Home Kampus Mahasiswa UB Teliti Minyak Sereh Wangi Sebagai Penghemat Bahan Bakar

Mahasiswa UB Teliti Minyak Sereh Wangi Sebagai Penghemat Bahan Bakar

Mahasiswa UB Teliti Minyak Sereh Wangi Sebagai Penghemat Bahan Bakar

Agrozine.id – Kebutuhan bahan bakar cenderung meningkat sedangkan sebaliknya cadangan minyak bumi semakin berkurang. Maka dari itu, penggunaan green aditif menjadi terobosan baru untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar serta dapat meningkatkan nilai tambah tanaman atsiri. Mengingat, Indonesia memiliki minyak atsiri yang merupakan hasil dari kekayaan alam. Salah satunya adalah minyak sereh wangi.

Beberapa penelitian menyebutkan minyak sereh wangi memiliki karakteristik yang mendekati karakteristik dari bahan bakar minyak. Minyak sereh mempunyai kandungan senyawa yang mengandung atom oksigen sehingga dapat menaikkan angka oktan, sehingga dapat menghemat penggunaan bensin.

Melihat fakta-fakta tersebut, tiga mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) melakukan riset tentang keefektifan penambahan minyak atsiri sereh wangi sebagai bioaditif bahan bakar minyak.

“Minyak sereh wangi sangat berpotensi menjadi zat aditif untuk bahan bakar minyak terutama RON 90 (Pertalite) dan RON 88 (Premium). Minyak sereh ini juga dapat berfungsi sebagai penyuplai oksigen (oksigenat) untuk pertalite dan premium,” terang salah satu anggota tim yakni Rohmah Milenia, dikutip dari laman berita UB (26/09).

Penelitian ini dilakukan Rohma bersama kedua rekannya, yakni Livya Safira Islam dan Muhammad Ihsa. Di bawah bimbingan dosen Aji Hendra Sarosa ST., MT., tim akan berjuang ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXXIII pada November 2020 mendatang.

Lebih lanjut Rohmah menjelaskan, kandungan oksigen itu dapat memaksimalkan proses pembakaran pada mesin. Jika proses pembakaran terjadi optimal dan efisien maka konsumsi bahan bakar akan menurun.

Dalam penelitian tersebut, ternyata efek minyak sereh itu juga meningkatkan angka oktan hingga 9% dan juga nilai kalor bahan bakar. Hal ini berarti jumlah energi yang dihasilkan akan semakin besar sehingga konsumsi bahan bakar pun akan semakin menurun.

Metode yang digunakan juga tergolong mudah dan murah. Dengan menggunakan metode blending atau mencampurkan 0.1% hingga 1.5% minyak atsiri sereh wangi untuk volume bahan bakar 500 ml hingga 1000 ml.

“Semoga penelitian ini bisa mengurangi konsumsi bahan bakar di Indonesia, selain itu bisa membuka wawasan akan kekayaan alam Indonesia yang masih sangat bisa dikelola potensinya,” tutup Rohmah. (ran)

 

Dilansir dari laman berita UB, Sabtu (26/09/2020).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here