Home Perikanan Mau Ekspor atau Impor Ikan? Yuk Ketahui Syarat Karantina Ikan Dulu

Mau Ekspor atau Impor Ikan? Yuk Ketahui Syarat Karantina Ikan Dulu

syarat karantina ikan

Agrozine.id – Tahukah kamu? Sebelum melakukan pengiriman ikan baik antar negara maupun daerah lain perlu dilakukan karantina terlebih dahulu. Hal tersebut biasanya dilakukan ketika memasuki bandara atau Pelabuhan. Terdapat beberapa syarat karantina ikan yang harus dipenuhi.

Perlu diketahui, tujuan dilakukan karantina ikan yaitu sebagai tindakan pencegahan tersebarnya hama dan penyakit yang terdapat pada ikan. Karena jika tersebar maka dapat membahayakan kesehatan manusia sebagai konsumen dan lingkungan hidup, termasuk berbahaya bagi jenis ikan lain.

Baca juga: Peluang Ekspor Ikan Sidat Yang Menjanjikan

Upaya pencegahan ini tidak hanya dilakukan terhadap pergerakan atau lalu lintas hasil perikanan dari suatu wilayah ke wilayah lain di dalam negeri, namun juga antar negara, baik ekspor maupun impor.

Adapun lembaga yang berwenang menjalankan tugas ini adalah badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM). Lembaga ini berada di dalam lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Petugas BKIPM akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap komoditas perikanan yang dilalulintaskan, baik masuk maupun keluar.

Kemudian, setiap komoditas ikan yang akan dimasukkan atau dikeluarkan melalui bandara atau pelabuhan wajib memenuhi syarat karantina ikan, diantaranya yaitu:

  • Melengkapi sertifikat kesehatan dari negara/area asal bagi ikan dan produk ikan
  • Memasukkan media pembawa melalui tempat pemasukan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat
  • Melaporkan dan menyerahkan media pembawa kepada Petugas Karantina ditempat-tempat pemasukan dan pengeluaran untuk keperluan tindakan karantina dan pengawasan atau pengendalian
  • Dokumen lain yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundag-undangan.

Jika dalam pemeriksaan tersebut ditemukan hasil perikanan yang tidak memenuhi standar maka akan dilakukan tindakan karantina, dengan membawanya ke Instalasi Karantina Ikan (IKI) terdekat yang dimiliki oleh BKIPM untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Bagaimana Ekspor Perikanan di Tengah Pandemi?

Ada tarif yang diberlakukan untuk pengurusan karantina ikan tersebut. Besarnya tarif sudah diatur berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah No. 75 Tahun 2015 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang Berlaku pada Kementerian Kelautan dan Perikanan. Seluruh biaya tersebut nantinya akan disetorkan sebagai pendapatan negara. Petugas karantina Ikan tidak memungut biaya diluar yang sudah ditentukan.

Perlu diingat, apabila ikan batal dikirimkan karena tidak memenuhi syarat karantina ikan dan sertifikat kesehatan ikan yang sudah diterbitkan, maka biaya pengurusan karantina tidak dapat dikembalikan.

Adanya jaminan kesehatan ikan secara menyeluruh dari awal hingga akhir proses sangatlah penting. Hal tersebut sebagai upaya agar komoditas perikanan Indonesia dapat diterima pasar dan memenangkan persaingan. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here