Home Perikanan LIPI Perkuat Budidaya Lobster Untuk Keberlanjutan Sumber Daya Laut

LIPI Perkuat Budidaya Lobster Untuk Keberlanjutan Sumber Daya Laut

LIPI perkuat budidaya lobster

Agrozine.id – Indonesia dengan kekayaan laut dan area terumbu karang terbesar di dunia memiliki potensi pengembangan lobster alam di laut yang begitu besar. Namun, saat ini komoditi lobster masih didapat dari hasil tangkapan alam. Maka dari itu, LIPI perkuat budidaya lobster agar keberlanjutan sumber daya laut tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan laut saja.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Ilmu Kebumian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ocky Karna Radjasa pada Sapa Media “Memahami Potensi Lobster dari Perspektif Kelautan dan Sosial” pada Senin (30/11/2020) lalu.

Dilansir dari siaran pers LIPI (05/12), Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi, Rianta Pratiwi menjelaskan bahwa Indonesia sendiri memiliki tujuh jenis lobster yang tersebar di seluruh wilayah perairan Nusantara di habitat yang berbeda-beda.

Adapun budidaya lobster tergolong ke beberapa jenis yaitu lobster pasir (Panulirus homarus), lobster batik (Panulirus longipes), Lobster batu (Panulirus penicillatus), lobster Pakistan (Panulirus polyphagus), lobster Mutiara (Panulirus ornatus), lobster Bambu (Panulirus versicolor), dan Lobster Batik (Panulirus femoristriga).

Ia menambahkan bahwa lobster memiliki siklus hidup, dari telur hingga menjadi lobster dewasa, yang cukup kompleks dan belum diketahui secara rinci. Menurutnya, budidaya lobster bukan hal yang mudah karena hewan laut ini hidup dalam habitat dengan suhu sekitar 20-30°C, biasanya di perairan karang mulai dari 100 sampai kurang dari 200 meter.

Lobster hidup bersembunyi di antara karang-karang dan berkelompok sehingga tidak mudah untuk ditangkap. Alat tangkap yang disarankan adalah alat yang tidak merusak ekosistem, di antaranya bubu, krenet, jerat dengan menyelam, tremmel net.

Rianta juga mengatakan, yang perlu diperhatikan adalah tidak menangkap lobster yang berukuran masih kecil atau yang sedang bertelur. “Lobster yang sudah ditangkap juga dipindahkan dengan hati-hati agar tidak merusak nilai ekonomi, serta tidak ditempatkan di bawah sinar matahari langsung,” ujarnya menanggapi anjuran untuk budidaya lobster guna mengurangi penangkapan liar dari hewan ini.

Baca Juga : Ini Budidaya Lobster Air Tawar

Sementara itu, Kepala Balai Bio Industri Laut LIPI, Ratih Pangestuti juga mengajak konsumen untuk dapat menjaga keberlangsungan hasil laut, terutama lobster, dengan tidak mengkonsumsi seafood anakan, seafood yang sedang bertelur, atau seafood yang benihnya diambil dari alam. (ran)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here