Home Pengolahan Hasil Perikanan Melihat Prospek Bisnis Produk Perikanan Beku

Melihat Prospek Bisnis Produk Perikanan Beku

Sumber foto: www.markwellfoods.co.nz

Agrozine.id – Di masa yang serba instan ini, kecepatan menjadi sebuah tuntutan. Bukan hanya dalam hal pekerjaan, gaya hidup menikmati makanan juga turut bergeser ke cara yang lebih cepat. Salah satu makanan yang digemari bagi mereka yang mobilitasnya tinggi adalah frozen food atau makanan yang dibekukan pada suhu rendah untuk menjaga keamanan, kesegaran, dan umur simpannya. Makanan beku dapat mencakup  berbagai jenis produk, termasuk buah dan juga produk perikanan beku.

Makanan beku olahan atau frozen food merupakan hasil dari metode pengawetan makanan yang dilakukan dengan cara menurunkan suhu hingga titik beku. Hal ini bertujuan untuk memperlambat proses pembusukan frozen food atau makanan yang dibekukan, dalam hal ini adalah hasil perikanan akan menyebabkan aktivitas mikrobiologi dan enzim terhambat sehingga daya simpan produk menjadi panjang.

Produk pangan yang dibekukan tetap mempunyai batas waktu simpan atau daya simpan. Pada jangka waktu tertentu, produk masih bisa diterima, entah itu warna, rasa, tekstur, dan bentuknya. Hal ini dikenal dengan sebutan high quality life. Keuntungan dari frozen food adalah berupa kemudahan dalam persiapan dan penyimpanan makanan beku dapat disimpan dalam freezer hingga berbulan-bulan lamanya dan dapat diolah dengan cepat dan juga sangat mudah dibuat. Hal tersebut membuat makanan yang telah dibekukan tadi menjadi pilihan yang populer bagi orang-orang yang sibuk atau mereka yang tidak memiliki banyak waktu untuk memasak. Selain itu, kelebihan frozen food antara lain tingkat kesegaran lebih, dapat diolah kapan saja, menghindari pertumbuhan bakteri dan menjaga kandungan nutrisi.

Pada 2024, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia menargetkan nilai ekspor perikanan sebesar 7,2 miliar USD, diantaranya produk perikanan beku. Beberapa   Komoditas perikanan beku dikirim ke negara-negara seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Vietnam, dan Thailand.

Hal-hal yang harus diperhatikan pada pembekuan ikan adalah kecepatan pembekuan ikan, yaitu jumlah bahan atau ikan yang dapat dibekukan tiap satuan waktu dan waktu pembekuan. Ikan-ikan dapat dibekukan pada suhu -30 sampai dengan-40 derajat celcius sehingga target suhu pusat ikan dapat mencapai suhu -18 derajat celcius. Pada suhu tersebut, reaksi enzimatis dan aktivitas mikroorganisme yang dapat membuat ikan membusuk akan berhenti.

Ada empat metode pembekuan ikan yang dikenal umum selama ini, yaitu ada blast freezingcontact freezing, cryogrenic freezing yaitu ikan dibekukan dengan cara disemprot dengan nitrogen cair, dan ada immersion freezing yaitu ikan atau produk perikanan direndam dalam larutan super dingin.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan frozen food atau ikan beku. Pertama adalah memilih produk berkualitas tinggi yang memenuhi standar keamanan pangan dan memiliki kualitas yang baik dengan memperhatikan lisensi jaminan. Kedua, periksa tanggal kadaluarsa pada kemasan ikan beku. Ketiga, pastikan kemasan tidak rusak atau bocor karena ini bisa mengindikasikan bahwa ikan sudah thawing atau mencair dan kemungkinan telah kehilangan kesegarannya. Keempat, pastikan ikan beku disimpan pada suhu yang sangat rendah.

Manisnya bisnis produk perikanan beku dirasakan oleh unit pengolahan ikan (UPI) produsen CEDEA misalnya, mengungkapkan peluang olahan jenis surimi hingga memicu multiplayer effect di sektor Kelautan dan Perikanan. UPI CEDEA tetap bisa survive di masa pandemi, berbeda dengan industri lain. Pengolahan ikan menjadi produk makanan beku UPI CEDEA mempekerjakan sekitar 2000 orang.

Produk perikanan berbasis surimi ini mulai dikenal dalam satu dekade ini karena dengan pertumbuhan ekonomi yang makin meningkat menyebabkan impact pendapatan per kapita masyarakat naik. Dengan pendapatan perkapita masyarakat yang makin naik, masyarakat memiliki opsi untuk memilih produk makanan yang lebih berkualitas dan bergizi. Produk perikanan ini adalah produk yang memiliki protein tinggi yang memiliki omega 3 untuk kecerdasan otak, baik untuk tubuh karena minim kolesterol dibandingkan dengan produk daging lainnya. Namun, produk perikanan ini memiliki sifat, yaitu produk yang perishable. Produk perishable adalah produk yang cepat rusak apabila tidak dilakukan penanganan dengan baik dan benar baik dari proses penangkapan ikan, proses pasca penangkapan ikan, proses pengolahan ikan, sampai produk didistribusikan kepada konsumen. Keunggulan produk surimi, yaitu memiliki nilai protein yang tinggi dan bergizi, memiliki tekstur dan kualitas yang stabil, memiliki multiplyer effect yang sangat besar untuk pertumbuhan perikanan Indonesia baik dari upstream sampai dengan downstream, surimi merupakan produk pasta ikan yang mengubah ikan nonekonomis menjadi produk ikan dengan memiliki nilai ekonomis tinggi. Multilplier effect-nya, yaitu pertama adalah dari sisi hulu upstream-nya, yaitu dari nelayan tangkap. Kemudian, dari nelayan tangkap setelah menangkap ikan akan diolah di pabrik surimi untuk menjadi finish good sebagai pasta ikan. Dari pasta ikan ini akan dikirim lagi kepada pabrik pengolahan makanan berbasis ikan.

Alur proses pengolahan produk berbasis surimi di pabrik, yaitu pertama dilakukan pemilihan dan penerimaan bahan, kemudian bahan baku yang sudah dipilih dilakukan pencampuran antara bahan baku, sayur, dan bumbu-bumbu, selanjutnya akan dicetak menjadi produk olahan seperti bakso dan lain-lain. Selanjutnya yaitu tahap pemasakan, meliputi perebusan dan penggorengan. Setelah itu, lanjut ke tahap pembekuan, lalu pengepakan. Selanjutnya produk disimpan di cold storage, selanjutnya sampai produk tersebut didistribusikan ke konsumen. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here