Home Pertanian Mengenal Buah Alkesa, Si Sawo Mentega

Mengenal Buah Alkesa, Si Sawo Mentega

Agrozine.id – Buah alkesa disebut juga sawo mentega, sawo ubi, sawo belanda, atau kanistel. Dalam bahasa Inggris disebut sebagai canistelegg fruit, atau yellow sapote. Buah dengan nama ilmiah Pouteria campechiana ini berasal dari wilayah Amerika Tengah dan Meksiko bagian selatan. Namun, karena manfaatnya, pohon buah ini sekarang telah dibudidayakan di banyak negara, termasuk di Indonesia.

Pohon sawo mentega berukuran sedang, tingginya bisa mencapai hingga 30 m, meski kebanyakan hanya mencapai 20 m. Daun-daun terkumpul di ujung ranting, bundar telur terbalik dan memanjang, agak menyerupai sudip,  meruncing di pangkal dan ujungnya, warnanya hijau berkilap. Bunganya muncul di ketiak daun bagian bawah, tunggal atau mengelompok, bertangkai panjang 5–12 cm, kelopak bunganya berjumlah 5 helai, berwarna hijau keputih-putihan dan berbau harum.

Buah berbentuk gelendong, bulat telur, bulat telur sungsang, sampai membulat, dengan ujung berparuh dengan diameter sekitar 7 cm. Kulit buah tipis, licin seperti berlilin, kaku, dan warnanya kuning bila masak. Daging buah berwarna kuning, lembap atau agak kering menepung, sedikit berbau harum, dan rasanya manis. Bijinya besar, cokelat mengilat, berbentuk bulat telur, panjangnya hingga 5 cm, berjumlah 1–5 butir dalam tiap buah.

Buah alkesa yang sudah masak di Indonesia biasanya dimakan sebagai buah segar. Namun, di negara lain, daging buah yang mirip dengan ubi kuning ini dicampur dengan garam dan lada, sari jeruk, atau mayones, lalu dimakan segar atau setelah sebentar dipanaskan. Buah ini memiliki daging dengan tekstur dan rasa yang mirip dengan ubi rebus atau tapai singkong. Daging buah juga kerap dihaluskan dan dijadikan campuran es krim atau susu kocok (milkshake). Buah sawo mentega ini juga sering dicampurkan ke dalam puding, kue dadar (pancake), dan dijadikan selai untuk mengolesi roti.

Kayu pohon alkesa berwarna cokelat keabu-abuan hingga kemerah-merahan bertekstur halus, kuat, keras, dan berbobot sedang hingga berat sehingga cocok untuk membuat papan atau balok. Batang tanaman alkesa memiliki getah susu atau lateks yang akan keluar apabila kulitnya tersayat.  Di Amerika Tengah, lateksnya disadap untuk campuran getah sawo manila sebagai bahan permen karet. Pohon alkesa sering pula ditanam sebagai peneduh atau penghias taman.

Buah alkesa dijuluki superfood karena memiliki banyak kandungan nutrisi, diantaranya zat karoten yang baik untuk mata, thiamine, niasin, karbohidrat, vitamin C, vitamin A, fosfor, kalsium. Selain itu, buah ini juga dapat menjadi sumber energi karena memiliki kandungan karbohidrat cukup tinggi. Beragam nutrisi yang terkandung di dalamnya membuat buah ini memberikan banyak manfaat untuk kesehatan ketika dikonsumsi, diantaranya meningkatkan kesehatan mata, memperkuat otot, meningkatkan fungsi otak, melawan radikal bebas, mengurangi risiko hipertensi, mengurangi risiko diabetes, meningkatkan kesehatan sendi dan tulang rawan, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mengatasi sembelit.

Alkesa dibudidayakan dengan menanam bijinya atau okulasi. Namun, cara okulasi lebih memiliki keunggulan, yaitu akan memberikan bibit dengan akar yang lebih kuat, sekaligus lebih mampu menyerap nutrisi dalam tanah dan menghasilkan buah yang besar. Berkat akarnya yang unggul, pada usia 1 tahun tanaman hasil okulasi ini sudah bisa berbuah. (das)

(Sumber Foto: shopee.co.id)

(content partnership IG @amani.jungle, tiktok amani.jungle)

Tonton video menarik ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here