Home Populer LIPI Kembangkan Ozon Nanomist, Disinfektan Aman Cegah Covid-19

LIPI Kembangkan Ozon Nanomist, Disinfektan Aman Cegah Covid-19

Ozon Nanomist

Agrozine – Seiring berlakunya penerapan new normal dan PSBB, disinfektan semakin marak digunakan oleh masyarakat. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak merekomendasikan penyemprotan alkohol atau klorin ke tubuh manusia. Penyemprotan bahan-bahan kimia seperti yang dilakukan masyarakat pada bilik-bilik disinfektan buatan sendiri dapat membahayakan bila terkena pakaian atau selaput lendir. Oleh karena itu, Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI mengembangkan ozon nanomist, sebagai solusi bahan dasar disinfektan nonkimia.

Ozon merupakan bentuk lain dari oksigen, yang merupakan reaksi oksigen dan sinar ultraviolet dari matahari. “Ozon banyak ditemui di sekitar kita dan kembali menjadi oksigen secara alami,” terang Kepala Balai Pengembangan Instrumentasi LIPI, Anto Tri Sugiarto seperti dilansir dari siaran pers LIPI pada Selasa (31/3). Berbeda dengan disinfektan lainnya, ozon nanomist berbahan dasar oksigen yang berubah menjadi oksigen kemudian dilarutkan dalam air dan diuapkan.

Anto menambahkan, sejak tahun 1906, ozon telah digunakan sebagai bahan dasar disinfektan karena memiliki kemampuan oksidasi yang lebih baik dibandingkan klorin dan hidrogen peroksida. “Hal ini menjadikan ozon sangat efektif dalam membunuh berbagai jenis mikroorganisme berupa virus, bakteri dan jamur,” ujarnya. Ia menambahkan, saat ini ozon banyak digunakan untuk sterilisasi bahan makanan, minuman, peralatan produksi, peralatan medis, air kolam renang, dan pengolahan air minum.

Bahkan ozon saat ini juga dipergunakan untuk terapi beberapa jenis penyakit termasuk SARS dan MERS. Bila dipaparkan dalam udara pada sebuah ruangan, ozon mampu mensterilisasi udara dan permukaan ruangan tersebut. “Ozon juga didapati efektif untuk menonaktifkan SARS pada udara dan permukaan dengan durasi pemaparan hingga 30 menit dan dengan dosis 0.5-2.5 part per million,” jelas Anto. Kendati demikian, ozon nanomist tidak serta merta menjamin seseorang dapar terbebas dari virus dalam tubuh.

“Upaya pencegahan terbaik tetaplah dengan gaya hidup sehat dan bersih, serta rajin mencuci tangan dan mandi setelah beraktivitas di luar rumah,” lanjut Anto. Ia mengatakan, produk ini telah terbukti dan pernah digunakan untuk membunuh virus SARS, namun tengah dalam pengujian untuk membunuh virus SARS-CoV-2. Anto menggarisbawahi kemampuan ozon nanomist membunuh virus corona. “Tinggal dosisnya saja berapa banyak, apakah harus diperbanyak atau bagaimana,” pungkasnya.

Saat ini, ozon nanomist telah digunakan pada seluruh area perkantoran LIPI di berbagai kawasan. Selain itu, Anto menyebutkan LIPI tengah bekerjasama dengan Persatuan Insinyur Indonesia dalam penjajakan ozon nanomist di transportasi umum. “Untuk di MRT, TransJakarta, dan Commuterline masih dalam tahap penjajakan. Semoga dapat direalisasikan,” pungkasnya. (rin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here