Home Kampus Mahasiswa Unsil Ajarkan Pembibitan Tanaman Hias untuk Cegah Perburuan Tanaman Ilegal

Mahasiswa Unsil Ajarkan Pembibitan Tanaman Hias untuk Cegah Perburuan Tanaman Ilegal

Agrozine.id – Tingginya tren tanaman hias saat ini membuat masyarakat semakin banyak yang menggeluti budidaya tanaman hias. Salah satunya adalah masyarakat di dusun Palasari yang berbatasan langsung dengan kawasan Suaka Margasatwa Gunung Sawal Kabupaten Ciamis. Berawal dari terdapatnya kebun warga di Palasari yang lahannya belum teroptimalkan, maka mahasiswa KKN Unsil menginisiasi pembibitan tanaman hias hutan di desa tersebut karena prospek budidaya tanaman hias ini sangat menjanjikan kedepannya dan sekaligus sebagai upaya konservasi tanaman hias di sekitar SM Gunung Sawal.

Pembuatan lahan budidaya dan pembibitan tanaman hias ini dimulai dengan menanami tanaman hias sri rejeki atau yang dikenal juga dengan nama Aglaonema atau Chineese evergreen. 

Baca Juga: Daftar 7 Jenis Tanaman Hias Anthurium Termahal di Dunia

Tanaman ini memiliki sekitar 30 jenis dan menjadi lebih terkenal karena seorang ahli botani yaitu Greg Hambali yang menyilangkan spesies Aglaonema rotundum dari Sumatera dengan Aglaonema commutatum yang berasal dari Filipina.

Kegiatan pembuatan pembibitan ini dilakukan oleh mahasiswa dengan mengumpulkan bibit tanaman hias hutan di sekitar Ciamis termasuk juga dari hutan Gunung Sawal. Seiring dengan berjalannya waktu beberapa jenis tanaman hias hutan mengalami perburuan ilegal seperti kantong semar yang mulai diperjualbelikan. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai plasma nutfah tanaman hutan.

Baca Juga: 4 Cara Budidaya Tanaman Azolla dan Tips Panen Sukses

Kegiatan ini mengajak pihak luar untuk ikut berkontribusi termasuk juga masyarakat dan Balai Litbang Teknologi Agroforestry (BPPTA), BKSDA dan civitas akademika Universitas Siliwangi. Setelah kegiatan KKN selesai, kegiatan ini dilanjutkan oleh masyarakat desa Palasari dan Yayasan Bumi Air Anadopah melalui program Bumi Lestari dengan membentuk unit usaha masyarakat yaitu Kiara Jingkrang sekaligus sebagai solusi pengalihan perburuan tanaman hias yang sebelumnya dijual secara langsung kini dialihkan untuk diperbanyak dulu di luar area konservasi atau yang disebut juga dengan konservasi ek situ sehingga masyarakat yang ingin membeli tanaman ini tidak lagi mengambil secara langsung ke hutan, melainkan mereka membeli tanaman hasil perbanyakan.

Selain menambah pengetahuan masyarakat mengenai budidaya tanaman hias, pembibitan tanaman hias hutan ini juga sekaligus sebagai upaya untuk mencegah kepunahan tanaman hias hutan dengan membentuk unit usaha dan konservasi ek situ. (ira)

 

Tonton video menarik ini:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here