Home Kampus Mengenal Dwi Purnomo, Wakil Dekan dan Dosen FTIP Unpad

Mengenal Dwi Purnomo, Wakil Dekan dan Dosen FTIP Unpad

Agrozine – Banyak lulusan pertanian yang tidak kembali ke dunia pertanian. Hal inilah yang menjadi keresahan Dwi Purnomo dan kembali ke kampus sebagai dosen. Dwi Purnomo merupakan seorang Wakil Dekan dan Dosen Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran. Pria kelahiran Bandung, 9 Mei 1980 ini juga merupakan Founder dari komunitas yang menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk berkolaborasi di dunia usaha yakni The Local Enablers.

Menurut Dwi, banyak mahasiswa yang lulus sekadarnya. Dalam artian, ketika menekuni dunia pertanian tidak benar-benar tahu apa itu pertanian sehingga banyak yang memilih profesi diluar pertanian. “Karena dalam proses pembelajarannya konvensional, mungkin dulu berhasil. Saya kembali ke kampus sebagai dosen ingin membenahi proses pembelajarannya agar setelah lulus (mahasiswa) tidak hanya menghasilkan IPK dan gelar lalu bingung mau jadi apa,” jelas Dwi Purnomo.

Dwi menambahkan, proses pembelajaran harus dilakukan by design untuk menciptakan lulusan yang berhasil dan berperan nyata. Selama mengajar, ia menemui kendala untuk merubah mindset dan paradigma lama di era post-industrial. “Mahasiswa dididik dengan pola paradigma lama. Menghadirkan mindset baru untuk mahasiswa menjadi challenging,” ujarnya. Menurutnya, perlu ditawarkan cara-cara baru yang menyenangkan untuk mahasiswa.

Jiwa kewirausahaan menjadi sangat penting untuk dipupuk sejak dini. Mahasiswa dapat belajar melalui bisnis sebagai wadahnya dan dilatih untuk menjadi kritis. “Kalau belajar kewirausahaan, dalam konteks bisnis, kita dilatih untuk menjadi kritis. Namun kritis juga harus dilengkapi dengan kreativitas untuk menjawab solusi,” kata Dwi. Harapannya para lulusan Unpad memiliki jiwa kewirausahaan yang dapat diterapkan pada dunia kerja untuk berpikir kritis dan memberikan solusi permasalahan.

 

Pada 6 hingga 7 tahun terakhir, Dwi menganalisa peranan mahasiswa di masa depan. “Kami memprediksi kedepannya akan ada beberapa peranan seperti Creative Leaders, Design Thinkers, The Local Enablers, Technopreneur, dan Creative Inclusive Mover,” The Local Enablers adalah lulus pertanian yang kembali ke desa. Dwi Purnomo berharap pendekatan ini dapat masuk ke universitas untuk melatih mahasiswa menjadi Local Genius yang berperan nyata untuk sekitarnya.

Saat ini The Local Enablers telah melatih ratusan mahasiswa hingga punya perusahaan sendiri. Selama dua tahun, mahasiswa dilatih dengan basis enterprise sehingga dapat memanfaatkan hasil riset dan mengembangkan modal bisnisnya. Selama pandemi, The Local Enablers juga fokus mengedukasi dan memberdayakan usaha-usaha perempuan. Pada tanggal 17 Agustus 2020, TLE telah meluncurkan Sekola Pemberdaya, platform online untuk melatih siapa saja yang ingin berdampak bagi sekelilingnya.

Disamping fokusnya sebagai dosen, Dwi Purnomo juga hobi menulis dan menggambar. Menurutnya mahasiswa pertanian kurang dilatih untuk mencintai proses menulis. “Menulis menjadi hal yang memuakkan untuk mahasiswa. Padahal itu adalah waktu untuk berkontemplasi. Harusnya diajarkan kenapa nulis itu menyenangkan,” ujar Dwi. Sampai saat ini, ia telah menulis beberapa buku seperti “Jangan Lelah Berproses”, “Entrepreneur Speak-Up”, “99 Vitamin”, dan buku mata kuliah lainnya. (rin)

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here