Home Kehutanan Mengenal 4 NGO di Bidang Pelestarian Orangutan

Mengenal 4 NGO di Bidang Pelestarian Orangutan

orangutan

Agrozine.id – Pada kesempatan kali  ini kita akan mengenal lebih dekat tentang beberapa NGO (Non Government Organization) atau LSM (Lembaga Swadaya Masyaraka) yang bergerak di bidang pelestarian orangutan.

Orangutan merupakan salah satu hewan endemik asli Indonesia yang saat ini hidup dalam kondisi terancam punah. Populasi Orangutan kian hari semakin berkurang yang disebabkan oleh praktik perburuan dan pembakaran liar, alih fungsi hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, perubahan iklim serta kebakaran hutan.

Di Indonesia sendiri, ada dua jenis Orangutan yaitu Orangutan Sumatera (Pongo Abelli) dan Orangutan Kalimantan (Pongo Pygamaeus). Menurut World Conservation Union (IUCN RED LIST) mengklasifikasikan spesies Orangutan ini sebagai spesies yang terancam punah, dan tercantum dalam lampiran I Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Langka Fauna dan Flora Liar (CITES).

Berbagai upaya konservasi telah dilakukan oleh Pemerintah. Namun, dalam menangani permasalahan orangutan ini peran pemerintah saja tidak cukup dan perlu adanya kerjasama dari organisasi-organisasi terkait, adanya kontribusi dan peran serta dari NGO (Non Government Organization).

Berikut ini adalah beberapa NGO yang bergerak dalam bidang pelestarian orangutan:

  1. BOSF (Borneo Orangutan Survival Foundation) 

BOSFBOSF merupakan sebuah organisasi atau LSM nirlaba yang ada di Indonesia dan didirikan oleh Dr. Wille Smits pada tahun 1991 dengan tujuannya yaitu reintroduksi orangutan, rehabilitasi dan perlindungan habitat satwa liar yang dilindungi hukum terutama orangutan dan memberikan informasi, penjangkauan dan pendidikan, pengembangan kapasitas masyarakat, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesadaran masyarakat.

BOSF mengelola program penyelamatan, rehabilitasi, dan reintroduksi Orangutan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

BOSF memiliki visi “Terwujudnya Kelestarian Orangutan Kalimantan dan Habitatnya dengan peran serta masyarakat”, dan misinya yaitu Reintroduksi, Perlindungan, Pemberdayaan masyarakat, Penelitian dan Pendidikan, Kerja sama, dan Kapasitas Lembaga.

BOSF mengelola dua program reintroduksi yaitu Nyaru Menteng di Kalimantan Tengah dan Samboja Lestari di Kalimantan Timur. Kedua program yayasan BOS ini berfokus pada kegiatan rehabilitasi dan reintroduksi.

 

  1. Orangutan Foundation International (OFI) 

Orangutan Foundation International (@OFIOffice) | TwitterOrangutan Foundation International (OFI) didirikan oleh Dr. Birute Mary Galdikas pada tahun 1986 dan berkantor pusat di California, Amerika Serikat. OFI merupakan NGO yang telah berkecimpung selama lebih dari 40 tahun dalam isu kelestarian orangutan, sekaligus lembaga penelitian internasional pertama yang berkonsentrasi terhadap isu tersebut.

OFI mendirikan sebuah pusat penelitian orangutan di dalam Taman Nasional Tanjung Puting. OFI juga menjalankan fasilitas Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ) di desa Dayak Pasir Panjang dekat Pangkalan Bun, yang merupakan rumah bagi 330 orangutan yang mengungsi. Selain itu, OFI juga membantu mengelola Suaka Margasatwa Lamandau , tempat orangutan liar yang telah direhabilitasi dilepasliarkan ke alam liar.

OFI dikenal melalui program penelitian dan konservasi. OFI juga melakukan upaya-upaya kampanye lainnya melalui kegiatan edukasi dan publikasi. Hal tersebut dilakukan dengan menggandeng instansi pemerintah, swasta, NGO lainnya, dan masyarakat dalam program yang dirancang oleh OFI.

 

  1. Yayorin (Yayasan Orangutan Indonesia) 

Pekan Peduli Orangutan : Mengenalkan Orangutan dan Habitatnya Kepada Generasi Muda

Yayorin merupakan organisasi non-pemerintah (LSM) yang kegiatan utamanya berfokus pada penelitian, pendidikan, dan pelestarian orangutan, satwaliar serta hutan hujan tropis sebagai habitat hidupnya. Yayasan ini sudah didirikan sejak 4 Juli 1991 di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Yayorin memiliki visi “Kelestarian hutan untuk kesejahteraan umat masa kini dan generasi mendatang.” Sedangkan misinya yaitu melestarikan hutan hujan tropis yang merupakan habitat orangutan dan satwa liar lainnya, melalui kegiatan penelitian, pendidikan, dan konservasi, serta bekerja dengan masyarakat setempat, terutama mereka yang bergantung pada hutan untuk mempertahankan gaya hidup tradisional mereka, tetapi dapat menemukan cara untuk berkembang tanpa memiliki dampak merusak pada ekosistem hutan.

Terdapat 4 program yang dijalankan Yayorin yaitu CFC (Community Forest Carbon), BCP (Belantikan Conservation Programme), REASON (Raise Education to Save Orangutan and Nature), HOPE ( Help Orangutan Through People Empowerment).

 

  1. Save the Orangutan

Save the OrangutanSave the Orangutan merupakan sebuah organisasi nirlaba yang memiliki kantor pusat di London.

Misi Save the Orangutan adalah untuk menyelamatkan dan melindungi orangutan yang terancam punah dan habitat terakhirnya yang tersisa di Kalimantan dan untuk meningkatkan kesadaran nasional dan internasional tentang deforestasi parah yang mengancam keberadaan orangutan di masa depan.

Ada tiga program utama yang dirancang Save the Orangutan yaitu pertama, mengumpulkan dana dari sumber swasta dan publik untuk menyelamatkan orangutan yang terlantar dan yatim piatu, dan untuk melestarikan populasi orangutan liar dan habitat terakhir mereka di Kalimantan. Kedua, bekerja sama dengan organisasi lokal dan internasional dan terlibat dalam dialog pemangku kepentingan yang luas dalam upaya kami melindungi orangutan yang terancam punah dan memastikan kelangsungan hidupnya di masa depan di alam liar.

Ketiga, membuat dan mempromosikan kampanye kesadaran publik untuk menyebarkan pengetahuan tentang orangutan yang terancam punah dan ancaman terhadap keberadaannya di masa depan.

Itulah sedikit informasi mengenai NGO atau organisani non-pemerintah yang bergerak d bidang pelestarian orangutan, satwa endemik asli Indonesia. Semoga informasi pada artikel ini dapat bermanfaat ya. (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here