Home Kampus Mahasiswa Polbangtan YOMA Kenalkan ECOTAN kepada Petani Milenial di Kalimantan

Mahasiswa Polbangtan YOMA Kenalkan ECOTAN kepada Petani Milenial di Kalimantan

petani milenial

Agrozine.id – Luqman Nur Hakim, mahasiswa penyuluhan pertanian berkelanjutan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) berinisiasi untuk mengenalkan ECOTAN kepada petani milenial sekitar rumahnya di Kabupaten Sambar, Kalimantan Barat.

ECOTAN berhasil dikembangkan dibawah bimbingan dosen Polbangtan Yoma, Asih Farmia. Pengembangan ECOTAN dengan memanfaatkan urine hewan ternak sebagai salah satu bahan baku yang akan dibuat menjadi pupuk dan pestisida organik.

Baca juga: Smart Green House Polbangtan Yoma Segera Dibangun

“Pengembangan pertanian organik sekarang sudah mulai menjadi suatu tren di Indonesia, kami sebagai akademisi merasa memiliki tanggungjawab untuk turut berkontribusi. Salah satunya yaitu dengan mendiseminasikan inovasi-inovasi yang kami hasilkan,” ujar Asih Farmia.

Permasalahan budidaya dan POPT yang dihadapi petani milenial Sambas membuat Luqman berinisiatif unutk memberikan penyuluhan secara mandiri kepada petani milenial tersebut. Upaya yang dilakukan Luqman ternyata menarik minat PT Advansia yaitu perusahaan yang bergerak dibidang pupuk dan pestisida sebagai mitra pelaksana kegiatan.

“Ilmu yang kami peroleh di kampus, coba kami tularkan ke petani di lingkungan masing-masing. Ya hitung-hitung sebagai pengganti kegiatan praktek langsung,” ujar Luqman.

ECOTAN telah berhasil membina petani milenial di Sambas, Fredy dan Ebtain telah mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut. Petani milenial tersebut telah sukses mengembangkan komuditas cabai dan berhasil meraih keuntungan lebh dari Rp 50 juta. ECOTAN juga menggandeng para petani semangka, jambu kristal, dan jagung.

Luqman beranggapan bahwa pengembangan system pendidikan vokasi khusunya dibidang pertanian diharaokan dpaat membentuk petani milenial dan pendidikan vokasi pertanian.

“Lulusan-lulusan pendidikan vokasi pertanian khususnya Polbangtan Yoma harus menerapkan ilmu dari bangku kuliah kepada masyarakat luas dan tumbuh menjadi sosok petani milenial yang sukses,” ujarnya.

Baca juga: Polbangtan YOMA Gelar Pelatihan Pengubinan Komoditas Hortikultura 

Apa yang dilakukan oleh Luqman telah sesuai dengan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo yang selalu menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian di Indonesia salah satunya ditentukan oleh kualitas SDM nya terutama generasi milenial.

“Milenial punya instuisi yang lebih tajam, kalau milenial didorong maka kekuatan pertanian akan lebih baik,” kata Syahrul.

Kepala Badan PPSDMP Dedi Nursyamsi turut menegaskan bahwa lulusan vokasi pertanian diharapkan tumbuh menjadi pengusaha pertanian milenial yang mampu menjadi resonansi, penggebuk tenaga muda di sekitarnya. “Untuk menjadi SDM pertanian unggulan yang mampu menggenjot pembangunan pertanian menjadi pertanian maju, mandiri dan modern,” ucapnya. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here