Home Pertanian Mengenal Eco Enzyme : Manfaat dan Cara Membuatnya

Mengenal Eco Enzyme : Manfaat dan Cara Membuatnya

Agrozine.id – Tidak banyak orang yang memanfaatkan sampah-sampah organik sisa dapur selain untuk dijadian pupuk kompos. Padahal, jika diolah dan dimanfaatkan dengan baik, sampah dapur tersebut memiliki banyak sekali manfaatnya. Penasaran apa saja? Yuk kita mengenal lebih jauh tentang manfaat eco enzyme dan cara membuatnya dirumah!

Sebelum lebih jauh, perlu diketahui eco enzyme (Garbage Enzymes) merupakan cairan hasil fermentasi dari sampah dapur. Bahan lain yang digunakan untuk membuat eco enzyme yakni air dan gula. Limbah dapur dapat berupa ampas buah dan sayuran. Gula yang digunakan pun bisa gula apa saja, seperti gula tebu, aren, brown sugar, dan sebagainya.

Eco enzyme ini pertama kali dikembangkan dan dikenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong, founder Asosiasi Pertanian Organik (Organic Agriculture Association) dari Thailand.  Beliau mendorong temuannya ini dalam rangka untuk mengurangi global warming.

eco enzyme

Ternyata, eco enzyme ini memiliki segudang manfaat lho. Apa saja manfaat eco enzyme?

  1. Sebagai cairan pembersih

Cairan eco enzyme dapat digunakan untuk membersihkan baju, perabotan rumah tangga, furniture, karpet, lantai, toilet, serta buah-buahan dan sayuran.

  1. Pupuk cair

Eco-enzyme tentunya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Cara pengaplikasiannya yaitu dengan menyemprotkan cairan eco enzyme yang sudah dicampur dengan air pada tanah di sekitar tanaman.

  1. Pemberantas hama

Eco enzyme sangat efektif untuk mengusir hama tanaman seperti sayur-sayuran bahkan hewan yang mengganggu di sekitar rumah, seperti kecoa, semut, lalat, nyamuk, dan serangga lainnya.

Nah, jika kamu ingin membuat eco-enzyme, bahan dan peralatan yang perlu disiapkan ialah botol plastik bekas, air, gula, sampah organik (kulit buah atau sisa sayuran). Gunakan perbandingan air: gula: sampah organik sebesar 10:1:3. Lalu, cara membuatnya yaitu:

  1. Campurkan semua bahan yang sesuai takaran menjadi satu dan tuang ke dalam botol plastik bekas.
  2. Jangan isi botol sampai penuh, agar dapat terfermentasi dengan sempurna.
  3. Tutup rapat botol tersebut dan simpan ke tempat yang kering dan sejuk dalam suhu ruangan.
  4. Dalam 1 bulan pertama akan terjadi proses fermentasi, maka buka tutup botoll setiap harinya dan aduk atau jungkir balikkan botol.
  5. Jika cacing muncul tambahkan gula lalu aduk rata dan kemudian tutup kembali botolnya
  6. Fermentasi akan berlangsung selama 3 bulan (untuk daerah tropis) dan 6 bulan (untuk daerah subtropis)
  7. Setelah 3-6 bulan, saring eco-enzyme menggunakan kain kasa atau saringan.
  8. Cairan eco enzyme siap digunakan dan residu dapat digunakan kembali hanya dengan menambah sampah segar.

Karena eco enzyme terbuat dari bahan alami sehingga dalam penggunaannya tidak akan menyebabkan kerusakan pada lingkungan. Selain itu, dapat menghemat pengeluaran juga karena bahan-bahan yang digunakan dapat dengan mudah ditemukan dan pastinya harganya murah. Setelah mengenal eco enzyme, tertarik untuk membuatnya dirumah? Selamat mencoba! (ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here