Home Kampus Mahasiswa UNS Manfaatkan Bekatul Jadi Bahan Baku Pembuatan Brownies

Mahasiswa UNS Manfaatkan Bekatul Jadi Bahan Baku Pembuatan Brownies

bahan baku pembuatan brownies

Agrozine.id – Bekatul bukanlah sekadar makanan untuk ternak. Ternyata, bekatul memiliki banyak manfaat lain, salah satunya sebagai bahan pangan manusia yang bernilai ekonomi lebih tinggi. Sekelompok mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta membuat inovasi dengan memanfaatkan bekatul jadi bahan baku pembuatan brownies.

Di tengah pandemi Covid-19, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta tetap melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN UNS 2021 ini dilakukan secara daring dan luring, dimana presentase kegiatan daring lebih banyak dari pada luring. KKN berlangsung selama kurang lebih 45 hari, dimulai 12 Januari hingga 24 Februari 2021 lokasi berdasarkan domisili masing-masing mahasiswa.

bahan baku pembuatan brownies

Kelompok 98 KKN UNS di Desa Sambon, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, salah satu kelompok yang melakukan berbagai kegiatan diantaranya penyuluhan tentang pencegahan penularan virus corona, pembagian tempat cuci tangan dan sabun, serta membuat pojok literasi untuk anak-anak desa.

Baca juga: Grup Riset Prodi Peternakan UNS Beri Pelatihan Manajemen Pengolahan Abon

Kegiatan pembuatan strap masker, sampai penyuluhan ekonomi kreatif dibidang pertanian yaitu pembuatan pupuk organik cair (POC), penyuluhan pengendalian hama, pembuatan brownies berbahan dasar bekatul dan pembuatan aquaponik.

Selain kegiatan yang dilakukan, mereka juga melakukan berbagai inovasi-inovasi. Salah satunya berinovasi memanfaatkan bekatul untuk dijadikan brownies untuk meningkatkan nilai ekonomi bekatul itu sendiri.

Hasil survei yang dilakukan, menunjukkan bahwa limbah bekatul bisanya dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pakan ternak. Hal tersebut yang mendasari adanya kegiatan sosialisasi pemanfaatan bekatul sebagai bahan baku pembuatan brownies. Kegiatan sosisalisasi ini disambut antusias oleh ibu-ibu PKK Desa Sambon, dan sosialisasi ini merupakan program utama dari kelompok 98 KKN UNS.

“Satu persatu program kerja mahasiswa di Banyudono mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Protokol kesehatan dan keselamatan pun tetap selalu terjaga saat kegiatan luring dilaksanakan,” ujar Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 98 KKN UNS 2021, Dr Agung Wibowo.

Menurut penjelasan Dr. Agung sebagai Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 98 dan juga Dosen Fakultas Pertanian, bahwa Kelompok 98 selain menjelaskan tentang materi mengenai aquaponik juga mempraktikkan pembuatan aquaponik beserta peralatan yang dibutuhkan untuk pembuatan aquaponik. Dimulai dengan praktik pembuatan wadah budikdamber, kemudian dilakukan penyiapan media tanam dan ikan, penebaran benih, dan terakhir perawatan.

Baca juga: Tim PKM UNS Berhasil Ciptakan Mesin Pembuat Tepung Ikan

“Program kerja yang informatif, inovatif, dan kreatif dari mahasiswa diharapkan membantu memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan limbah pertanian,” kata Dr. Agung.

Selain itu, lanjutnya, diharapkan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat serta mampu meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here