Home Kampus Mahasiswa UB Temukan Inovasi Pelicin Pakaian dari Ekstrak Kulit Udang

Mahasiswa UB Temukan Inovasi Pelicin Pakaian dari Ekstrak Kulit Udang

Mahasiswa UB Temukan Inovasi Pelicin Pakaian dari Ekstrak Kulit Udang

Agrozine.id – Belum banyak yang mengetahui penggunaan produk pelicin pakaian yang menggunakan bahan kimia sintetis berdampak buruk bagi kesehatan terutama untuk kulit dan pernapasan. Bahkan bahan pengawet dalam produk pelicin tersebut dapat menyebabkan kanker. Untuk mengatasi masalah tersebut, lima mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) berinovasi membuat pelicin pakaian berbahan dasar dari ekstrak kulit udang.

“Belum banyak yang tahu, bahwa produk pelicin pakaian yang beredar di pasaran menggunakan bahan kimia sintesis yang ternyata memiliki banyak dampak buruk bagi kesehatan. Belum lagi para pelaku usaha laundry kini sudah sangat menjamur,” kata salah satu anggota tim, dikutip dari laman berita UB (26/09).

Tim yang terdiri dari Izzah Linatul Khariroh sebagai ketua dan anggota terdiri dari Gumpita Windy Distiyanti, Wulan Nur Umi Hani’ah, Rohmatul Azijah dan Brenda Salsabillah di bawah bimbingan dosen Muhammad Fakhri, SPi., MP., M. Sc., menemukan sebuah inovasi yang dinamakan KITOSPRAY.

KITOSPRAY merupakan sebuah inovasi pelicin pakaian kitosan anti mikrobial sebagai subtitusi bahan kimia berbahaya Quartenary Ammonium Compound (QCA). Produk ini merupakan pelicin pakaian berbahan dasar karapas krustasea atau kulit udang. Kandungan kitosan hasil ekstrasi dari karapas krustasea diketahui dapat menggantikan bahan kimia sintesis QCA pada produk pelicin pakaian.

Selain itu, KITOSPRAY juga mengandung bahan pengawet alami dari kulit jeruk. Kandungan flavonoid yang terkandung dalam kulit jeruk sebagai pengawet alami yang ramah lingkungan dan dapat berperan menggantikan formaldehyde.

KITOSPRAY dikemas dalam dua variasi kemasan berukuran 300 ml untuk botol spray dengan harga Rp 14.000 per botol dan ukuran 500 ml untuk kemasan isi ulang dengan harga Rp 23.000 per botol. Saat ini produk KITOSPRAY sudah dapat ditemukan di marketplace dan di sosial media.

Rencana tahap berikutnya, tim KITOSPRAY akan bekerja sama dengan sejumlah pelaku usaha berbahan baku krustasea dan jeruk serta para pelaku bisnis laundry. Selain itu, penjualan secara online dengan memanfaatkan e-commerce untuk menjangkau pasar yang lebih luas juga akan dilakukan.

Gumpita salah satu anggota tim mengungkapkan harapan kedepannya dengan adanya inovasi KITOSPRAY ini dapat mengatasi permasalahan efek samping dari penggunaan bahan kimia sintesis pada produk pelicin pakaian. Selain itu, bahan baku yang digunakan untuk membuat KITOSPRAY didapatkan dari sisa bahan baku mitra kerja sehingga lebih ramah lingkungan. (ran)

 

Dilansir dari laman berita UB, Sabtu (26/09/2020). 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here