Home Pertanian Manfaat Buah Jamblang dan Cara Menanamnya di Pot Rumah

Manfaat Buah Jamblang dan Cara Menanamnya di Pot Rumah

Agrozine – Jamblang merupakan pohon penghasil buah yang termasuk dalam suku jambu-jambuan (Myrtaceae). Family Myrtaceae merupakan kelompok besar tanaman yang banyak dimanfaatkan manusia, salah satunya adalah tanaman jamblang. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia Selatan dan dikenal juga dengan nama Duwet. Hanya saja, tanaman jamblang masih jarang dibudidayakan, padahal memiliki ragam manfaat yang baik dikonsumsi oleh tubuh. Dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih lanjut manfaat dari buah jamblang dan cara menanamnya di pot pekarangan rumah. Simak ulasannya!

 

Manfaat Buah Jamblang

Buah jamblang memiliki kandungan protein, serat, fenol, tritepenoid, minyak esensial, asam organik, jambosin, tanin, antosianin, riboflavin, asam ellagik, flavonoid, dan oleanolik. Selain itu buah ini juga mengandung mineral seperti kalsium, zat besi, kalium, natrium, fosfor, dan vitamin C. Adapun beberapa manfaat dari buah jamblang atau duwet antara lain:

  1. Pembersih Darah Alami

Kandungan zat besi dari buah jamblang dapat memastikan kandungan oksigen dalam darah dan jumlah hemoglobin yang baik sehingga mencapai seluruh bagian tubuh. Kulit yang bersih adalah tanda darah bersih, menggunakan pasta bubuk biji jamblang dapat pula mengatasi masalah jerawat.

  1. Mengatasi Pencernaan

Jambang dapat membantu menyembuhkan penyakit pencernaan seperti diare, disentrim dan dyspepsia. Serbuk dari kulit kayu dan biji tanaman jamblang juga dapat memperlancar buang air besar. Bila diolah menjadi jus, buah ini dapat menginduksi produksi air liur sehingga membantu memecah makanan lebih cepat dan sistem pencernaan lebih mudah.

  1. Menjaga Kesehatan Jantung

Kandungan tritepenoid pada buah jamblang berkhasiat untuk menghentikan akumulasi atau produksi kolestrol dalam tubuh yang penting untuk penderita gangguan jantung. Jamblang juga mengandung kalium yang diperlukan untuk kesehatan jantung, mencegah gangguan kardiovaskular, hipertensi, dan stroke.

  1. Mengurangi Gejala Diabetes

Buah ini memiliki indeks glikemik yang rendah. Jamblang juga dapat memperlambat akumulasi gula dan lipid dalam darah, serta menghancurkan gula darah. Buah ini memiliki kandungan asam oleanolik yang bersifat anti-diabetes. Jamblang berkhasiat membantu mengurangi gejala diabetes seperti buang air kecil dan rasa haus berlebih.

 

Cara Menanam Jamblang di Pot Rumah

Tanaman jamblang dapat tumbuh subur bila dibudidayakan pada daerah tropis dengan ketinggian sekitar 500-1800 meter di bawah permukaan laut. Tanaman ini juga memerlukan curah hujan lebih dari 1000 mm per tahun, bahkan bisa tumbuh di dataran banjir. Jamblang termasuk toleran dan dapat tumbuh di tempat yang kering, tidak subur, dan lahan basah sekalipun.

  1. Persiapan Tanam

Sebelum memulai budidaya jamblang, siapkan pot dengan ukuran yang disesuaikan dengan ukuran bibitnya. Selain itu, siapkan pula campuran tanah, pupuk kandang atau kompos, dan sekam sebagai media tanam.

  1. Persiapan Bibit

Bibit jamblang dapat diperoleh dari pohon jamblang berumur diatas 7 tahun yang sehat dan sudah berbuah. Selanjutnya, kikis batang pohon hingga memiliki diameter 2 cm menggunakan pisau steril. Diamkan selama 1 jam agar getah pada batang kering.

  1. Penanaman

Masukkan campuran media tanam ke dalam wadah pot, diikuti dengan bibit jamblang. Pastikan posisi bibit tegak lurus dan tidak miring, lalu timbun kembali dengan media tanam agar tetap padat dan tidak mudah roboh. Siram tanaman dalam pot dengan air secukupnya.

  1. Perawatan

Tanaman jamblang perlu disiram secara rutin dengan frekuensi 1-2 kali sehari. Pasanglah ajir dari bahan bambu dengan tinggi sekitar 1 meter untuk menopang tanaman yang baru ditanam agar tidak mudah roboh. Agar nutrisi tanaman terpenuhi, lakukan pemupukan secara rutin selama 1 bulan dan berikan hormon perangsang untuk memacu pembuahan.

 

Nah, sekarang kita telah mengenal lebih lanjut manfaat dari buah jamblang dan cara menanamnya di pot rumah. Tanaman ini memiliki prospek yang bagus karena masih jarang dibudidayakan di Indonesia. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here