Home Biodiversitas Mengenal Burung Jagal Papua, Predator Yang Pandai Berkicau

Mengenal Burung Jagal Papua, Predator Yang Pandai Berkicau

ebird.org

Agrozine – Inilah salah satu burung unik bersuara indah dan merdu yang merupakan satwa endemik Papua. Burung-burung asal kawasan timur Indonesia biasanya memang mempunyai keunikan yang berbeda dengan burung-burung dari wilayah lain di negeri ini. Jagal papua penampilannya sekilas mirip burung kacer, tetapi ukuran tubuh serta paruhnya jauh lebih besar. Panjang tubuhnya 32–35 cm.

Burung Jagal Papua hidup di hutan tropis Papua dari dataran rendah hingga ke kawasan perbukitan. Di daerah dingin seperti pada ketinggian 1500 – 3000 meter atau lebih, burung ini tidak ditemukan. Burung ini suka bertengger di dahan pohon yang tinggi.

Saat fajar tiba, burung Jagal Papua mulai aktif. Burung ini bertengger di dahan pohon yang bersih tak berdaun dan mulai memanggil pasangannya.  Ia akan lebih lama berkicau jika cuaca cerah tak berawan dan matahari bersinar terang. Ketika burung jantannya berkicau atau bernyanyi, sebenarnya ia sedang memanggil burung betina untuk diajak kawin.

Suara kicauannya yang mengalun ngebas terdengar begitu unik dan menjadi ciri khas dari burung ini. Suara kicauan burung ini bervariasi. Dalam satu rentetan kicauan, suara dari paruhnya bisa berganti-ganti. Burung yang memiliki paruh tebal ini mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk meniru suara burung lain maupun suara lingkungan yang ada di sekitarnya.

Saat berkicau, burung ini terlihat lucu. Burung ini membuka dan menutup sayapnya sesuai kicauan. Jika kicau pendek, bentangan sayapnya singkat. Ketika kicau panjang, sayap membentang lebih lama. Kepalanya yang hitam mendongak ke atas, dada putihnya membusung, sambil mengepak-ngepakkan sayap hitam.

Ada yang penasaran mengapa burung ini dinamakan “jagal”? Burung jagal papua sering menusukkan tubuh mangsanya dalam duri serta ranting pepohonan, atau menyelipkannya dalam celah-celah pada batang pohon. Sering mencabik-cabik mangsa dengan ujung paruh yang runcing dan melengkung tajam. Oleh karena perilakunya itu, burung ini disebut “jagal”.

Burung jagal papua memiliki tampilan yang mirip dengan pied butcherbird (Cracticus nigrogularis), burung asli Australia. Di negara itu, burung ini banyak dipelihara karena banyak yang tertarik dengan kemampuannya menirukan aneka suara lainnya. Kepala, tengkuk, leher hingga dadanya berwarna hitam.

Jagal papua merupakan burung karnivora. Tak hanya memangsa serangga dan hewan-hewan kecil lainnya saja, akan tetapi burung ini juga sering memburu burung lain yang memiliki ukuran kecil. Burung ini juga suka memakan buah-buahan untuk dijadikan makanan selingan.

Jagal papua merupakan jenis burung penetap yang juga banyak ditemukan pada area dataran terbuka kawasan hutan hujan, hutan di bantaran sungai, hutan rawa, tepian hutan, serta berada di areal perkebunan.

Jagal papua kerap terlihat berburu di atas permukaan tanah. Walaupun kedua kakinya tampak relatif kecil, mereka punya kemampuan berlari yang begitu cepat untuk mengejar buruannya seperti halnya tikus serta burung-burung tanah.

Burung jagal papua cocok dijadikan peliharaan karena mudah jinak. Pemasteran dengan berbagai suara burung lainnya juga mudah dilakukan.

Di Papua Barat ada beberapa lokasi yang menjadi tempat wisata pengamatan Jagal Papua. Beberapa di antaranya adalah Hutan Susnguakti di Manokwari, Tambrauw, dan Sorong. Meskipun burung ini populasinya masih banyak di alam, sebaiknya kita lindungi. Jika kamu ingin melihat dan mendengar kicauannya, sebaiknya berwisata ke Papua dan melihatnya langsung di habitat asli burung tersebut.

Bagi kamu yang ingin memeliharanya, berikut ini tips memelihara burung jagal papua:

  • Untuk pakan, burung jagal papua menyukai jangkrik, belalang, ulat bambu, dan sejenisnya. Burung ini juga mudah beradaptasi dengan pakan pabrikan (voer).
  • Mandikan dan jemur burung jagal papua untuk kesehatan dan kebersihan. Jagal papua senang mandi, baik dengan cara disemprotkan atau dengan memakai karamba mandi. Sedangkan untuk penjemuran dilakukan sekitar 2 jam sesudah matahari terbit.
  • Pemasteran dapat dilakukan dengan memanfaatkan burung masteran. Namun harus diingat bahwa burung ini bersifat predator. Jadi, jangan menggantang sangkar burung masteran terlalu dekat dengan burung ini. Sebab akan menjadikan burung masteran stres sehingga proses pemasteran juga akan menjadi terganggu. Burung ini harus dikerodong sebelum dilakukan pemasteran.

Demikian pengenalan burung jagal papua. Semoga bermanfaat dan memotivasi kamu untuk ikut melestarikan burung yang unik ini. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here