Home Biodiversitas Mengenal Burung Hud-Hud, Sang Intelejen Nabi Sulaiman

Mengenal Burung Hud-Hud, Sang Intelejen Nabi Sulaiman

www.monaconatureencyclopedia.com

Agrozine Inilah salah satu burung paling cantik dan eksotis di dunia. Nama burung hud-hud berasal dari bangsa arab, yang diberikan karena bersuara melengking “hud-hud-hud”.  Nama ilmiahnya adalah Upupa epops (keluarga  Upupidae, dari ordo Bucerotiformes). Burung istimewa ini merupakan salah satu hewan yang nama dan kisahnya diabadikan dalam Al-Qur’an di dalam surah An Naml, pada ayat ke 20 – 35.

Burung hud-hud dikenal sejak zaman Nabi Sulaiman AS. Allah SWT telah memberikan kemampuan kepada Nabi Sulaiman untuk bisa memahami bahasa burung dan menaklukkannya demi memperkuat dakwah dan pasukannya. Kala itu, burung ini membawa kabar dari sebuah negeri bernama Saba. Ia melihat seorang raja wanita serta kaumnya yang menyembah selain Allah, yakni matahari. Kemudian, Nabi Sulaiman memerintahkan burung ini untuk memberikan surat dakwah.

Jenis burung ini adalah burung yang tersebar luas di daerah beriklim sedang dan tropis di Dunia Lama, yaitu di di Kepulauan Inggris, Eropa, Asia, dan Afrika Utara. Atas izin Allah, spesies burung hud-hud masih ada hingga saat ini. Di beberapa bagian Indonesia, burung ini dapat ditemukan dalam hutan Kalimantan dan juga Sumatera.

Allah SWT memberikan keistimewaan kepada burung hud-hud berupa kemampuan fisik serta daya ingat jelajah sehingga dapat terbang di angkasa bermil-mil jauhnya tanpa tersesat dan bisa kembali lagi ke tempat asalnya.

Burung ini memiliki ciri khas pada paruh dan jambulnya yang panjang. Dari kepala, leher, dada, dan punggungnya berwarna cokelat dengan ujung jambul yang berwarna hitam.

Ukuran tubuhnya sekitar 30 cm, lebih besar dari burung merpati, dengan lebar bentang sayap antara 44-48 cm. Saat hud-hud mengeluarkan suara, ia akan mengangguk-anggukkan kepalanya. Saat merasakan ada bahaya, jambulnya akan terangkat.

Burung cantik ini beraktivitas di lahan terbuka dengan kondisi yang lembap. Burung ini mencari makan dengan mematuk-mematukkan paruhnya di tanah, lalu mencari serangga untuk dimakan. Sarang dari burung ini berupa lubang-lubang pada pohon atau tebing karena dapat melindungi dari hujan dan terik.

Allah SWT telah memberikan anugerah penglihatan yang tajam pada burung hud-hud sehingga ia bisa terbang dalam kegelapan di bumi demi mencari sumber air. Hal ini dijelaskan oleh Sayyidina Ibnu Abbas. Ia menjelaskan bahwa burung hud-hud sangat mahir dalam mencari air serta ditugaskan secara khusus secara langsung oleh Nabi Sulaiman AS saat beliau berada di padang pasir. Dengan kemampuannya, hud-hud dapat melihat sumber air di dalam tanah seperti manusia yang dapat melihat sesuatu di permukaan tanah. Hud-hud juga mampu melihat seberapa jauh dan seberapa dalam sumber air di dalam tanah. Setelah hud-hud menunjukkan letak sumber air, Nabi Sulaiman AS memerintahkan jin untuk menggali tempat itu sampai air keluar dari dasar bumi. Burung ini juga dikenal dengan kecerdikan serta kesetiaannya pada beliau.

Burung hud-hud menemukan sarangnya dengan cara mencari sebuah lubang pada batang pohon, dinding, serta tebing. Betinanya akan berdiam diri di dalam sarang. Mereka mampu mengeluarkan bau busuk untuk mencegah predator masuk ke sarangnya. Jika diserang musuh, mereka melumuri tubuhnya dengan cairan bau yang keluar dari kelenjar yang ada di sekitar duburnya. Anak burung hud-hud menggunakan paruh dan sayapnya, serta membuat suara seperti mendesis untuk melawan penyusup di sarangnya.

Saat musim dingin tiba, burung hud-hud melakukan migrasi hingga ke India Barat, serta ke seluruh bagian Afrika Tengah dan Timur. Beberapa dari populasi hud-hud ini mampu beradaptasi di lingkungan tempat tinggalnya dan mempunyai subspesies.

Paruh burung hud-hud yang panjang dan agak bengkok ini memudahkannya dalam mencari makan. Selain itu, paruhnya juga digunakan dalam perkelahian untuk memperebutkan teritorial. Sebagai satwa diurnal, hud-hud aktif mencari makan pada waktu siang hari. Spesies ini biasanya mengonsumsi serangga kecil, ulat, belalang, serta kumbang untuk bertahan hidup. Burung hud-hud sendiri dapat menyerang serangga secara ganas dengan mencabik-cabik bagian sayapnya, kaki, serta bagian lain yang sekiranya tak dapat dimakan demi kelangsungan hidupnya. Burung hud-hud dijadikan santapan oleh sejumlah predator lain. Mereka umumnya diburu oleh jenis burung alap-alap dan elang.

Demikian informasi tentang burung hud-hud. Semoga bermanfaat, selamat belajar, selamat berbudidaya, dan semoga sukses! (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here