Home Kampus Lebih Dekat dengan Tomy Perdana, Dosen Agribisnis Faperta Unpad

Lebih Dekat dengan Tomy Perdana, Dosen Agribisnis Faperta Unpad

Tomy Perdana

Agrozine – Agribisnis tidak berdiri sendiri, namun juga terkonvergensi dengan bidang lain. Hal inilah yang diyakini Tomy Perdana, Dosen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Sekretaris Senat Akademik Rektorat Unpad dan Business Advisor Locarvest. Selain mengajar, beliau juga kerap melakukan penelitian dengan berbagai universitas dalam dan luar negeri serta pemerintah pusat dan daerah terkait supply chain dan logistik pertanian.

Tahun ini, Tomy Perdana melakukan beberapa penelitian dengan instansi dalam negeri seperti Kemenristek Dikti dan universitas luar negeri yakni, University of Southampton, University of Kean, dan University of Heriot-Watt. “Penelitian dengan University of Southampton terkait dengan Food Logistic in Disaster Event, dengan Universitas Heriot-Watt terkait Urban System for Conservation,” jelasnya.

Selain itu, Tomy Perdana juga melakukan kegiatan pengabdian dengan lembaga pemerintah yakni Menteri Perekonomian dan BAPPENAS dalam bidang logistik dan agribisnis, serta startup pertanian Tanihub dan Amazing Farm. “Saya dapat mengintegrasikan pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat dalam banyak kegiatan. Karena semuanya terkonvergensi, jadi lebih efektif dan efisien,” ujar Tomy.

Sebagai dosen, Tomy Perdana mengajar mata kuliah Sistem Agribisnis, Rekayasa Rantai Pasok, Manajemen Logistik. Sehingga apa yang diajarkannya dirasa benar-benar terkait dengan risetnya. “Apa yang disampaikan di kelas merupakan hasil riset saya yang fokus di bidang supply chain dan logistik,” pungkas Tomy.

Tomy Perdana senang dapat berinteraksi dengan banyak pelaku, mulai dari industri, petani, pelaku pasar, logistik, hingga pemerintah pusat dan daerah. Ia juga telah mengembangkan kluster tani dengan Bank Indonesia khususnya untuk komoditas pangan dan hortikultura. Dengan beberapa perusahaan swasta, pria kelahiran Bandung, 13 Desember 1973 mengembangkan sistem Smart Supply Chain.

Hanya saja, ia merasa kurang berhasil dalam meyakinkan mahasiswa untuk terjun ke pertanian. Harapannya, mahasiswa Pertanian akan terjun ke bidang pertanian. Karena saat ini spectrum pertanian sangat luas, mulai dari segi industri seperti industri benih, hingga ke pasar. Baik pasar lokal, pasar ekspor, termasuk digital marketing.

“Saat ini bukan hanya penjualan tapi bagaimana mendesain marketing, digital ads, data analytics, termasuk pembiayaan. Dan bagaimana pula mengembangkan metode pemberdayaan masyarakat, agar produsen dan konsumen ada engagement,” ujarnya. Ia berharap alumni Fakultas Pertanian akan lebih banyak yang terjun sebagai petani.

Dari kerjasamanya bersama startup Tanihub, Tomy Perdana berharap dapat membangun ekosistem pertanian di Unpad. Sehingga mahasiswa yang masuk ke fakultas Agrokompleks, dapat memiliki ekosistem pertanian di dalam kampus. “Bagi yang ingin menjadi petani, akses pasarnya sudah siap karena ada Tanihub. Dari sisi supply chain dan logistic juga siap, akses lahan akan kita carikan,” ujar Tomy.

Tomy menambahkan, Tanihub memiliki mentor yang sudah berpengalaman dan pernah bekerja di perusahaan nasional dan multinasional. “Saya ingin anak-anak kita masuk kesana dan ikut magang. Sehingga ekosistem tidak jauh-jauh, profil lulusan. Sudah disiapkan untuk mahasiswa yang ingin jadi entrepreneur dan petani,” pungkasnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here