Home Kampus Mengenal Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Mengenal Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

faperta.unpad.ac.id

Agrozine – Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran didirikan untuk turut memecahkan masalah di bidang produksi pertanian, terutama melalui kegiatan penelitian dan penyediaan tenaga ahli pertanian, sehingga akan memberikan bantuan yang nyata bagi masyarakat Jawa Barat khususnya dan bangsa Indonesia umumnya. Dalam perkembangannya, Fakultas ini mengemban tugas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pendirian fakultas ini bermula dari pembentukan Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran oleh Presiden Universitas Padjadjaran pada tanggal 26 Februari 1958, yang diketuai oleh Ir. Herry Suherlan. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran pertama adalah Prof. Mr. Iwa Koesoemah Soemantri (1959 – 1961) dan saat ini Dr. Ir. Meddy Rachmadi, MS (2021 – Sekarang).

Sejak awal pendiriannya, Fakultas Pertanian UNPAD telah mempunyai Rencana Pembinaan dan Pengembangan dalam aspek fisik dan nonfisik. Pada aspek fisik, pada awal berdirinya, Sekretariat Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran bertempat di Jl. Dipati Ukur No. 37, Bandung, sedangkan kegiatan perkuliahan dan praktikum terpencar di beberapa tempat dan instansi terkait. Pada pertengahan tahun 1961, Fakultas Pertanian pindah ke Jl. Maulana Yusuf  No. 12, Bandung. Pada awal tahun 1968 aktivitas kegiatan dilakukan di Jl. Bukit Dago Utara; bersama dengan Fakultas Peternakan. Akhirnya pada bulan September 1986 Fakultas Pertanian pindah ke kampus Universitas Padjadjaran di Jatinangor sampai sekarang.

Pada tahun 1962, Fakultas Pertanian mengembangkan kebun percobaan yang berlokasi di Desa Jelekong, Kec. Ciparay, Kab. Bandung, seluas 6,5 ha sebagai areal kegiatan penelitian dan pengembangan kegiatan-kegiatan pertanian. Selanjutnya berkembang menjadi Sanggar Penelitian, Latihan, dan Pengembangan Pertanian (SPLPP) Ciparay. Pada tahun 1980 Fakultas Pertanian mengembangkan areal lahan di Desa Arjasari, Kec. Arjasari, Kab. Bandung, seluas 200 ha. Areal lahan pengembangan untuk mendukung kegiatan akademik di Fakultas Pertanian tersebut saat ini dikenal sebagai SPLPP Arjasari.

Pengembangan aspek fisik juga mencakup peningkatan kuantitas dan kualitas sarana/prasarana pendukung kegiatan akademik. Saat ini, Fakultas Pertanian telah memiliki gedung dan ruang kuliah (1.950 m2), laboratorium (2.950 m2),  internet (kapasitas 15.698 kbps untuk seluruh fakultas),  perpustakaan (657 m2), dan Student Centre (250 m2). Dalam waktu yang tidak lama lagi, diharapkan Fakultas Pertanian juga memiliki sebuah gedung multimedia berlantai tiga yang terintegrasi dengan perpustakaan digital.

Pengembangan aspek nonfisik di Fakultas Pertanian antara lain meliputi penyempurnaan kurikulum dan sistem pendidikan, serta pengembangan program pendidikan. Pada mulanya, kurikulum tingkat Sarjana di Fakultas Pertanian menganut sistem kenaikan tingkat melalui pendekatan majoring dan minoring untuk penyelesaian tugas akhir mahasiswa. Penyempurnaan kurikulum Strata-1 melalui penerapan Sistem Kredit Semester (SKS) diberlakukan mulai tahun 1979/ 1980. Sejak tahun 2008/ 2009 Fakultas Pertanian menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan metode pembelajaran yang bersifat Student Centered Learning (SCL).

Sejalan dengan penyempurnaan kurikulum, sistem pendidikan di Fakultas Pertanian juga disesuaikan. Pada awalnya, pendidikan tingkat Sarjana di Fakultas Pertanian ditempuh melalui Jurusan Teknik Pertanian dan Sosial Ekonomi Pertanian. Namun sejak tahun 1979/ 1980, pendidikan tingkat Sarjana ditempuh melalui :

  • Jurusan Budidaya Pertanian
  • Jurusan Tanah
  • Jurusan Hama Penyakit Tumbuhan
  • Jurusan Perikanan
  • Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian
  • Jurusan Teknologi Pertanian

Berdasarkan SK Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 217/DIKTI/Kep./1996, pengelolaan pendidikan Program Sarjana di Fakultas Pertanian didasarkan pada Program Studi (PS), yaitu :

  • PS Agronomi
  • PS Pemuliaan Tanaman
  • PS Ilmu Tanah
  • PS Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan
  • PS Sosial Ekonomi Pertanian
  • PS Manajemen Sumber Daya Perairan
  • PS Teknologi Pangan
  • PS Teknik Pertanian

Sejak tahun 2006/ 2007, Jurusan Teknologi Pertanian, dengan program-program studi yang terkait yaitu PS Teknologi Pangan dan PS Teknik Pertanian, mengembangkan diri menjadi Fakultas Teknologi dan Industri Pertanian. Sekitar satu tahun berikutnya, Jurusan Perikanan, dengan PS Manajemen Sumber Daya Perairan yang dikelolanya, berkembang menjadi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Pengelolaan kedua fakultas tersebut terpisah dari Fakultas Pertanian.

Menghadapi tantangan perubahan paradigma kehidupan pada abad 20, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) menetapkan Higher Education Long Term Strategy (HELTS) 2003 – 2010 sebagai acuan pengembangan pendidikan tinggi yang pada dasarnya mencakup kebijakan pengembangan daya saing bangsa, kesehatan organisasi, serta otonomi. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran bersama dengan sejumlah perguruan tinggi lain yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) menyusun suatu kurikulum baru untuk pengembangan pendidikan tinggi bidang pertanian.

Berdasarkan SK Ditjen Dikti No. 163/DIKTI/Kep/2007,  sejak tahun 2008/2009 Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran mengembangkan :

  • PS Agroteknologi (restrukturisasi dari PS Agronomi, PS Pemuliaan Tanaman, PS Ilmu Tanah, dan PS Ilmu Penyakit Tumbuhan)
  • PS Agribisnis (restrukturisasi dari PS Sosial Ekonomi Pertanian).

Kedua PS tersebut menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dengan metode pembelajaran yang bersifat Student Centered Learning (SCL).

Sejak awal berdirinya, pengembangan program pendidikan di Fakultas Pertanian tidak hanya semata untuk pengembangan pendidikan tingkat Sarjana. Pada tahun 1979, Dekan Fakultas Pertanian bersama Panitia Pendidikan Pascasarjana dan Doktor yang sebelumnya telah dibentuk, mengusulkan dan mengembangkan Program Pascasarjana – yang selanjutnya menjadi embrio bagi Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran yang berkembang sampai saat ini.

Pada saat pendiriannya pada tanggal 23 Juli 1979, Program Pascasarjana hanya memiliki satu PS Program Magister (PS Ilmu Tanaman) dan satu Program Doktor (PS Ilmu Pertanian). Pelaksanaan dan pengelolaan Program Pascasarjana tersebut dilakukan di dan oleh Fakultas Pertanian. Saat ini, Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran telah memiliki sejumlah 24 Program Magister (termasuk PS Ilmu Tanaman, PS Ilmu Tanah, dan PS Ekonomi Pertanian), dan 10 Program Doktor (termasuk PS Ilmu Pertanian).

Pada tahun 1983, Program Pascasarjana berubah secara fundamental menjadi Fakultas Pascasarjana Universitas Padjadjaran dengan pengelolaan yang tidak lagi dilakukan oleh Fakultas Pertanian. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0311/0/1991, pengelolaan Program Pascasarjana (Program Magister dan Program Doktor) dipimpin oleh Direktur Program Pascasarjana yang bertanggung jawab kepada Rektor. Mulai tahun 2008/ 2009, secara bertahap pengelolaan Program Magister (PS Ilmu Tanaman, PS Ilmu Tanah, dan PS Ekonomi Pertanian), dan Program Doktor (PS Ilmu Pertanian) dilakukan oleh Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. (das)

Yuk Sobat, Tonton Video Menarik Ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here