Home Kehutanan Mengenal Ekosistem Hutan

Mengenal Ekosistem Hutan

wallpaperbetter.com

Agrozine – Makhluk hidup yang ada di bumi saling berinteraksi dengan lingkungannya dan membentuk suatu hubungan timbal balik, inilah yang disebut dengan ekosistem. Ada banyak sekali jenis ekosistem yang akan kita temui di Bumi. Secara umum, ekosistem di Bumi ini dibagi ke dalam dua kategori, yaitu kategori daratan dan perairan. Ekosistem daratan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain ekosistem hutan, padang rumput, pantai, dan eksosistem gunung. Pada kesempatan kali ini, Agrozine akan membahas mengenai salah satu ekosistem darat, yaitu ekosistem hutan.

Ekosistem hutan merupakan hubungan antara kumpulan beberapa populasi, baik itu populasi binatang maupun tumbuh-tumbuhan, yang hidup di permukaan tanah dan berada di suatu kawasan hutan. Ekosistem hutan ini membentuk suatu kesatuan ekosistem yang berada dalam keseimbangan yang bersifat dinamis dan mengadakan interaksi baik langsung maupun tidak langsung dengan lingkungannya antara satu sama lain dan tidak dapat dipisahkan.

Ekosistem hutan ini masuk ke dalam kategori ekosistem alamiah dan dijuluki sebagai “Paru-Paru Bumi”. Hal ini karena hutan memegang peranan yang sangat penting untuk dapat mengatur dan menjaga kesehatan Bumi. Bahkan, hutan juga dijadikan sebagai parameter untuk melihat apakan Bumi mengalami sakit atau tidak.

Setiap ekosistem mempunyai komponen masing- masing. Ekosistem hutan juga memiliki komponen-komponen yang menyusun ekosistem hutan itu sendiri. Komponen yang terdapat dalam ekosistem hutan ini selain meliputi komponen biotik dan abiotik, juga dilihat lagi dari segi makanan.

Dari segi makanan, komponen ini dibedakan menjadi 2 macam, yakni komponen autotrof dan heterotrof. Komponen autotrof merupakan komponen yang mampu menyediakan makanan sendiri, sedangkan komponen heterotrof merupakan komponen yang selalau memanfaatkan bahan organik sebagai makanannya.

Untuk mengetahui lebih lengkap, berikut ini merupakan komponen yang ada di dalam ekosistem hutan.

Komponen Biotik

Komponen biotik atau komponen yang berupa makhluk hidup yang ada di ekosistem hutan ini banyak sekali jenisnya, yakni tumbuhan, binatang, serta organisme- organisme lainnya.

Komponen Abiotik

Selain komponen yang hidup, ada pula komponen yang tidak hidup. Meskipun tidak hidup, tetapi keberadaan komponen ini bisa mempengaruhi komponen- komponen lain yang ada di ekosistem tersebut. Komponen abiotik atau komponen yang tidak hidup di ekosistem hutan, yaitu suhu, cahaya matahari, air, iklim, tanah, angin, batu, dan lain sebagainya.

Komponen Autotrof

Autotrof adalah organisme yang dapat menghasilkan makanannya sendiri melalui air, karbon dioksida, dan bahan kimia lainnya. Organisme autotrof di hutan melakukan fotosintesis untuk mengubah komponen abiotik menjadi makanan dan oksigen sebagai produk sampingannya. Kemampuan membuat makananannya sendiri menjadikan komponen autotrof berada di dasar rantai makanan hutan. Jadi, komponen autotrof disebut sebagai produsen, contohnya pohon, semak, rumput, dan tanaman hijau lainnya.

Komponen Heterotrof

Komponen utama pembentuk hutan selanjutnya adalah komponen heterotrof. Komponen heterotrof terdiri dari organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri. Organisme heterotrof memperoleh asupan nutrisinya dari sumber karbon organik lain seperti tumbuhan dan hewan. Artinya, organisme heterotrof memakan makhluk hidup lainnya untuk bertahan hidup. Dalam rantai makanan hutan, organisme heterotrof berperan sebagai konsumen primer, sekunder, ataupun tersier. Contoh komponen heterotrof di hutan adalah semua makhluk hidup yang memakan makhluk hidup lain, seperti harimau, kancil, buaya, belalang, gorila, tupai, serigala, ikan, dan ular.

Hutan merupakan kekayaan alam yang bersifat alamiah. Hutan ini ada karena bentukan alam, tetapi juga bisa dibuat oleh manusia. Hutan ini ada di berbagai wilayah di setiap sudut Bumi dan memiliki fungsi yang sangat banyak. Ada banyak sekali jenis hutan di Bumi ini. Apabila dicermati satu per satu, kita akan dapat menemukan jenis-jenis hutan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Secara umum, berikut merupakan jenis- jenis hutan:

Berdasarkan Letak Geografisnya

Letak geografis suatu benda merupakan kedudukan suatu benda di bentang alamnya. Letak geografis hutan ini bisa dilihat dari dimana letak hutan itu. Letak geografis ini bisa dilihat dari iklim yang berada di suatu wilayah letak hutan itu berada, bisa juga dilihat dari batasan atau kanan kiri dari hutan tersebut, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan alam. Berdasarkan letak geografisnya, hutan ini dibedakan menjadi 3 macam, yakni:

  1. Hutan Tropis, letaknya berada di wilayah atau daerah khatulistiwa yang mempunyai iklim tropis. Pohon-pohon di hutan ini biasanya berukuran tinggi dan mencapai beberapa meter. Daun-daun pohon di hutan ini sangat lebat, terkadang menghalangi cahaya matahari yang masuk dan membuat tanah di bawahnya lembap. Tumbuhan yang hidup di hutan ini terdiri dari berbagai jenis. Hutan ini mendapatkan curah hujan yang sangat cukup sepanjang tahun.
  2. Hutan temperate, berada di wilayah yang mempunyai 4 musim, yakni musim panas, musim gugur, musim semi, dan musim semi. Biasanya wilayah tersebut mempunyai iklim sub tropisdan mendapatkan curah hujan yang tidak sebanyak hutan tropis.
  3. Hutan boreal, terletak di daerah lingkaran kutub-kutub Bumi sehingga wilayah hutan ini akan ditutupi oleh es atau salju. Hutan ini juga disebut sebagai bioma taiga. Hutan ini terletak di antara daerah yang memiliki iklim sub tropis dengan daerah iklim kutub atau iklim dingin. Terdapat perbedaan variasi suhu yang sangat mencolok, yakni antara musim panas dan juga musim dingin. Pertumbuhan tanaman terjadi ketika musim panas, yakni selama 3 hingga 6 bulan. Ciri khas hutan ini ditumbuhi flora atau tumbuhan yang bersifat homogen atau berseragam. Tumbuhan yang dominan tumbuh di hutan ini adalah  tumbuhan yang memiliki daun runcing seperti jarum (tumbuhan konifer), yang tampak selalu hijau sepanjang tahunnya. Selain itu, hutan ini dihuni oleh berbagai fauna khas, yaitu srigala, burung, beruang hitam, moose, ajak, dan lynx.

Berdasarkan Sifat Musimnya

Musim merupakan salah satu hal yang sangat berpengaruh dalam hutan. Hal ini karena musim tersebut akan menentukan kondisi dalam hutan itu. Berdasarkan sifat yang dimiliki musimnya, hutan dibedakan menjadi 4 macam, yaitu:

  1. Hutan hujan, yaitu hutan yang memiliki curah hujan yang tinggi. Hujan yang menyirami hutan ini bersifat rutin dan sepanjang tahun. Hutan hujan memiliki tingkat curah hujan yang sangat tinggi, yakni antara 200 hingga 450 cm/tahun. Matahari menyinari hutan ini sepanjang tahun. Suhu yang berada di sekitarnya antara 21 hingga 30 derajat Celcius. Pepohonan yang berada di hutan ini tumbuh tinggi menjulang hingga mencapai 55 m dan membentuk tudung atau kanopi. Terdapat beberapa tanaman rambat seperti rotan dan anggrek yang menempel di pepohonan untuk mendapatkan sinar matahari. Dihuni beberapa fauna yang hidup di sekitar kanopi pohon, seperti macan tutul, jaguar, babi hutan, serta beberapa serangga. Hutan di Indonesia termasuk dalam jenis hutan hujan.
  2. Hutan selalu hijau atau evergreen forest, yaituhutan yang selalu terlihat hijau sepanjang tahun. Hutan yang demikian ini biasanya memiliki vegetasi tumbuhan yang tahan terhadap air yang sedikit.
  3. Hutan musim atau hutan gugur (deciduous forest), yaitu hutan yang ditumbuhi oleh berbagai macam tanaman yang menggugurkan daunnya ketika musim gugur tiba. Hutan ini merupakan hutan yang berada di wilayah yang mempunyai 4 musim (sub tropis). Curah hujan merata di sepanjang tahunnya, yakni sekitar 75 hingga 100 cm/ tahun. Tumbuhan yang hidup di hutan ini didominasi oleh tumbuhan berdaun lebar. Terdapat di daerah yang mempunyai empat musim, yaitu musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim gugur. Saat musim dingin tiba, air di hutan ini akan membeku sehingga tumbuhan tidak melakukan fotosintesis karena air tidak dapat diserap dengan baik. Binatang yang berada di hutan ini adalah binatang yang melakukan hibernasi ketika musim dingin dan ada pula yang bermigrasi ke tempat lain. Ketika musim panas tiba, radiasi sinar matahari, curah hujan, dan kelembapan akan meninggi. Sebaliknya, faktor-faktor ini akan turun ketika musim dingin tiba. Ketika musim dingin tiba, daun-daun di pohon akan berubah menjadi merah atau cokelat karena tumbuhan tidak melakukan fotosintesis.
  4. Hutan sabana atau savannah forest, yaitu hutan yang terletak di kawasan yang memiliki musim kemarau panjang. Hutan sabana adalah wilayah padang rumput yang diselingi oleh beberapa pohon. Curah hujan di hutan ini adalah antara 90–150 cm/tahun. Musim kemarau berlangsung lebih lama di hutan ini. Flora yang hidup di hutan ini seperti rumput, akasia, dan eucalyptus. Fauna yang hidup di hutan ini seperti gajah, macan tutul, kijang, zebra, singa, kuda, dan beberapa jenis serangga.

Berdasarkan Ketinggian Tempatnya

Hutan juga dibedakan atas dasar ketinggian tempatnya. Berikut adalah pembagian jenis hutan berdasarkan ketinggian tempatnya:

  1. Hutan pantai atau beach forest, yaitu hutan yang berada di wilayah pantai atau berdekatan dengan pantai. Hutan pantai ini terdiri atas pohon-pohon kelapa atau cemara.
  2. Hutan dataran rendah atau lowland forest, yaitu hutan yang berada di wilayah dataran rendah.
  3. Hutan pegunungan bawah atau submountain forest, yaitu hutan yang ada di wilayah pegunungan bagian bawah.
  4. Hutan pegunungan atasatau mountain forest, yaitu hutan yang terletak di wilayah pegunungan.
  5. Hutan kabut atau mist forest.
  6. Hutan elfin atau alpine forest.

Berdasarkan Kondisi Tanah

Kondisi tanah juga termasuk salah satu hal yang membedakan ekosistem hutan. Berdasarkan kondisi tanah, ekosistem hutan dibedakan menjadi:

  1. Hutan tanah kapur atau limestone forest, yaitu jenis hutan yang memiliki jenis tanah berupa tanah kapur atau tanah gamping. Tanah kapur bukan merupakan tanah yang mudah ditumbuhi pepohonan. Oleh karena itu, jenis pepohonan yang tumbuh di hutan kapur ini merupakan pepohonan tertentu. Biasanya, jenis pohon yang dapat bertahan di tanah kapur adalah pohon jati.
  2. Hutan rawa gambut atau peat swamp-forest, yaitu jenis hutan yang tanahnya berupa rawa gambut.
  3. Hutan rawa air-tawar atau hutan rawa yang dikenal sebagai freshwater swamp- forest.
  4. Hutan kerangas atau hutan health forest.

Berdasarkan Pepohonan yang Mendominasi

Pepohonan yang ada di dalam suatu hutan merupakan komponen utama. Jenis hutan juga dapat dilihat dari pepohonan yang tumbuh mendominasi dalam hutan tersebut. Berdasarkan pepohonan yang mendominasi, jenis hutan ini contohnya adalah hutan pinus (pine forest), hutan jati, hutan eukaliptus, hutan dipterokarpa, dan lain sebagainya.

Demikianlah pengenalan tentang ekosistem hutan. Semoga bermanfaat dan memotivasi kamu untuk turut serta menjaga dan melestarikan ekosistem hutan. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here