Home Kampus Mahasiswa ITS Kenalkan Sistem Pengolahan Limbah Cair di Surabaya

Mahasiswa ITS Kenalkan Sistem Pengolahan Limbah Cair di Surabaya

Mahasiswa ITS Kenalkan Sistem Pengolahan Limbah Cair di Surabaya

Agrozine.id – Air bekas cucian dan jelantah yang dibuang ke sungai tanpa melewati proses pengolahan dapat memicu terjadinya pencemaran air. Sebagai upaya untuk mengatasinya, sekelompok mahasiswa ITS ini mengenalkan sistem pengolahan limbah cair kepada masyarakat.

Mahasiswa yang tergabung dalam tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Departemen Teknik Lingkungan ITS ini melakukan sosialisasi terkait pengolahan limbah cair yakni bekas air cucian dan minyak jelantah kepada masyarakat di Desa Kejawan Putih Tambak, Surabaya.

Baca juga: Peneliti Muda LIPI Ciptakan Layar Ponsel Anti Retak dari Limbah Kelapa

Wanda Nabila Arisani, salah satu anggota KKN menjelaskan, air bekas cucian dapat diolah dengan sistem penyaringan sederhana. Caranya, dengan menyusun arang, ijuk, pasir halus, ijuk, pasir kasar, dan kerikil secara berurutan.

“Selanjutnya, penyaringan dilakukan dengan mengalirkan air melalui susunan tersebut,” ungkap Wanda.

Menariknya, tidak hanya dengan sistem penyaringan tersebut saja, masyarakat juga dikenalkan dengan metode fitoremediasi yang memanfaatkan tanaman air dengan kemampuan menyerap logam dan mineral penyebab polusi. Contoh tanaman air yang dapat digunakan ialah eceng gondok dan kayu apu.

Lebih lanjut, Wanda menjelaskan, kayu apu dan eceng gondok ini sangat berpotensi untuk mencucui limbah, karena kayu apu ini mampu menyerap ion fosfat, sedangkan eceng gondok mampu menyerap logam berat seperti kadmium, merkuri, dan nikel.

Sedangkan untuk pengolahan limbah jelantah, Wanda bersama tim mengolahnya menjadi lilin. Proses pembuatannya terdiri dari pelelehan parafin dalam jelantah, penambahan pewarna dan aroma, lalu pencetakan dan pembekuan lilin.

“Melalui proses yang ekonomis, lilin ini dapat diubah menjadi penerang rumah, hingga sebuah bisnis untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” sambungnya.

Di bawah bimbingan Ipung Fitri Purwanti ST MT PhD, Harmin Sulistyaning Titah ST MT PhD, Bieby Voijant Tangahu ST MT PhD, Dr Ir R Irwan Bagyo Santoso MT, serta Prof Dr Ir Sarwoko Mangkoediharjo MScES, kegiatan ini sukses diselenggarakan secara daring. Meskipun mengalami kendala terkait pembatasan kegiatan masyarakat, namun kegiatan dapat berjalan lancar dan masyarakat antusias dengan materi yang diberikan.

Baca juga: Startup Re-Nuble Mengolah Limbah Makanan Untuk Pertanian Dalam Ruangan

Wanda beserta tim berharap agar masyarakat mampu melakukan sistem pengolahan limbah cair secara sederhana untuk mencegah pencemaran lingkungan. “Kami juga berharap dapat melanjutkan kerja sama untuk melakukan sosialisasi, konsultasi, serta pembinaan kepada pengusaha cucian dan masyarakat,” pungkasnya. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here