulangi berbagai gangguan terhadap kawasan hutan.

Setelah 10 tahun berkarya di Taman Nasional Gunung Palung, Hendra mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan pascasarjananya di Fakultas Kehutanan IPB University dengan Program Magister Profesional Konservasi Keanekaragaman Hayati. Setelah itu, Hendra dialihtugaskan ke Taman Nasional Bukit Tiga Puluh di Riau yang mana di kedua Taman Nasional tersebut terdapat orangutan sebagai satwa khasnya. Setelah dari Taman Nasional Bukit Tiga Puluh selama 3 tahun  Hendra kemudian dipindahkan ke Taman Nasional Bali Barat. Di Taman Nasional Bali Barat, ia bekerja selama 2 tahun.

Setelah lama berkecimpung dan berpindah-pindah dari tiga taman nasional, Hendra mulai menantang dirinya untuk mencoba hal baru, yaitu bergabung di NGO Internasional tepatnya Orangutan Foundation (OF-UK) yang pada saat itu sedang membuka kesempatan bergabung.  Bergabung di OF-UK, Hendra langsung menempati posisi sebagai Country Head. “Memang sejak awal bergabung saya sudah menempati posisi saat ini, jadi bukan memulai dari posisi yang lain. Dan untuk saat ini memang saya mendapat penugasan khusus dari Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan”, ucapnya. Melalui banyak kegiatan yang dilakukannya setelah bergabung di OF-UK, kecintaan Hendra terhadap satwa dan lingkungan semakin tinggi.

Di OF-UK Hendra melihat sendiri bagaimana kondisi populasi orangutan di Indonesia. Melalui pengalamannya bekerja di Taman Nasional Gunung Palung dan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh, Hendra melihat sendiri perbandingan populasi orangutan Indonesia saat ini. “Di Indonesia kan ada tiga spesies orang utan, Orangutan Kalimantan, Orangutan Sumatera dan Orangutan Tapanuli. Nah dari ketiga spesies itu memang yang ukuran populasinya terbanyak sampai saat ini adalah Orangutan Kalimantan”, jelas Hendra.

Namun meski begitu lebih lanjut Hendra menjelaskan bahwa keberadaan orangutan di Kalimantan ini tidak terlepas dari ancaman. Ancaman terbesar yang dialami oleh orangutan saat ini adalah kebakaran hutan, konversi lahan hutan menjadi fungsi lain seperti perkebunan dan pemukiman juga ancaman penyakit. Namun untuk populasi orangutan Kalimantan sendiri, ancaman penyakit tidak seserius ancaman lainnya.

Sebagai upaya untuk melestarikan populasi orangutan di Indonesia, OF-UK bersama BKSDA Kalimantan Tengah dan Balai Taman Nasional Tanjung Puting telah melakukan program yang berkaitan dengan perlindungan dan pemantauan habitat orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting dan Suaka Margasatwa Lamandau di Kalimantan Tengah, dengan membuat dan mengoperasikan pos pemantauan di kedua lokasi tersebut. Selain itu, OF-UK  juga memberikan pelatihan dan edukasi pada masyarakat sekitar desa penyangga suaka margasatwa dan taman nasional untuk lebih memperhatikan lingkungan hutan dan kelestarian habitat orangutan.

Tak hanya sampai disitu, OF-UK juga melakukan upaya reforestasi habitat orangutan bermitra dengan BKSDA Kalimantan Tengah melalui upaya penanaman pohon di areal kawasan hutan terdegradasi. “Dalam setahun minimal menanam 15.000 pohon di Suaka Margasatwa Lamandau. Harapannya dengan adanya program ini bisa memperbaiki kondisi habitat orangutan di masa yang akan datang”, ujar Hendra. “Selain itu, kami bersama BKSDA Kalimantan Tengah juga melakukan reintroduksi orangutan. Jadi kalau ada serahan dari masyarakat itu nanti akan ditempatkan di SM Lamandau untuk direhabilitasi melalui program Soft-Release dengan tujuan mengembalikan sifat liarnya sebelum nanti akan dilepasliarkan. Karena untuk bertahan hidup di alam satwa kan memang harus memiliki sifat liar. Tapi orangutan yang memang sudah siap dilepasliarkan itu akan langsung dilepas ke habitat alaminya”, jelas Hendra.

Berbicara mengenai target yang akan dicapainya di OF-UK, Hendra mengaku setiap kali masuk ke sebuah organisasi dirinya akan mengamati terlebih dahulu, bagian mana yang perlu diperbaiki dari organisasi tersebut kemudian ia akan menetapkan target tertentu. ”Contohnya dulu sewaktu saya baru masuk di OF-UK ini, promosi dan sosial media juga struktur organisasinya masih kurang tertata dengan baik. Nah saya coba tingkatkan itu dan sekarang beberapa lini organisasi sudah mulai terisi untuk mengoptimalkan kinerja organisasi, baik administrasi maupun di lapangan”, ujarnya.

Dan ini yang terbaru karena kita sadari orangutan sendiri saat ini bukan hanya berada di kawasan hutan konservasi, tapi juga menempati habitat di area perkebunan kelapa sawit, hutan produksi, dan hutan lindung. Jadi, OF-UK akan memperkuat program konservasi orangutan berbasis lanskap dengan meningkatkan pelibatan secara aktif para pihak dalam konservasi orangutan. Diharapkan dengan seperti itu, kita bisa membangun koordinasi dengan UPTD KPHP sebagai pengelola kawasan hutan produksi, pemilik perkebunan kelapa sawit, dan pengelola ijin pengusahaan di konsesi hutan produksi. Karena seperti yang kita ketahui, orangutan bukan hanya berada di kawasan konservasi tapi juga lebih banyak di luar kawasan konservasi dan itu yang akan kita perkuat, pungkas Hendra. (ira)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here