Home Biodiversitas Mengenal Anoa, Si Kerbau Kerdil dari Sulawesi

Mengenal Anoa, Si Kerbau Kerdil dari Sulawesi

Anoa kerbau kerdil

Agrozine.id – Tahukah kamu anoa sering disebut juga dengan kerbau kerdil? Satwa endemik dari Sulawesi ini memiliki bentuk tubuh seperti kerbau namun berukuran lebih kecil. Ada dua spesies anoa, yaitu anoa dataran rendah [Bubalus depressicornis] dan anoa gunung [Bubalus quarlesi].

Status konservasi anoa dataran rendah dan anoa gunung, menurut badan konservasi dunia IUCN [International Union for the Conservation of Nature] adalah terancam punah [Endangered]. Kemudian, berdasarkan Permen LHK Nomor P.106/2018, keberadaannya berstatus sebagai satwa dilindungi.

Baca juga: Mengapa Harimau Memiliki Belang? Intip Faktanya Berikut

Lalu, mengapa anoa sering disebut dengan kerbau kerdil? IUCN menjelaskan, bahwa saat ini terdapat lima jenis spesies kerbau yang masih hidup. Diantaranya yaitu:

  • Kerbau air asia [Bubalus arnee] yang tersebar di India, Bhutan, Nepal, Kamboja, dan Thailand.
  • Tamaraw [Bubalus mindorensis] yang merupakan endemik Pulau Mindoro Filipina.
  • Anoa dataran rendah [Bubalus depressicornis) endemik Sulawesi.
  • Anoa gunung [Bubalus quarlesi] endemik Sulawesi.
  • Kerbau afrika [Syncerus caffer] terdapat di Afrika.

Menurut Abdul Haris Mustari, peneliti dan pengajar pada Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan IPB, dalam bukunya yang berjudul “Ekologi, Prilaku, dan Konservasi Anoa”, berat badan anoa dataran rendah berkisar 80–100 kg, sementara anoa gunung sekitar 60–80 kg.

“Berdasarkan berat badan beberapa jenis kerbau diketahui bahwa anoa adalah jenis kerbau terkecil di dunia. Karena ukurannya kecil untuk kategori kerbau, maka anoa disebut juga kerbau kerdil atau kerbau cebol [dwarf buffalo],” ungkap Haris Mustari dalam bukunya.

Haris mengatakan, ukuran tubuh anoa yang lebih kecil dibandingkan dengan jenis kerbau lainnya, kemungkinan mengikuti teori Island Rule/Foster Rule atau biasa disebut Island Syndrome. Keterbatasan sumber daya dan ketidakhadiran predator besar menyebabkan terjadinya pengerdilan ukuran tubuh satwa besar yang hidup pada ekosistem pulau.

Dijelaskan, salah satu mekanisme yang bekerja pada satwa berukuran besar dan kecil adalah terkait wilayah jelajah. Pada pulau berukuran kecil, wilayah jelajah satwa berukuran besar akan terbatas. Dengan wilayah jelajah yang kecil tersebut, maka persediaan dan kelimpahan sumber daya terutama makanan, air, dan tempat berlindung terbatas. Sehingga, satwa berukuran besar berevolusi menjadi lebih kecil di pulau.

Lebih lanjut, Haris mengungkapkan mengenai leluhur anoa yang berasal dari wilayah Asia Selatan, bermigrasi ke wilayah timur hingga akhirnya mencapai daratan Sulawesi pada era Pliosen-Pleistosen. Dibandingkan dengan daratan utama Asia, Sulawesi adalah pulau yang kecil ukurannya.

Baca juga:

Selain berat tubuhnya yang paling kecil diantara jenis kerbau lainnya, anoa adalah paling soliter yang mendiami habitat mulai dari ekosistem hutan mangrove, hutan pantai, hutan dataran rendah sampai ekosistem hutan pegunungan bawah dan pegunungan atas. (ran)

 

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here